Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: APBD Banjarnegara 2026 Turun Jadi Rp2,15 Triliun, PAD Digenjot
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > APBD Banjarnegara 2026 Turun Jadi Rp2,15 Triliun, PAD Digenjot
Banjarnegara

APBD Banjarnegara 2026 Turun Jadi Rp2,15 Triliun, PAD Digenjot

Afifah Anis CH
Last updated: 20 Oktober 2026 13:29
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
APBD Banjarnegara 2026 turun menjadi sekitar Rp2,15 triliun. Bupati Amalia Desiana mendorong optimalisasi PAD, efisiensi anggaran, dan percepatan pembangunan.
APBD Banjarnegara 2026 turun menjadi sekitar Rp2,15 triliun. Bupati Amalia Desiana mendorong optimalisasi PAD, efisiensi anggaran, dan percepatan pembangunan. (dok. Kominfo)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat strategi efisiensi anggaran, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan percepatan pembangunan menyusul penurunan kemampuan fiskal daerah. Langkah tersebut menjadi perhatian setelah DPRD Banjarnegara menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat.

Contents
  • Penurunan Transfer Pusat Jadi Tantangan Fiskal
  • Optimalisasi PAD untuk Menjaga Pembangunan
  • Bupati Minta OPD Percepat Program Prioritas
  • DPRD Pastikan Perubahan APBD Sesuai Kebutuhan Daerah
  • Percepatan Pembangunan Jadi Fokus Berikutnya

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran harus direspons melalui pengelolaan keuangan yang efektif dan penentuan prioritas pembangunan. Pemerintah daerah juga perlu menggali potensi pendapatan agar pelayanan publik dan program pembangunan tetap berjalan.

Menurut Amalia, APBD Banjarnegara yang berada di kisaran Rp2,3 triliun pada 2025 turun menjadi sekitar Rp2,15 triliun pada 2026. Nilai anggaran tersebut diproyeksikan kembali turun menjadi sekitar Rp2 triliun pada 2027.

“Merespons tren penurunan anggaran transfer dari pusat tersebut, saya menegaskan pentingnya efisiensi, skala prioritas, serta terobosan dalam mengoptimalkan PAD,” kata Amalia.

Penurunan Transfer Pusat Jadi Tantangan Fiskal

Tren penurunan anggaran tersebut menuntut Pemkab Banjarnegara lebih cermat dalam mengalokasikan belanja daerah. Program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat perlu menjadi prioritas, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan kebutuhan pembangunan mendesak.

Efisiensi anggaran tidak hanya dilakukan dengan menekan pengeluaran, tetapi juga memastikan setiap program menghasilkan manfaat yang terukur. Ketepatan sasaran, kualitas pelaksanaan, dan pengawasan menjadi faktor penting agar penggunaan anggaran tetap efektif.

Pemerintah daerah juga perlu menjaga agar penyesuaian anggaran tidak menghambat program prioritas yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Optimalisasi PAD untuk Menjaga Pembangunan

Penguatan PAD menjadi salah satu strategi untuk memperluas ruang fiskal Banjarnegara di tengah penyesuaian transfer dari pemerintah pusat. Peningkatan pendapatan daerah diharapkan dapat mendukung pembiayaan pelayanan publik dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui optimalisasi sumber pendapatan yang sudah ada, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan aktivitas ekonomi lokal sesuai potensi daerah.

Sektor pertanian, pariwisata, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpeluang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat basis pendapatan daerah. Namun, pengembangannya perlu disertai kebijakan yang tepat, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Bupati Minta OPD Percepat Program Prioritas

Selain mendorong peningkatan pendapatan, Amalia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar segera melaksanakan program yang mengalami pergeseran anggaran.

Pelaksanaan kegiatan diminta berjalan cepat, efektif, transparan, dan akuntabel. Langkah ini diperlukan agar program yang telah direncanakan tidak kehilangan momentum dan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.

Pemkab Banjarnegara juga perlu memastikan setiap kegiatan dilaksanakan sesuai ketentuan, dengan memperhatikan kualitas hasil serta pencapaian target pembangunan.

DPRD Pastikan Perubahan APBD Sesuai Kebutuhan Daerah

Ketua DPRD Banjarnegara, Slamet SM, menyampaikan bahwa penyesuaian pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah diperlukan untuk merespons perubahan kebutuhan pembangunan serta kondisi perekonomian.

Menurut Slamet, kebijakan anggaran harus tetap berpedoman pada prioritas pembangunan dan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pembahasan antara legislatif dan eksekutif menjadi bagian penting untuk memastikan perubahan APBD mendukung penyelenggaraan pemerintahan secara efektif.

Ia menjelaskan, penetapan peraturan daerah tersebut dilakukan setelah seluruh tahapan pembahasan antara DPRD dan pemerintah daerah selesai. Proses itu juga mengacu pada surat Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah tertanggal 16 Oktober 2026 mengenai pemberian nomor register.

Dengan selesainya tahapan tersebut, Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 resmi ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Percepatan Pembangunan Jadi Fokus Berikutnya

Bupati Amalia mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD serta seluruh perangkat daerah yang telah bekerja sama dalam pembahasan perubahan APBD. Ia juga mengajak DPRD untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program pembangunan agar penggunaan anggaran tetap sesuai perencanaan.

Penetapan Perubahan APBD 2026 diharapkan menjadi momentum bagi Pemkab Banjarnegara untuk memperkuat tata kelola keuangan, meningkatkan pendapatan daerah, dan mempercepat pelaksanaan program prioritas.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh ketepatan menentukan prioritas, efektivitas belanja, serta kemampuan pemerintah daerah mengembangkan potensi ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Warga Jalatunda Krisis Air Bersih, Polres Banjarnegara Salurkan Bantuan
Rutan Banjarnegara Bekali Warga Binaan Keterampilan dan Dukung Ketahanan Pangan
Gus Wakhid Ajak Warga Binaan Rutan Banjarnegara Menjemput Hidayah di Bulan Ramadan
Pemkab Banjarnegara Perketat Izin Alun-alun Usai Polemik Smesh Hepi
Puluhan Anak TK di Wanayasa Belajar Membuat Pizza, Asah Kreativitas dan Kemandirian Anak
TAGGED:anggaran BanjarnegaraBupati Amalia Desianadan percepatan pembangunan.efisiensi anggaranPAD Banjarnegarapembangunan Banjarnegara.Perubahan APBD 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bareskrim Polri berhasil menggagalkan penyelundupan 12 boks Benih Bening Lobster (BBL) senilai Rp5,8 miliar asal Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: mediahub.polri.go.id) Bareskrim Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp5,8 Miliar
Next Article Pemusnahan barang bukti ilegal dengan estimasi nilai pasar mencapai Rp34,912 miliar ini dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) RI, Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus.(Foto: bnn.go.id) Wamenko Polkam Pimpin Pemusnahan 4.364 Cartridge Vape Narkotika Senilai Rp34,9 Miliar

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.