RUTAN Banjarnegara mengembangkan budidaya 120 ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini membekali warga binaan dengan keterampilan beternak yang dapat menjadi bekal usaha setelah bebas.
Sebagai bekal kemandirian bagi warga binaan, lembaga pemasyarakatan tersebut mengembangkan budidaya 120 ekor ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pelatihan keterampilan yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.
Program ini menjadi langkah nyata dalam membekali warga binaan dengan kemampuan praktis di bidang peternakan. Tidak hanya menghasilkan telur sebagai sumber pangan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung dalam mengelola usaha peternakan yang berpotensi menjadi sumber penghasilan setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Sebagai tahap awal, Rutan Banjarnegara telah menyelesaikan pembangunan kandang dan mendatangkan sebanyak 120 ekor ayam petelur yang akan dipelihara secara intensif dengan melibatkan warga binaan di bawah pendampingan petugas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan keterampilan yang benar-benar bisa dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat. Harapannya, mereka memiliki bekal usaha dan kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Dodik Harmono.
Warga Binaan Belajar Mengelola Peternakan Secara Langsung
Program budidaya ayam petelur tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada warga binaan.
Mereka akan dilibatkan dalam seluruh proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kesehatan ternak, hingga memahami manajemen produksi telur.
Seluruh kegiatan dilakukan dengan pendampingan petugas agar proses budidaya berjalan sesuai standar peternakan yang baik sekaligus memberikan keterampilan yang aplikatif.
Menurut Dodik, pendekatan berbasis praktik menjadi salah satu metode pembinaan yang efektif karena memberikan pengalaman kerja yang dapat diterapkan setelah warga binaan menyelesaikan masa pidana.
Dukung Ketahanan Pangan Sekaligus Pembinaan Produktif
Selain sebagai sarana pelatihan, pengembangan peternakan ayam petelur juga menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Hasil produksi telur nantinya diharapkan mampu mendukung kebutuhan pangan di Rutan Banjarnegara sekaligus menjadi contoh bahwa program pembinaan dapat menghasilkan kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi.
“Program ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan,” kata Dodik.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Banjarnegara ingin menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kompetensi dan keterampilan hidup.
Bekal Kemandirian Setelah Bebas dari Masa Pidana
Pengembangan budidaya ayam petelur diharapkan mampu membuka peluang baru bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat.
Pengalaman mengelola peternakan dapat menjadi modal untuk membangun usaha mandiri, bekerja di sektor peternakan, maupun mengembangkan usaha berbasis agribisnis di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dengan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, warga binaan diharapkan lebih siap menghadapi kehidupan setelah bebas dan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dari Kandang Sederhana Tumbuh Harapan Baru di Rutan Banjarnegara
Keberadaan kandang berisi 120 ayam petelur di Rutan Banjarnegara bukan sekadar sarana produksi, melainkan simbol perubahan dalam sistem pembinaan pemasyarakatan yang semakin menitikberatkan pada pemberdayaan.
Melalui program ini, Rutan Banjarnegara berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang produktif sekaligus membangun rasa percaya diri warga binaan agar mampu memulai kehidupan baru secara mandiri.
Dengan menggabungkan program ketahanan pangan dan pembinaan keterampilan, Rutan Banjarnegara berharap dapat melahirkan lebih banyak warga binaan yang memiliki bekal usaha, produktif, serta siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
*Ikuti media sosial kami.
