PULUHAN anak dari TK PGRI Al-Ikhlas Pesantren terlihat antusias mengenakan topi koki dan celemek saat mengikuti kegiatan outing class bertema membuat pizza mini di SMK Negeri 1 Wanayasa.
Kegiatan edukatif membuat pizza tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang dirancang untuk mengembangkan kreativitas, kemandirian, serta kemampuan sosial anak usia dini melalui aktivitas yang menyenangkan dan interaktif.
Dengan didampingi guru dan instruktur, para peserta belajar membuat pizza mulai dari menyiapkan adonan, mengoleskan saus, hingga menyusun berbagai topping sesuai imajinasi masing-masing. Beragam hasil kreasi unik pun lahir dari tangan-tangan mungil para peserta.
Selain membuat pizza, anak-anak juga mengikuti kegiatan pembuatan pin kreatif yang bertujuan melatih keterampilan motorik halus sekaligus mendorong perkembangan daya imajinasi dan rasa percaya diri.
Belajar di Luar Kelas Tingkatkan Kreativitas dan Kemampuan Sosial Anak
Kepala TK PGRI Al-Ikhlas Pesantren, Sulastri, mengatakan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti membuat pizza ini memberikan pengalaman yang lebih bermakna dibandingkan metode pembelajaran konvensional.
Menurutnya, anak-anak dapat memahami berbagai keterampilan dasar dengan lebih mudah melalui praktik langsung yang melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial, dan eksplorasi kreativitas.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak belajar mandiri, berinteraksi dengan teman-temannya, serta mengembangkan kreativitas dan kemampuan sosial mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Wanayasa, Anggara Aditya, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sekolah dengan lembaga pendidikan di wilayah sekitar dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif bagi peserta didik.
Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan ini juga menjadi sarana mengenalkan lingkungan pendidikan serta berbagai keterampilan vokasi kepada anak-anak sejak usia dini.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk mengenal dunia keterampilan secara sederhana dan edukatif,” kata Anggara.
Membuat Pizza Bagian dari Metode Experiential Learning
Membuat pizza mini ini menjadi bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning seperti outing class dinilai efektif dalam meningkatkan rasa ingin tahu anak sekaligus membentuk karakter positif sejak dini.
Melalui aktivitas kreatif yang dilakukan secara langsung, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mengenai pentingnya kerja sama, tanggung jawab, disiplin, dan keberanian untuk mengekspresikan ide.
Kegiatan koki cilik yang digelar di SMK Negeri 1 Wanayasa ini menjadi contoh bahwa proses belajar dapat dilakukan melalui berbagai metode inovatif di luar ruang kelas. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan edukatif, anak-anak memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi diri, kreativitas, serta rasa percaya diri sebagai bekal menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
*Ikuti media sosial kami.
