Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Ahmad Luthfi Arahkan Perubahan APBD Jateng 2026 untuk Jalan, Pangan hingga Keringanan Pajak
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Ahmad Luthfi Arahkan Perubahan APBD Jateng 2026 untuk Jalan, Pangan hingga Keringanan Pajak
Jateng

Ahmad Luthfi Arahkan Perubahan APBD Jateng 2026 untuk Jalan, Pangan hingga Keringanan Pajak

Reza Sanjaya
Last updated: 30 September 2026 18:32
By Reza Sanjaya
4 Min Read
Share
Perubahan APBD Jateng 2026 diarahkan untuk kebutuhan warga. Ahmad Luthfi menyoroti infrastruktur, ketahanan pangan, layanan publik, dan relaksasi pajak
Perubahan APBD Jateng 2026 diarahkan untuk kebutuhan warga. Ahmad Luthfi menyoroti infrastruktur, ketahanan pangan, layanan publik, dan relaksasi pajak. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

“Perubahan APBD Jateng 2026 diarahkan untuk memperkuat pembangunan sekaligus memastikan belanja pemerintah memberi manfaat langsung bagi masyarakat”

Contents
  • Perubahan APBD Jateng Berdasarkan Capaian Semester I 2026
  • Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Perubahan APBD Jateng
  • Infrastruktur Jalan dan Fasilitas Publik Tetap Diperkuat
  • Keringanan Pajak untuk Mendorong Kepatuhan Warga
  • Perubahan APBD Jateng 2026 Diarahkan ke Belanja yang Berdampak

KABARBANYUMASRAYA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah arah belanja dalam Perubahan APBD 2026 dengan menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai salah satu fokus utama. Infrastruktur jalan, ketahanan pangan, pelayanan publik, hingga keringanan pajak menjadi sejumlah sektor yang mendapat perhatian.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan penyesuaian anggaran dilakukan untuk merespons dinamika ekonomi dan fiskal, sekaligus memastikan program pembangunan tetap berjalan.

“Hari ini rancangannya akan dibahas oleh Banggar agar semua anggaran yang kita gunakan efektif dan efisien, serta berdampak langsung dalam rangka pembangunan Provinsi Jawa Tengah,” kata Luthfi seusai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jawa Tengah.

Perubahan APBD Jateng Berdasarkan Capaian Semester I 2026

Rancangan Perubahan APBD 2026 merupakan tindak lanjut atas Perubahan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 yang telah disepakati bersama Badan Anggaran DPRD Jateng pada 28 September 2026.

Luthfi mengatakan penyusunan perubahan anggaran mempertimbangkan perkembangan dan capaian pembangunan Jawa Tengah hingga semester I 2026.

Sejumlah indikator ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen. Investasi tercatat Rp59,94 triliun dengan penyerapan sekitar 213 ribu tenaga kerja.

Sementara itu, angka kemiskinan berada di 9,21 persen, tingkat pengangguran terbuka 4,30 persen, dan inflasi pada Agustus 2026 sebesar 3,08 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan prioritas belanja pada perubahan APBD.

Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Perubahan APBD Jateng

Salah satu arah utama anggaran adalah memperkuat Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional.

Dukungan pemerintah diarahkan pada penyediaan sarana produksi pertanian, peternakan, dan perikanan. Anggaran juga menyasar stabilisasi serta distribusi pangan, perlindungan dan permodalan bagi petani, nelayan, serta pelaku usaha.

Selain itu, pemerintah mendorong edukasi dan pengelolaan pangan agar kebijakan tidak hanya berorientasi pada indikator ekonomi makro, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Infrastruktur Jalan dan Fasilitas Publik Tetap Diperkuat

Infrastruktur menjadi sektor lain yang tetap mendapat perhatian dalam perubahan anggaran.

Pemprov Jateng memprioritaskan peningkatan dan rehabilitasi jalan, pengadaan marka, serta pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan publik. Fasilitas pendidikan juga termasuk dalam sasaran pembangunan.

“Infrastruktur ini penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan kualitas pelayanan publik,” ujar Luthfi.

Keringanan Pajak untuk Mendorong Kepatuhan Warga

Di sisi pendapatan, Pemprov Jateng melakukan penyesuaian fiskal untuk menjaga keseimbangan anggaran dan memastikan program prioritas tetap berjalan.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak melalui pemberian relaksasi.

Pemprov Jateng memberikan pembebasan sanksi administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta pembebasan pajak progresif yang berlaku mulai 21 September hingga 28 Desember 2026.

Selain itu, pemerintah mengoptimalkan efisiensi anggaran, kesehatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta peningkatan dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Perubahan APBD Jateng 2026 Diarahkan ke Belanja yang Berdampak

Melalui perubahan APBD Jateng 2026, Pemprov Jateng berupaya menjaga ruang fiskal sekaligus mengarahkan belanja pemerintah pada sektor yang paling dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari jalan dan fasilitas publik, ketahanan pangan, hingga kebijakan keringanan pajak, seluruhnya diarahkan agar anggaran daerah tidak hanya terserap, tetapi menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan warga.

Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Boleh Ada RS di Jateng Tolak Pasien PBI JK
Setahun Pesantren Obah Luthfi–Yasin: 230 Ribu Guru Agama Terima Insentif, Hafiz dan Santri Disiapkan Beasiswa
Beasiswa Santri 2026 Capai 941 Pendaftar, Taj Yasin Kembangkan Kerja Sama Pesantren Jateng-Malaka
Jateng Siapkan 3 Kawasan Regional untuk Atasi Krisis Sampah
Gubernur Ahmad Luthfi dan KPK Bantah Klaim Fadia Arafiq soal OTT Bupati Pekalongan
TAGGED:anggaran Jateng 2026apbd jatenginfrastruktur Jatengketahanan pangan Jatengpembangunan Jawa Tengahperubahan APBD Jawa Tengahrelaksasi pajak Jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Warga binaan Rutan Banjarnegara saat mendapatkan perawatan rujukan di RSUD Rutan Banjarnegara Rujuk Warga Binaan ke Poli Paru, Didiagnosis PPOK
Next Article Sidang paripurna DPRD Purbalingga yang membahas tentang APBD Purbalingga tahun anggaran 2027 APBD Purbalingga 2027: Pemkab Genjot PAD, Belanja Rutin Ditekan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.