Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Siapkan 3 Kawasan Regional untuk Atasi Krisis Sampah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Siapkan 3 Kawasan Regional untuk Atasi Krisis Sampah
Jateng

Jateng Siapkan 3 Kawasan Regional untuk Atasi Krisis Sampah

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 14 April 2026 16:22
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
Penandatanganan MoU terkait pengelolaan sampah
Penandatanganan nota kesepahaman terkait penanganan sampah antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama tujuh kepala daerah dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026). (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat strategi penanganan krisis sampah dengan mengembangkan sistem pengelolaan berbasis aglomerasi. Melalui pendekatan ini, tiga kawasan regional ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah hingga 3.000 ton per hari.

Contents
  • Pekalongan Raya dan Tegal Raya Jadi Aglomerasi Baru
  • Target Kurangi 3.000 Ton Sampah per Hari
  • Capaian Jateng Lampaui Rata-rata Nasional
  • Pemprov Jateng Dorong Implementasi Cepat
  • Strategi: Satgas Sampah hingga Teknologi RDF
  • Penanganan Harus Dimulai dari Hulu ke Hilir

Tiga aglomerasi yang disiapkan meliputi Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya. Program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menciptakan sistem pengelolaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama tujuh kepala daerah dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Pekalongan Raya dan Tegal Raya Jadi Aglomerasi Baru

Dua kawasan baru yang disepakati adalah Pekalongan Raya dan Tegal Raya. Aglomerasi Pekalongan Raya mencakup Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, dan Batang, dengan pusat pengolahan berada di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Tegal Raya meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Brebes, dengan fasilitas pengolahan terpusat di Kabupaten Tegal.

Kedua kawasan ini melengkapi Semarang Raya yang sebelumnya telah berjalan, sehingga kini Jawa Tengah memiliki tiga sistem aglomerasi pengelolaan sampah regional.

Target Kurangi 3.000 Ton Sampah per Hari

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut, pengembangan tiga aglomerasi ini merupakan langkah konkret dalam menekan volume sampah, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dari total timbulan Jawa Tengah yang mencapai sekitar 17.300 ton per hari, sekitar 3.000 ton di antaranya ditargetkan dapat dikurangi melalui sistem ini.

“Ini langkah nyata dalam mengurangi beban sampah nasional. Namun masih ada sekitar 14.300 ton per hari yang harus ditangani bersama,” ujarnya.

Kebijakan ini juga merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan secara terintegrasi. Secara nasional, pemerintah menargetkan pembentukan 35 aglomerasi pengelolaan di berbagai wilayah.

Capaian Jateng Lampaui Rata-rata Nasional

Hanif turut mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan sampah. Hingga saat ini, capaian pengelolaan di Jateng telah mencapai sekitar 30 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 26 persen.

Capaian tersebut juga mendukung target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2026 yang ditetapkan sebesar 63,41 persen.

“Jawa Tengah termasuk provinsi dengan pengelolaan yang progresif dan patut diapresiasi,” katanya.

Pemprov Jateng Dorong Implementasi Cepat

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, langkah selanjutnya adalah percepatan implementasi di lapangan, khususnya di dua aglomerasi baru.

Menurutnya, persoalan ini tidak bisa ditunda, mengingat tren peningkatan timbulan sampah yang mencapai 8 hingga 11 persen setiap tahun.

“Setelah kesepakatan ini, kami mendorong agar segera dilakukan eksekusi di lapangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Pemprov Jateng, total timbulan sampah mencapai sekitar 6,34 juta ton per tahun. Namun baru sekitar 30 persen yang terkelola dengan baik, sementara sisanya masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Strategi: Satgas Sampah hingga Teknologi RDF

Untuk memperkuat implementasi, Pemprov Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  • Pembentukan satuan tugas (satgas) sampah hingga tingkat desa dan kelurahan
  • Penyusunan peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah
  • Penerapan teknologi ramah lingkungan seperti Refuse Derived Fuel (RDF)
  • Transformasi tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST)

Selain itu, gerakan masyarakat juga terus digencarkan melalui program “Jawa Tengah ASRI” (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Penanganan Harus Dimulai dari Hulu ke Hilir

Gubernur menekankan bahwa pengelolaan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga pengolahan akhir.

“Kunci utama ada pada kesadaran masyarakat untuk memilah sejak dari rumah,” katanya.

Melalui pendekatan kolaboratif berbasis wilayah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis dapat mewujudkan sistem pengelolaan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

*Ikuti media sosial kami.

RUPST, Bank Jateng Cetak Laba Rp 1,4 Triliun di 2025, Aset Tembus Rp 100 Triliun
Jateng Kian Dilirik Investor, Pabrik Kemasan Asal Tiongkok Investasi Rp1,12 Triliun di KEK Kendal
Dua Embung Berkapasitas 68 Ribu Meter Kubik Diresmikan di Blora, Jateng Bidik Produksi 10 Juta Ton Padi
Banjir Rob Demak Kian Parah, Mangrove dan Giant Sea Wall Jadi Harapan Timbulsloko
Wagub Jateng Taj Yasin Dihadang Mahasiswa UNS Usai Kuliah Ramadan, Pilih Dialog Terbuka
TAGGED:aglomerasikrisis sampahsampah
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ilus tarsi Pencurian Polisi Ungkap Kasus Pencurian Motor Guru di Lapangan Kenteng
Next Article Arahan bupati dalam rakor BUMDesma Bupati Amalia Dorong BUMDesma Banjarnegara Inovatif dan Patuh Regulasi

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.