Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pasar Raya Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka di Solo, Hadirkan Seni, Budaya dan 50 UMKM
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Pasar Raya Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka di Solo, Hadirkan Seni, Budaya dan 50 UMKM
JatengBerita

Pasar Raya Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka di Solo, Hadirkan Seni, Budaya dan 50 UMKM

Afifah Anis CH
Last updated: 21 Juli 2026 18:56
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Sekda Jateng saat pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026
Sekda Jateng saat pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026. (dok.Pemprov Jateng)
SHARE

PASAR RAYA Jawa Tengah 2026 digelar hingga 31 Juli 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. Pasar Raya 2026 menghadirkan puluhan pertunjukan seni, pameran, bazar UMKM, hingga permainan rakyat untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan melestarikan budaya.

Contents
  • Taman Budaya Jawa Tengah Jadi Rumah Besar Seniman dan Budayawan
  • Pasar Raya 2026 Hadirkan 61 Pertunjukan Seni, 24 Band, dan 50 Stan UMKM
    • Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, antara lain:
  • Kementerian Kebudayaan Apresiasi Komitmen Pemprov Jateng
  • Pengunjung Apresiasi Pasar Raya Ramah Keluarga

Event budaya tahunan yang berlangsung Surakarta ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sekaligus panggung kolaborasi bagi pelaku seni, budaya, dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.

Mengusung semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif, Pasar Raya 2026 menghadirkan beragam atraksi seni, pameran, bazar produk lokal, hingga wahana permainan tradisional yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan yang terus mendukung penyelenggaraan Pasar Raya sebagai ruang apresiasi budaya di Jawa Tengah.

“Ini menjadi ajang untuk memberi kesempatan teman-teman pelaku seni maupun budaya menampilkan karyanya. Harapannya bisa dilihat dan dinikmati masyarakat, sehingga muncul rasa cinta. Karena kunci dari pelestarian adalah rasa cinta terhadap budaya itu sendiri,” ujar Sumarno usai pembukaan Pasar Raya 2026.

Taman Budaya Jawa Tengah Jadi Rumah Besar Seniman dan Budayawan

Menurut Sumarno, dipilihnya Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) sebagai lokasi penyelenggaraan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut selama ini menjadi ruang kreatif sekaligus rumah bersama bagi para seniman dan budayawan untuk berlatih, berkarya, dan menampilkan hasil kreativitasnya kepada masyarakat.

Melalui Pasar Raya 2026, Pemprov Jawa Tengah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi karya seni daerah agar semakin dikenal sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal.

“Kami berharap masyarakat bisa hadir di sini, menikmati kekayaan budaya dan seni yang dimiliki Jawa Tengah. Mari kita lestarikan bersama-sama,” kata Sumarno.

Pasar Raya 2026 Hadirkan 61 Pertunjukan Seni, 24 Band, dan 50 Stan UMKM

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan Pasar Raya tahun ini dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor yang menghubungkan pelestarian budaya dengan pertumbuhan ekonomi kreatif.

“Pasar Raya ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kolaborasi lintas pihak. Apabila ekosistem budaya tumbuh, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ekonomi dan kearifan lokal,” ujar Hanung.

Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan menarik, antara lain:

  • 61 pertunjukan seni dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
  • 24 grup band yang akan tampil menghibur masyarakat.
  • Pameran seni rupa yang menampilkan 100 karya lukis, 15 instalasi seni, dan 3 karya patung.
  • Pertunjukan seni tradisional yang melibatkan 10 kelompok seni lesung, 5 kelompok reog, dan 5 kelompok barongsai.
  • 50 stan UMKM yang menawarkan beragam produk kreatif dan kuliner khas Jawa Tengah.
  • Berbagai permainan rakyat yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Kementerian Kebudayaan Apresiasi Komitmen Pemprov Jateng

Apresiasi juga datang dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jawa Tengah.

Kasubbag Umum BPK Jawa Tengah, Marlia Yulianti Rosyidah, menilai penyelenggaraan Pasar Raya menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memajukan kebudayaan sekaligus memperkuat ekosistem seni di daerah.

Ia menjelaskan, Kementerian Kebudayaan terus mendukung pengembangan budaya melalui berbagai program, seperti Revitalisasi Ruang Budaya, Dana Indonesia Raya, serta Fasilitas Pemajuan Kebudayaan (FPK).

Dalam kesempatan tersebut, Marlia juga mengungkapkan kabar menggembirakan bahwa 38 Warisan Budaya Takbenda (WBTB) asal Jawa Tengah berhasil lolos dalam tahapan penilaian tingkat nasional.

Menurutnya, pencapaian tersebut harus diikuti dengan upaya pelestarian secara berkelanjutan agar warisan budaya tetap hidup, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pengunjung Apresiasi Pasar Raya Ramah Keluarga

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Salah seorang pengunjung asal Solo, Rebecca Dian, mengaku baru pertama kali menghadiri Pasar Raya Jawa Tengah.

Ia menilai acara tersebut sangat cocok sebagai destinasi wisata keluarga karena menghadirkan banyak permainan anak dengan lingkungan yang bersih dan nyaman.

“Permainan anak-anaknya keren dan tempatnya bersih. Yang penting itu areanya bersih. Kalau buat anak-anak jadi nyaman. Kalau kotor biasanya saya enggak ajak anak saya,” ujarnya.

Dengan perpaduan antara pertunjukan seni, pameran budaya, bazar UMKM, dan aktivitas keluarga, Pasar Raya Jawa Tengah 2026 diharapkan menjadi magnet wisata budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

APIP Harus Jadi Garda Terdepan, Cegah Tindak Pidana Korupsi di Pemerintah Daerah
Ahmad Luthfi Bidik Investasi Sembcorp untuk Bangun Kawasan Industri Baru di Jawa Tengah
Hadiri Haul Tas’an Wartono di Kudus, Wagub Soroti Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Berdampak
Banjir dan Longsor Belum Reda, Status Tanggap Darurat Pati Diperpanjang hingga 6 Februari
Ahmad Luthfi Minta Pejabat Tinggalkan Birokrasi Rutinitas dan Hadirkan Inovasi Nyata
TAGGED:pasar raya 2026seni budayaumkm
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat
Next Article Polrseta Banyumas saat konferensi pers terkait pelaku oplos LPG 3 kilogram Polresta Banyumas Ungkap Kasus Oplos LPG 3 Kilogram, Pertamina Imbau Masyarakat Beli di Pangkalan Resmi

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.