Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat
Jateng

Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 21 Juli 2026 18:36
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat
Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

ANCAMAN siber terus meningkat, untuk itu Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menegaskan penguatan keamanan siber menjadi prioritas dalam transformasi digital agar data strategis pemerintah tetap aman dari peretasan dan intervensi.

Contents
  • Transformasi Digital Tingkatkan Pelayanan dan Tata Kelola Pemerintahan
  • Data Pemerintah Harus Terlindungi dari Ancaman Siber
  • Pemprov Jateng Perkuat Implementasi SPBE di Seluruh Daerah
  • Kolaborasi Jadi Kunci Pemerintahan Digital yang Aman dan Berkualitas

Menurutnya, transformasi digital yang terus dipercepat di lingkungan pemerintahan membawa banyak manfaat bagi pelayanan publik. Namun di balik kemajuan tersebut, serangan atau ancaman siber semakin nyata dan menjadi tantangan serius yang harus diantisipasi oleh seluruh instansi pemerintah.

Menyikapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, meminta seluruh perangkat daerah memperkuat sistem keamanan data dan infrastruktur digital harus diperketat untuk mengantisipasi adanya ancaman siber, langkah ini sangat penting agar informasi strategis milik pemerintah terlindungi dari peretasan, sabotase, maupun intervensi pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pesan itu disampaikan Sumarno saat membuka Rapat Koordinasi Implementasi Pemerintah Digital Jawa Tengah di Gedung Gradika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (21/7/2026).

“Sebagai penyelenggara pemerintahan, kita punya tanggung jawab memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih akurat, lebih tepat, dan lebih transparan,” kata Sumarno.

Transformasi Digital Tingkatkan Pelayanan dan Tata Kelola Pemerintahan

Menurut Sumarno, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan modern. Pemanfaatan teknologi informasi memungkinkan pelayanan publik menjadi lebih cepat, efisien, transparan, serta mudah diakses masyarakat.

Tak hanya meningkatkan kualitas layanan, penerapan sistem digital juga memperkuat tata kelola pemerintahan melalui pencatatan dan pengawasan yang lebih akurat terhadap pengelolaan keuangan, aset daerah, hingga berbagai sumber daya lainnya.

Dengan sistem yang terdokumentasi secara digital, proses administrasi menjadi lebih tertib sekaligus memudahkan akuntabilitas dan pengawasan.

Data Pemerintah Harus Terlindungi dari Ancaman Siber

Di balik kemudahan tersebut, ada ancaman siber yang terus mengintai, untuk itu Sekda Sumarno mengingatkan bahwa aset terpenting dalam pemerintahan digital adalah data. Karena itu, perlindungan terhadap data elektronik harus menjadi perhatian utama seluruh instansi pemerintah.

Ia menegaskan, data pemerintah memiliki nilai strategis sehingga tidak boleh sampai mengalami kerusakan, pencurian, maupun manipulasi akibat serangan siber.

“Data ini sangat berharga. Apalagi kita sebagai penyelenggara pemerintahan, tentu data ini sangat penting. Jangan sampai data yang dikelola secara elektronik dirusak oleh orang lain, diintervensi, atau dibobol,” katanya.

Menurutnya, ancaman terhadap sistem digital atau lebih dikenal dengan ancaman siber sering kali tidak terlihat secara kasat mata, berbeda dengan sistem manual. Oleh sebab itu, langkah antisipasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penguatan sistem keamanan informasi.

“Cyber security ini menjadi sesuatu yang sangat penting yang harus diperhatikan. Patroli dan pengamanan sistem harus selalu dilakukan,” katanya.

Pemprov Jateng Perkuat Implementasi SPBE di Seluruh Daerah

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jawa Tengah, Lilik Henry Ristanto, mengatakan rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Ia mengungkapkan, hasil evaluasi SPBE tahun 2025 menunjukkan sejumlah daerah di Jawa Tengah telah berhasil meraih predikat “Memuaskan”, di antaranya Kabupaten Banyumas, Kabupaten Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, Rembang, serta Kota Semarang dan Kota Surakarta.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah daerah yang memerlukan pendampingan agar mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan digital.

“Jenengan punya beban moral untuk mengangkat yang kuning ke hijau muda. Ini cara provinsi memprovokasi lintas kabupaten/kota,” ujar Lilik.

Kolaborasi Jadi Kunci Pemerintahan Digital yang Aman dan Berkualitas

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong lahirnya komitmen bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat implementasi pemerintahan digital secara kolaboratif.

Daerah yang telah memiliki capaian tinggi diharapkan dapat berbagi pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik kepada daerah lain sehingga kualitas pelayanan publik berbasis digital semakin merata.

Selain meningkatkan efektivitas layanan kepada masyarakat, langkah tersebut juga diharapkan mampu membangun sistem pemerintahan digital yang aman, transparan, akuntabel, dan tangguh menghadapi ancaman siber di seluruh wilayah Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

Haul ke-126 Mbah Mahali di Blora, Ajak Masyarakat Teladani Kesalehan dan Perjuangan Ulama
Pilgub Jateng 2029 Diperkirakan Butuh Rp1 Triliun, Pemprov Mulai Siapkan Dana Cadangan
Tujuh Kali Anak Dirawat di Rumah Sakit, Supriyati Rasakan Manfaat JKN bagi Keluarga
Dua Jalur Strategis Diresmikan Gubernur, Konektivitas Ekonomi dan Wisata Jateng Makin Kuat
Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal
TAGGED:ancaman siberpengamanan datawaspada data digital
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Gubernur saat peresmian dua pabrik di KEK Kendal, bukti Jateng masih memikat bagi investor global Investasi Rp730 Miliar Masuk KEK Kendal, Ahmad Luthfi: Jateng Jadi Magnet Investor Global
Next Article Sekda Jateng saat pembukaan Pasar Raya Jawa Tengah 2026 Pasar Raya Jawa Tengah 2026 Resmi Dibuka di Solo, Hadirkan Seni, Budaya dan 50 UMKM

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.