Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Uang Kos bagi Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Uang Kos bagi Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
Jateng

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan UKT dan Uang Kos bagi Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

Afifah Anis CH
Last updated: 7 September 2026 13:47
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Mahasiswa NTT di Jawa Tengah terharu saat gubernur Ahmad Luthfi berikan UKT dan uang kos
Mahasiswa NTT di Jawa Tengah terharu saat gubernur Ahmad Luthfi berikan UKT dan uang kos. (dok. Pemprov)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) ikut berdampak pada mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Jawa Tengah. Sebagian dari mereka menghadapi kesulitan membayar uang kuliah dan biaya tempat tinggal karena orangtua masih berada di pengungsian.

Contents
  • Orangtua Mahasiswa Masih Mengungsi
  • 172 Mahasiswa NTT Terdampak Bencana
  • Mahasiswa Terharu Dapat Perhatian Gubernur
  • Pemprov Jateng Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Ia memastikan mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana tidak perlu kehilangan fokus menyelesaikan pendidikan karena persoalan biaya.

Saat mengunjungi tempat kos mahasiswa NTT di Jalan Pawiyatan Luhur Selatan III, Bendan Duwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (7/9/2026), Luthfi meminta jajaran Pemprov Jateng segera berkoordinasi dengan perguruan tinggi.

Dinas Pendidikan, Baznas Jateng, dan Bank Jateng diminta mencari skema keringanan hingga menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya kos selama satu sampai tiga bulan bagi mahasiswa terdampak.

“Kalian di sini anak saya. Pelajar dan mahasiswa di Jateng itu tanggung jawab saya,” kata Luthfi saat berdialog dengan mahasiswa.

Orangtua Mahasiswa Masih Mengungsi

Luthfi mengatakan kondisi keluarga mahasiswa di NTT menjadi perhatian karena sebagian orangtua mereka masih berada di pengungsian. Rumah yang rusak membuat sejumlah keluarga belum dapat kembali ke tempat tinggalnya.

Di sisi lain, aktivitas ekonomi di beberapa daerah terdampak juga belum pulih. Kondisi tersebut berpotensi membuat mahasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan dan sehari-hari.

Karena itu, Luthfi meminta mahasiswa tetap fokus kuliah dan tidak terlalu memikirkan persoalan ekonomi keluarga.

“Sampaikan kepada orangtua kalian di kampung, di sini kalian sudah ada orangtua yang memperhatikan,” ujarnya.

172 Mahasiswa NTT Terdampak Bencana

Berdasarkan pendataan kelompok mahasiswa NTT di Kota Semarang, sedikitnya 172 mahasiswa tercatat terdampak bencana. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Manggarai Raya, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Maumere.

Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena pendataan mahasiswa NTT terdampak masih dilakukan.

Untuk membantu kebutuhan sehari-hari, Pemprov Jateng juga menyalurkan 172 paket sembako Jaring Pengaman Sosial (JPS). Setiap paket bernilai Rp250 ribu, sehingga total bantuan mencapai sekitar Rp43 juta.

Mahasiswa Terharu Dapat Perhatian Gubernur

Suasana dialog berlangsung emosional ketika Maria Riani Nake, mahasiswi Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang asal NTT, menangis saat menceritakan kondisi orangtuanya.

Keluarganya masih bertahan di tenda darurat akibat rumah terdampak bencana. Meski komunikasi dengan keluarga masih dapat dilakukan, kendala jaringan terkadang membuat komunikasi terhambat.

“Sedih ingat orangtua di rumah yang saat ini masih mengungsi di tenda darurat. Terharu sudah dianggap anak sama Pak Gubernur Luthfi,” ujar Maria.

Hal serupa dialami Alfonsius Joivan Sar, mahasiswa asal Elar Selatan, Manggarai Timur. Ia mengatakan akses menuju daerah asalnya cukup sulit sehingga distribusi bantuan belum mudah menjangkau seluruh kampung.

Rumah keluarganya juga mengalami keretakan dan dinilai tidak lagi layak dihuni. Karena itu, keluarganya masih bertahan di posko pengungsian.

Pemprov Jateng Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan

Mahasiswa NTT mengapresiasi langkah Ahmad Luthfi yang datang langsung menemui mereka.

Armansyah, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, mengatakan perhatian tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Saya dan teman-teman dari NTT mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Tengah yang sudah menengok dan memberikan bantuan kepada kami, uang UKT dan uang kos,” katanya.

Sementara itu, Yuvensius Daseli, mahasiswa Untag Semarang, menyebut jumlah mahasiswa asal NTT di Kota Semarang diperkirakan hampir 300 orang yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi.

Ia mengapresiasi kepedulian pemerintah yang dinilai memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama berada di Jawa Tengah.

Langkah Pemprov Jateng tersebut menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut kebutuhan logistik dan tempat tinggal. Keberlangsungan pendidikan mahasiswa terdampak juga menjadi bagian penting agar bencana tidak menimbulkan persoalan baru berupa terhentinya pendidikan.

*Ikuti media sosial kami.

Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar
Perkuat Layanan, Posyandu dan PAUD Jateng Lakukan Kolaborasi dengan Akademisi
Kunjungan Kehormatan Diraja Brunei Buka Babak Baru Investasi Strategis di Jateng
Ahmad Luthfi Arahkan Perubahan APBD Jateng 2026 untuk Jalan, Pangan hingga Keringanan Pajak
Soroti Peran Mahasiswa dan Investasi, Gubernur Ajak BEM SI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Jateng
TAGGED:berikan beasiswagubernur ahmad luthfimahasiswa nttuang kos dan ukt
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kantor BPJS Kesehatan Cabang Kebumen BPJS Kesehatan Perkuat Standar Layanan JKN lewat CX126 di 126 Kantor Cabang
Next Article Polres Banjarnegara saat menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih Warga Jalatunda Krisis Air Bersih, Polres Banjarnegara Salurkan Bantuan

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.