Di bawah kepemimpinan Hj Nawal Arafah Yasin, Posyandu dan PAUD Jawa Tengah terus memperluas jejaring kolaborasi demi meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Kali ini, Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip) diajak bekerja sama untuk memperkuat layanan, khususnya di bidang kesehatan mental dan tumbuh kembang anak.
Langkah ini menjadi bagian dari tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan 44 perguruan tinggi di Jawa Tengah, termasuk Undip.
“Hari ini kita melakukan diskusi dan penjajakan kerja sama dengan Fakultas Psikologi Undip. Fokus kita adalah mengembangkan program-program di Bunda PAUD dan Posyandu,” ujar Ning Nawal, sapaan akrab Hj Nawal Arafah Yasin, usai audiensi di Ruang Rapat Fakultas Psikologi Undip Tembalang, Jumat (23/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Ning Nawal yang juga menjabat Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu sekaligus Bunda PAUD Jawa Tengah, memaparkan berbagai program unggulan serta peluang kolaborasi strategis dengan Fakultas Psikologi Undip.
Kesehatan Mental Jadi Kebutuhan Mendesak Layanan Masyarakat
Menurut Ning Nawal, kolaborasi dengan Fakultas Psikologi Undip dinilai penting karena Posyandu dan PAUD membutuhkan dukungan akademisi dan tenaga profesional, terutama dalam penguatan layanan kesehatan mental.
“Layanan kesehatan mental ini sangat relevan dengan permasalahan anak dan keluarga saat ini. Kita membutuhkan modul, peningkatan kapasitas, hingga kehadiran layanan kesehatan mental di Posyandu,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen tersebut.
Layanan kesehatan mental juga sejalan dengan inovasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Masyarakat (SPM), yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum.
Peluang Kolaborasi untuk Posyandu dan PAUD
Ning Nawal membeberkan sejumlah peluang kerja sama konkret yang dapat dijalankan bersama Fakultas Psikologi Undip, antara lain:
Untuk Posyandu:
- Penguatan kapasitas kader
- Penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana
- Layanan konseling dan pemulihan psikis bagi perempuan, anak, dan penyandang disabilitas korban kekerasan
Untuk PAUD:
- Peningkatan kapasitas guru PAUD terkait tumbuh kembang anak
- Edukasi kesehatan mental dan pengasuhan anak usia dini bagi orang tua
- Pendampingan psikologis bagi anak PAUD korban kekerasan atau bullying
Hasil audiensi ini akan ditindaklanjuti melalui diskusi lanjutan hingga penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pokja Bunda PAUD dan TP Posyandu Jawa Tengah dengan Fakultas Psikologi Undip.
“Nanti kita akan melakukan asesmen terlebih dahulu secara lebih konkret, kemudian dilanjutkan diskusi lanjutan sebelum penandatanganan PKS,” jelas Ning Nawal.
Fakultas Psikologi Undip Siap Dukung Penguatan Layanan
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi Undip, Prof Dian Ratna Sawitri, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan mental di Posyandu dan PAUD Jawa Tengah.
Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan erat, khususnya dalam bidang psikologi keluarga, kesehatan mental, psikologi perkembangan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Kami siap menerjunkan SDM profesional untuk pengembangan kapasitas guru PAUD dan kader Posyandu, penanganan anak berkebutuhan khusus, pemulihan kesehatan mental di daerah bencana, hingga pendampingan anak di day care,” ujarnya.
