SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan 16 personel gabungan bersama ribuan paket bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.
Pelepasan tim dan bantuan dilakukan dari Semarang, Senin (17/8/2026). Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, misi kemanusiaan tersebut tidak berhenti pada pengiriman logistik. Seluruh personel diminta memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Luthfi meminta tim segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT setelah tiba di lokasi, sehingga distribusi bantuan dapat menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Begitu nanti sampai di sana langsung ke gubernur, Bung Melki. Setiap hari kita update kegiatannya agar bantuan itu betul-betul tepat sasaran,” kata Luthfi.
Ribuan Paket Bantuan Dikirim dari Jawa Tengah
Paket Bantuan yang diberangkatkan mencakup kebutuhan pangan, sandang, keluarga, tempat tinggal sementara, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, hingga dukungan tenaga kesehatan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan, total bantuan yang dikirim terdiri atas beberapa kelompok kebutuhan. Untuk kebutuhan pangan, Jawa Tengah mengirim 3.795 paket bantuan, termasuk empat ton beras, makanan siap saji, biskuit, paket sembako, dan obat-obatan.
Sementara itu, terdapat 1.115 paket bantuan kebutuhan sandang dan keluarga yang berisi matras, selimut, kasur lipat, sarung, handuk, daster, family kit, popok bayi dan dewasa, serta perlengkapan keluarga lainnya.
Jateng juga mengirim 6.587 paket bantuan kebutuhan papan dan perlengkapan pendukung. Bantuan tersebut meliputi terpal, tenda gulung, tenda keluarga, dapur lapangan, lampu darurat, sabun cuci, sabun mandi, sampo, dan perlengkapan mandi.
Bantuan tersebut dihimpun dari sejumlah organisasi perangkat daerah Pemprov Jateng, BPBD Temanggung, BPBD Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah BUMD Jawa Tengah.
16 Personel Dibagi dalam Tiga Tim
Selain mengirimkan paket bantuan, Jateng juga menerjunkan 16 personel yang merupakan gabungan dari BPBD Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan PMI Jawa Tengah.
Mereka dibagi menjadi tiga fungsi utama, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan. Selain membantu penanganan kondisi darurat, para personel juga bertugas mendukung proses distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah.
Untuk menunjang mobilitas selama menjalankan misi kemanusiaan, rombongan membawa 10 kendaraan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor.
Perjalanan ke NTT Tempuh Jalur Darat dan Laut
Perjalanan menuju lokasi bencana bukan perkara singkat. Tim akan menempuh rute panjang dari Semarang menuju Tanjung Perak, kemudian menyeberang melalui Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, hingga Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Nagekeo dan Ende.
Posko lapangan di Kabupaten Ende menjadi titik utama operasi tim Jawa Tengah. Dari posko tersebut, relawan juga akan mendukung distribusi logistik ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Sikka.
Ahmad Luthfi mengingatkan seluruh personel untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Menurut dia, misi kemanusiaan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab tanpa mengabaikan keselamatan relawan maupun logistik yang dibawa.
“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bantuan NTT Akan Dilanjutkan ke Tahap Kedua
Pemprov Jateng memastikan bantuan untuk NTT tidak berhenti pada pengiriman paket bantuan tahap pertama. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan skema bantuan lanjutan dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Luthfi mengatakan, Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Sekretaris Daerah telah diminta berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk mempersiapkan dukungan tahap berikutnya.
“Pak Wagub dan Pak Sekda koordinasi dengan bupati dan wali kota lainnya untuk kita merencanakan tahap kedua. Ini baru tahap satu karena kondisi di sana fluktuatif sekali,” ujarnya.
Menurut Luthfi, pola bantuan lanjutan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. Dengan demikian, bantuan yang dikirim tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan warga terdampak.

Relawan Jateng: NTT Tidak Sendirian
Semangat kemanusiaan juga dibawa langsung oleh para relawan yang berangkat ke NTT. Relawan Tagana Dinas Sosial, Agus Budianto, menyampaikan pesan solidaritas kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Kepada saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur, kalian tidak sendirian. Kami, kontingen dari Jawa Tengah, siap membantu dan mengulurkan tangan untuk menyembuhkan luka-luka saudara kita di sana,” ujarnya.
Relawan BPBD Jateng, Aditya Rama Githananda, juga mengaku bersyukur dapat kembali terlibat dalam misi kemanusiaan. Sebelumnya, ia pernah ditugaskan membantu penanganan banjir bandang dan longsor di Sumatera pada November 2025.
Adit memperkirakan perjalanan darat menuju titik penanganan akan memakan waktu sekitar tiga hari. Setelah itu, tim masih harus menempuh perjalanan laut selama satu hingga dua hari dengan tiga kali penyeberangan.
“Semoga perjalanan kami diberikan keselamatan dan kelancaran. Mohon doanya,” katanya.
Di tengah upaya penanganan bencana, Ahmad Luthfi turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan masyarakat NTT yang kehilangan orang-orang tercinta akibat gempa.
“Saya mengucapkan belasungkawa dan dukacita atas meninggalnya saudara-saudara kita di wilayah NTT,” katanya.
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas Jawa Tengah terhadap masyarakat NTT sekaligus menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kolaborasi lintas daerah, terutama ketika kebutuhan di lokasi terdampak terus berubah.
*Ikuti media sosial kami.
