GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa untuk menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah. Hal ini ungkapkan gubernur dalam pembukaan Munas XIX BEM SI di Politeknik Negeri Semarang.
Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan, memperkuat inovasi, dan menyiapkan SDM unggul di tengah derasnya investasi.
Ahmad Luthfi Dorong Mahasiswa Berperan Aktif dalam Pembangunan Daerah
Gubernur Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia mengambil peran lebih luas dalam pembangunan daerah. Mahasiswa tidak cukup hanya dikenal sebagai agent of change, tetapi juga harus menjadi mitra strategis pemerintah yang mampu menghadirkan solusi, inovasi, sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial demi kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi menilai mahasiswa merupakan aset penting yang memiliki kapasitas intelektual, idealisme, dan kemampuan melahirkan inovasi untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi agent of change, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial sekaligus menyalurkan energi dan idealismenya untuk ikut membangun daerah,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan daerah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemprov Jateng Gandeng 77 Perguruan Tinggi dan Perkuat SDM Hadapi Investasi
Sebagai bentuk kolaborasi konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalin nota kesepahaman dengan 77 rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kerja sama tersebut mencakup berbagai program strategis, mulai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, hilirisasi hasil riset dan inovasi kampus, hingga keterlibatan akademisi dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
“Mahasiswa adalah aset dan mitra strategis untuk memajukan wilayah kita,” katanya.
Luthfi juga menyoroti tingginya realisasi investasi di Jawa Tengah yang harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia berkualitas agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Sepanjang 2025, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp110 triliun dengan penyerapan tenaga kerja hampir 450 ribu orang. Sementara pada semester pertama 2026, nilai investasi telah mencapai Rp48,5 triliun dan menyerap hampir 213 ribu tenaga kerja.
Untuk memenuhi kebutuhan industri, Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat pendidikan vokasi melalui pengembangan SMK unggulan, politeknik, hingga Balai Latihan Kerja (BLK) agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
“Kita punya SMK unggulan, kita punya politeknik, kita punya BLK yang disiapkan agar kebutuhan tenaga kerja di Jawa Tengah dapat terpenuhi,” ujar Luthfi.
BEM SI Siap Perkuat Konsolidasi Mahasiswa Nasional dan Mitra Strategis Pemerintah
Sementara itu, Koordinator BEM SI, Muzammil Ihsan, mengatakan Munas XIX menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi mahasiswa serta menjadikan mahasiswa sebagai mitra strageis sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan nasional dan global.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan bangsa serta berkontribusi melalui gagasan yang konstruktif.
“Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di tengah kondisi geopolitik global saat ini,” kata Muzammil Ihsan.
Ia berharap Munas XIX BEM SI menghasilkan rekomendasi dan menjadi mitra strategis yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional maupun pembangunan daerah melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah.
*Ikuti media sosial kami.
