KOMITMEN Bupati Fahmi Muhammad Hanif untuk mengembalikan gaji dan tunjangannya kepada masyarakat kembali diwujudkan. Melalui program “Satu Langkah Kepedulian, Berbagi untuk Bersama”, Bupati menyalurkan 135 paket sembako kepada warga kurang mampu di Balai Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Jumat (24/7/2026).
- Bantuan Berasal dari Gaji Pribadi Bupati Fahmi, Wujud Janji kepada Masyarakat
- Program Purbalingga Gotong Royong Akan Diperluas
- Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Meski Anggaran Terbatas
- Tinjau Langsung Lansia hingga Anak Penyandang Disabilitas
- Pastikan Balita Penyintas Meningitis Dapat Bantuan Pengobatan
Yang membedakan program ini, seluruh bantuan berasal dari gaji dan tunjangan pribadi Bupati Fahmi, bukan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain menyerahkan bantuan sembako, Fahmi juga turun langsung mengunjungi sejumlah warga rentan untuk memastikan kebutuhan mereka segera ditangani oleh pemerintah daerah.
Bantuan Berasal dari Gaji Pribadi Bupati Fahmi, Wujud Janji kepada Masyarakat
Dalam sambutannya, Bupati Fahmi menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen yang telah ia sampaikan kepada masyarakat sejak masa kampanye.
Menurutnya, jabatan yang diemban harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya dengan mengembalikan sebagian penghasilannya kepada warga yang membutuhkan.
“Sebelum menjadi bupati, saya berkomitmen mewakafkan diri untuk kemajuan Kabupaten Purbalingga. Hari ini adalah bukti bahwa janji kampanye tersebut kami realisasikan dalam bentuk bantuan kepada masyarakat,” ujar Fahmi.
Ia mengakui nilai bantuan yang diberikan belum besar, namun memiliki makna karena seluruhnya berasal dari penghasilannya sebagai kepala daerah.
“Walaupun tidak seberapa, bantuan ini spesial karena bersumber dari gaji bupati, bukan dari APBD. Mohon maaf kalau belum banyak karena gaji bupati juga kecil, jadi yang bisa saya berikan ya saya berikan,” katanya.
Bupati Fahmi menegaskan, program tersebut akan terus dijalankan selama masa kepemimpinannya sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Ini komitmen kami agar selama pemerintahan dapat memberi manfaat dan memberi dampak nyata kepada masyarakat,” tegasnya.
Program Purbalingga Gotong Royong Akan Diperluas
Ke depan, program bantuan sosial tersebut akan diperkuat melalui gerakan Purbalingga Gotong Royong dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, lembaga filantropi, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, bantuan yang diberikan tidak hanya berupa sembako, tetapi juga perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan perlengkapan sekolah, jambanisasi, alat bantu bagi penyandang disabilitas, hingga bantuan transportasi untuk pengobatan.
“Kami ingin gerakan ini menjadi lebih besar melalui Program Purbalingga Gotong Royong. Semua pihak kami ajak membantu masyarakat yang membutuhkan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ungkapnya.
Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Meski Anggaran Terbatas
Dalam kesempatan itu, Bupati Fahmi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga tetap berupaya menjalankan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran akibat berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat.
Salah satu proyek yang dipastikan terealisasi tahun ini adalah perbaikan ruas jalan Kembangan–Panican yang melintasi Desa Tidu.
“Mohon maaf jika belum maksimal karena anggarannya terbatas. Menyelesaikan berbagai persoalan di Purbalingga tidak bisa dilakukan dalam sekejap, tetapi kami berkomitmen untuk merealisasikannya secara bertahap,” ujarnya.
Tinjau Langsung Lansia hingga Anak Penyandang Disabilitas
Usai menyerahkan bantuan secara simbolis, Bupati Fahmi bersama jajaran perangkat daerah mendatangi sejumlah warga yang membutuhkan penanganan khusus.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Satini (80), seorang lansia sebatang kara di Desa Tidu. Meski telah menerima bantuan sosial pemerintah, rumah yang ditempatinya belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan. Dalam kesempatan itu, Bupati memastikan rumah Satini akan direnovasi melalui dukungan Baznas, sekaligus menyerahkan paket sembako dan bantuan uang dari dana pribadinya.
Selanjutnya, Bupati Fahmi mengunjungi Ahmadi (65) yang mengalami cacat permanen akibat beberapa kali terjatuh dari pohon kelapa. Kondisi tersebut membuatnya tidak lagi mampu bekerja, sementara ia juga harus merawat istri dan seorang anak yang mengalami gangguan jiwa.
Menanggapi kondisi itu, Bupati memastikan Dinas Sosial akan memberikan bantuan kursi roda serta menyerahkan sembako dan santunan pribadi kepada keluarga tersebut.
Pastikan Balita Penyintas Meningitis Dapat Bantuan Pengobatan
Kunjungan terakhir dilakukan ke rumah Ayu Nindya Saputri (3,5 tahun) yang mengalami spasme akibat meningitis dan masih menjalani terapi rutin di rumah sakit di Banyumas maupun Solo.
Selain memastikan kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, Bupati juga menginstruksikan agar keluarga memperoleh bantuan biaya transportasi selama menjalani proses pengobatan. Dalam kesempatan tersebut, Fahmi turut menyerahkan paket sembako dan bantuan uang dari dana pribadinya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Purbalingga ingin memastikan bahwa bantuan sosial tidak hanya berhenti pada penyaluran sembako, tetapi juga diikuti langkah nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian dan pendampingan berkelanjutan.
*Ikuti media sosial kami.
