PEMKAB Purbalingga memperkuat kapasitas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) melalui Kuliah Amil Zakat. Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan tepat sasaran guna mendukung pengentasan kemiskinan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Untuk itu, Pemkab Purbalingga terus mendorong tat kelola zakat yang professional, dan akuntabel. Sehingga sangat diperlukan penguatan peran UPZ sebagai ujung tombak penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Melalui peningkatan kapasitas pengurus UPZ, Pemkab Purbalingga berharap pengelolaan dana umat semakin profesional, transparan, akuntabel, serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Suroto, saat mewakili Bupati Purbalingga membuka Kuliah Amil Zakat bagi Pengurus UPZ BAZNAS Purbalingga di Operational Room Graha Adiguna, Senin (27/7/2026).
Menurut Suroto, pengelolaan zakat bukan sekadar aktivitas administratif, tetapi merupakan amanah yang harus dijalankan sesuai syariat Islam, regulasi, dan prinsip tata kelola yang baik agar semakin dipercaya masyarakat.
“Dengan terbangunnya sistem dan tata kelola yang baik, saya yakin hal itu akan berbanding lurus dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS,” ujar Suroto.
Ia menegaskan, meningkatnya kepercayaan publik akan berdampak langsung pada optimalisasi penghimpunan zakat yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Purbalingga.
BAZNAS Purbalingga Himpun Rp3,44 Miliar
Ketua BAZNAS Kabupaten Purbalingga, Soedijanto, mengatakan Kuliah Amil Zakat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme para pengurus UPZ, baik yang berada di organisasi perangkat daerah (OPD) maupun di tingkat desa.
Menurutnya, pengurus UPZ memiliki peran penting dalam mengoptimalkan potensi zakat sehingga diperlukan pemahaman yang memadai mengenai tata kelola penghimpunan dan pendistribusian dana zakat.
“Dengan adanya Kuliah Amil ini, kami berharap kapasitas para pengurus UPZ semakin meningkat sehingga dapat mendorong optimalisasi pengumpulan zakat di Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Ia mengungkapkan, hingga Juni 2026 BAZNAS Purbalingga berhasil menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp3.446.967.122. Dari total tersebut, Rp3.136.121.404 telah disalurkan kepada masyarakat melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
Pemkab Purbalingga, Program BAZNAS Menjangkau Berbagai Kebutuhan Masyarakat
Soedijanto menjelaskan, dana yang dihimpun BAZNAS telah disalurkan melalui sejumlah program unggulan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, tentunya ini menjadi bagian dari kolaborasi Baznas dengan Pemkab Purbalingga.
Melalui Program Purbalingga Dakwah, bantuan diberikan kepada marbot masjid, guru ngaji, serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan.
Sementara pada Program Purbalingga Sehat, BAZNAS memberikan bantuan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, termasuk pengoperasian layanan ambulans gratis yang setiap hari melayani antar-jemput pasien sesuai jadwal pendaftaran.
“Setiap hari kami melayani antar-jemput pasien yang sudah mendaftar dan semuanya gratis,” katanya.
Di sektor pendidikan, Program Purbalingga Cerdas menyalurkan bantuan pendidikan bagi pelajar tingkat SMP/MTs hingga SMA/SMK.
Sedangkan melalui Program Purbalingga Sejahtera, BAZNAS mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penyaluran zakat produktif kepada para penerima manfaat.
Tak hanya itu, Program Purbalingga Peduli juga hadir membantu masyarakat melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jamban keluarga, hingga distribusi air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan.
Berbagai program Pemkab Purbalingga tersebut diharapkan semakin memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi angka kemiskinan secara berkelanjutan.
*Ikuti media sosial kami.
