Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 4.620 Mahasiswa KKN Undip Diterjunkan ke 10 Daerah, Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > 4.620 Mahasiswa KKN Undip Diterjunkan ke 10 Daerah, Perkuat Program Kecamatan Berdaya
Jateng

4.620 Mahasiswa KKN Undip Diterjunkan ke 10 Daerah, Perkuat Program Kecamatan Berdaya

kaisar
Last updated: 7 Juli 2026 17:53
By kaisar
5 Min Read
Share
Gubernur lepas mahasiswa KKN Undip, Dukung Program Kecamatan Berdaya
Gubernur lepas mahasiswa KKN Undip, Dukung Program Kecamatan Berdaya. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui program Kecamatan Berdaya.

Contents
  • Mahasiswa Harus Jadi Agen Solusi Pembangunan Desa Menuju Kecamatan Berdaya
  • Kolaborasi Perguruan Tinggi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan
  • Mahasiswa Siapkan Program Kesehatan, Lingkungan, hingga Penguatan UMKM
  • Undip Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Jawa Tengah
  • KKN Jadi Laboratorium Pembangunan Berbasis Masyarakat

Untuk mendukung program tersebut, sebanyak 4.620 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) resmi diterjunkan ke 10 kabupaten/kota sebagai bagian dari implementasi Program Kecamatan Berdaya, salah satu strategi unggulan Pemprov Jateng dalam mendorong pembangunan wilayah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam memetakan persoalan di desa, menggali potensi daerah, serta menghadirkan solusi berbasis riset yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan pembangunan sebagai bagian dari program Kecamatan Berdaya.

Pelepasan ribuan mahasiswa KKN dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (7/7/2026).

Mahasiswa Harus Jadi Agen Solusi Pembangunan Desa Menuju Kecamatan Berdaya

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat Program Kecamatan Berdaya.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki sekitar 8.710 desa dengan karakteristik, tantangan, dan potensi yang sangat beragam. Karena itu, pendekatan pembangunan melalui kecamatan dipandang lebih efektif sebagai pusat koordinasi berbagai program pemerintah.

“Hari ini saya bangga Undip telah memberangkatkan adik-adik kita di 10 kabupaten/kota dalam rangka KKN tematik dan reguler. Tentu ini akan sangat membantu sekali untuk pengembangan wilayah,” kata Ahmad Luthfi.

Ia menjelaskan, Kecamatan Berdaya dirancang sebagai simpul pembangunan yang mengintegrasikan berbagai program pemerintah agar manfaatnya lebih cepat dirasakan masyarakat desa.

“Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya. Kecamatan Berdaya ini adalah representasi aplikasi program bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Kolaborasi Perguruan Tinggi Jadi Kunci Percepatan Pembangunan

Ahmad Luthfi menilai, keberhasilan pembangunan desa tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Peran perguruan tinggi sangat penting karena mahasiswa memiliki kemampuan melakukan identifikasi persoalan di lapangan sekaligus menyusun rekomendasi berdasarkan kajian ilmiah.

Selain mahasiswa Undip, pada hari yang sama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga melepas mahasiswa KKN dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) untuk mendukung pelaksanaan Program Kecamatan Berdaya di berbagai wilayah.

“Hari ini untuk KKN Undip, ada juga KKN Unsoed yang dibuka oleh Pak Wakil Gubernur. Kita fokuskan kepada Kecamatan Berdaya,” ujar Luthfi.

Ia berharap setiap kelompok KKN mampu melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta karakteristik daerah masing-masing.

“Adik-adik nanti lahirkan bentuk KKN yang bisa memberikan masukan untuk Kecamatan Berdaya, terutama dalam rangka pengembangan wilayah sesuai kearifan lokal,” tambahnya.

Mahasiswa Siapkan Program Kesehatan, Lingkungan, hingga Penguatan UMKM

Komitmen menghadirkan solusi nyata mulai terlihat dari berbagai program yang telah disiapkan mahasiswa.

Lasma Siombing, mahasiswa Keperawatan Fakultas Kedokteran Undip yang ditempatkan di Desa Kunti, Kabupaten Boyolali, akan fokus pada edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan gigi, serta penyuluhan kesehatan bagi guru dan siswa.

Sementara itu, tim KKN di Desa Jendi, Kabupaten Wonogiri, menemukan persoalan kekeringan dan pengelolaan sampah saat survei awal.

Koordinator Desa, Naila Safa Zuri, mengatakan timnya akan mengembangkan program pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme sebagai solusi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah.

Di desa yang sama, Wakil Koordinator Desa Farid Wafatsoqafian melihat potensi ekonomi lokal melalui industri kerupuk dan sektor peternakan. Timnya akan memberikan pendampingan strategi pemasaran, termasuk memperkenalkan peluang ekspor agar produk desa memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Undip Siap Dukung Program Prioritas Pemerintah Jawa Tengah

Rektor Undip Suharnomo menegaskan, pihak kampus berkomitmen mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui pelaksanaan KKN reguler maupun tematik.

Fokus pendampingan mahasiswa tidak hanya menyentuh pembangunan desa, tetapi juga penguatan UMKM, percepatan penurunan angka stunting, penurunan angka kematian ibu, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami akan support terus Pemerintah Jawa Tengah, baik melalui KKN reguler lewat OPD-OPD yang ada kerja samanya maupun KKN tematik yang dibutuhkan masyarakat di tempat masing-masing,” kata Suharnomo.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di daerah.

KKN Jadi Laboratorium Pembangunan Berbasis Masyarakat

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perguruan tinggi diharapkan menjadikan program KKN lebih dari sekadar kegiatan akademik tahunan.

Melalui pendekatan berbasis riset, pemetaan potensi desa, dan pendampingan masyarakat secara langsung, mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi pembangunan yang berkelanjutan. Hasil-hasil KKN nantinya juga diharapkan menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan daerah, sehingga Program Kecamatan Berdaya mampu mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa di Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

6 Juta Wisatawan Diprediksi Padati Destinasi Wisata Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng, Pesan Damai dan Persatuan Dipancarkan ke Indonesia
Bukan Sekadar Bersih-Bersih World Cleanup Day 2026, Jateng Bidik “Merdeka” dari Sampah
Geliat Ekonomi Jateng Saat Lebaran 2026, UMKM Panen, Kunjungan Wisata Naik Seiring Arus Mudik
Soroti Peran Mahasiswa dan Investasi, Gubernur Ajak BEM SI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Jateng
TAGGED:desa mandirigubernur jatengkecamatan berdayamahasiswa KKN Undip
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Khitanan massal PT PLN Indonesia Power UBP Mrica Banjarnegara Libur Sekolah Jadi Momen Bahagia, 53 Anak Ikut Khitan Gratis dari PLN Indonesia Power UBP Mrica
Next Article Gubernur siapkan bantuan pendidikan untuk warga miskin ekstrem Pastikan Tak Ada yang Putus Sekolah, Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Bantuan untuk 5.000 Anak Miskin Ekstrem

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.