Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis
JatengNasional

Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis

Afifah Anis CH
Last updated: 19 Februari 2026 20:44
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
kerjasama investasi
Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis. (dok. Pempriv Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah semakin agresif membuka peluang investasi global. Kali ini, sektor ekonomi hijau, layanan kesehatan, dan industri padat karya ditawarkan langsung kepada investor India sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Contents
  • Ekonomi Hijau dan Industri Medis Jadi Daya Tarik Baru
  • Investasi India di Jateng Tembus Rp646,52 Miliar
  • Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen Dijaga Lewat Investasi
  • Groundbreaking Perusahaan India Direncanakan Agustus 2026

Langkah tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, Kamis (19/2/2026). Pertemuan itu juga dihadiri sejumlah pengusaha India yang telah menanamkan modalnya di Indonesia.

“Ke depan kami menawarkan green economy, tenaga medis profesional dan rumah sakit, serta industri padat karya terutama sektor garmen,” ujar Ahmad Luthfi.

Ekonomi Hijau dan Industri Medis Jadi Daya Tarik Baru

Pemprov Jateng melihat peluang besar pada sektor ramah lingkungan dan layanan kesehatan yang kini menjadi perhatian global. Selain industri tekstil yang sudah lebih dulu berkembang, sektor ekonomi hijau dinilai memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan.

Di sisi lain, kebutuhan tenaga medis profesional dan pengembangan rumah sakit modern menjadi peluang strategis kerja sama bilateral. Kombinasi antara pasar besar dan tenaga kerja produktif menjadikan Jawa Tengah sebagai lokasi potensial ekspansi bisnis India.

Investasi India di Jateng Tembus Rp646,52 Miliar

Berdasarkan data terbaru, realisasi investasi India di Jawa Tengah saat ini menempati peringkat ke-17 dengan nilai mencapai Rp646,52 miliar.

Sebaran investasinya meliputi:

  • Industri tekstil sekitar 62 persen
  • Hotel dan restoran 16 persen
  • Perdagangan dan reparasi 12 persen
  • Industri kayu 4 persen
  • Sektor lainnya

Angka tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua pihak telah berjalan, namun masih terbuka ruang ekspansi yang lebih luas.

Pertumbuhan Ekonomi 5,37 Persen Dijaga Lewat Investasi

Ahmad Luthfi menegaskan, masuknya investasi baru sangat penting untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,37 persen dengan angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen.

Menurutnya, kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menjadi motor penggerak stabilitas ekonomi daerah.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Jateng berencana melakukan studi komparatif ke India guna memperkuat keyakinan investor bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang ramah, stabil, dan kompetitif.

Groundbreaking Perusahaan India Direncanakan Agustus 2026

Dalam kesempatan yang sama, Shri Sandeep Chakravorty menyampaikan apresiasi terhadap iklim investasi di Jawa Tengah yang dinilai stabil secara sosial maupun ekonomi.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu perusahaan asal India berencana melakukan groundbreaking di Jawa Tengah pada Agustus 2026 dengan nilai investasi sekitar 30 juta dolar AS.

Menurutnya, India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah memiliki kesamaan karakteristik sebagai wilayah dengan populasi besar yang menjadi potensi pasar sekaligus sumber tenaga kerja produktif.

“Perusahaan kami merasa sangat nyaman di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri,” ujarnya.

*Ikuti media sosial kami

Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
Hari Jadi ke-81 Jateng: Antea Hidupkan Lagi Karya WR Soepratman di Boyolali
Gencarkan Layanan Kesehatan Ternak Keliling untuk Menjamin Kesehatan Hewan Kurban
Bedah Rumah 2026, 30 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jateng Dibedah Tahun Ini
Jateng Percepat Solusi Krisis Sampah, Semarang Raya Jadi Proyek Perdana Sampah Jadi Listrik
TAGGED:industri hijauinvestasipeluang kerjasama
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Siap tuntaskan jalan berlubang Jelang Mudik Lebaran 2026, 4.870 Titik Jalan Berlubang di Jawa Tengah Dituntaskan
Next Article Polisi bagi takjil Bukan Razia, Polisi di Cilacap Justru Bagi Takjil Gratis, Warga Terkejut dan Terharu

Berita Terbaru

Final Football Santri 2026, ajang pembinaan sepak bola dari kalangan pesantren
Final Football Santri 2026, Dorong Pembinaan Sepak Bola dari Pesantren
Jateng
Atlet sepak takraw Banjarnegara sukses sumbangkan perak untuk Banjarnegara di Porprov Jateng 2026
Porprov Jateng 2026: Banjarnegara Raih Perak Pertama, Kini Kantongi 6 Medali
Banjarnegara
Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.