PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program besar peningkatan kualitas infrastruktur pada tahun 2026. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, peningkatan, dan rehabilitasi puluhan ruas jalan serta sejumlah jembatan strategis di berbagai kabupaten dan kota.
- Daftar Ruas Infrastruktur Jalan yang Akan Ditingkatkan pada 2026
- Belasan Ruas Jalan Masuk Program Rehabilitasi
- Sejumlah Jembatan Strategis Juga Akan Diperbaiki
- Jalan Provinsi Sepanjang 2.414 Kilometer Tetap Dipelihara Rutin
- Jalan Randublatung–Cepu di Blora Jadi Proyek Prioritas
- Gubernur Ahmad Luthfi Minta Jalan Rusak Berat Jadi Prioritas
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung mobilitas masyarakat yang lebih aman dan nyaman.
Kepala Dinas PUPR Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan berbagai proyek infrastruktur telah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 dengan fokus pada ruas jalan yang memiliki tingkat kerusakan tinggi maupun jalur strategis penghubung antardaerah.
Daftar Ruas Infrastruktur Jalan yang Akan Ditingkatkan pada 2026
Sejumlah ruas infrastruktur jalan provinsi yang akan mendapatkan program peningkatan kualitas pada tahun depan meliputi:
- Wiradesa – Kajen
- Wanayasa – Kalibening
- Jalan Brigjen Sudiarto
- Jepara – Keling
- Kudus – Colo
- Todanan – Ngawen
- Demak – Godong
- Singget – Batas Kabupaten Grobogan – Doplang – Cepu
- Kuwu – Galeh
- Galeh – Ngrampal
- Sirampog – Bumiayu
- Jalur Penyelamat Kalijambe
- Batas Kota Salatiga – Kedungjati – Batas Kabupaten Grobogan
Peningkatan jalan tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas jaringan transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Belasan Ruas Jalan Masuk Program Rehabilitasi
Selain peningkatan jalan, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan rehabilitasi pada sejumlah ruas yang mengalami kerusakan dengan tingkat sedang hingga berat.
Ruas jalan yang akan direhabilitasi meliputi:
- Pati – Tayu
- Pati – Kayen – Sukolilo
- Jepara – Kudus
- Patikraja – Kaliori
- Sidareja – Cukangleusleus
- Karanganyar – Tawangmangu – Kalisoro
- Ngadirojo – Biting – Perbatasan Jawa Timur
- Ngadirojo – Giriwoyo
- Wonogiri – Manyaran – Blimbing
- Sapuran – Kepil
- Bandungsari – Paningkaban
- Bandungsari – Salem
Program rehabilitasi ini dilakukan untuk memperpanjang usia layanan jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah Jembatan Strategis Juga Akan Diperbaiki
Tak hanya fokus pada jalan, pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jembatan.
Pada 2026, Pemprov Jawa Tengah menjadwalkan penggantian Jembatan Dengkeng di Kabupaten Klaten yang berada pada ruas Karangwuni–Batas Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Sementara itu, beberapa jembatan yang akan direhabilitasi antara lain:
- Jembatan Lusi Putat di Lingkar Utara Purwodadi
- Jembatan Jurang Gowang pada ruas Kutoarjo–Bruno, Kabupaten Purworejo
- Jembatan Kalidawe pada ruas Parakan–Patean
- Jembatan Krompeng pada ruas Kajen–Batang
Perbaikan jembatan tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran arus transportasi dan mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan infrastruktur.
Jalan Provinsi Sepanjang 2.414 Kilometer Tetap Dipelihara Rutin
Di luar proyek peningkatan dan rehabilitasi, Pemprov Jawa Tengah juga akan melaksanakan pemeliharaan rutin terhadap jalan provinsi sepanjang 2.414,59 kilometer yang tersebar di 173 ruas jalan.
Selain itu, pemeliharaan berkala juga dilakukan pada jaringan jembatan provinsi dengan total panjang mencapai 26.445,77 meter.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kondisi infrastruktur agar tetap berfungsi optimal dan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.
Jalan Randublatung–Cepu di Blora Jadi Proyek Prioritas
Salah satu proyek prioritas yang akan dikerjakan pada 2026 adalah penanganan ruas Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora.
Menurut Henggar, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp5,276 miliar dan saat ini telah memasuki tahap pelelangan.
Dana tersebut akan difokuskan untuk memperbaiki kerusakan berat yang berada di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
“Desain teknis akan dievaluasi agar panjang jalan yang diperbaiki dapat ditambah lagi,” kata Henggar.
Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menangani ruas Singget–Doplang–Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan nilai anggaran mencapai Rp19,92 miliar.
Selain melalui APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah juga mengusulkan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Blora untuk mendapatkan dukungan pendanaan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Gubernur Ahmad Luthfi Minta Jalan Rusak Berat Jadi Prioritas
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur, termasuk laporan yang disampaikan melalui media sosial.
Menurutnya, jalan dengan tingkat kerusakan berat harus segera masuk dalam prioritas penanganan dan dikerjakan secara profesional agar memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.
“Begitu ada jalan berlubang dan sudah rusak berat, maka harus menjadi skala prioritas penanganannya. Harus dikerjakan secara profesional, jangan asal-asalan,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah daerah mengawal berbagai usulan bantuan dari pemerintah pusat agar percepatan pembangunan infrastruktur di Jawa Tengah dapat segera terealisasi.
Pemprov Jawa Tengah menilai keterlibatan masyarakat melalui kritik, masukan, dan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah, tidak hanya pada sektor infrastruktur, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pangan, hingga perumahan.
*Ikuti media sosial kami.
