SEMARANG – Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat antusiasme tinggi. Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 15.159 pengunjung datang dan nilai transaksi penjualan mencapai Rp1,165 miliar.
Namun, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai keberhasilan pameran tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung dan omzet. Hal terpenting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu membawa UMKM Jawa Tengah naik kelas dan memperluas pasar.
Produk UMKM Jateng Mulai Tembus Pasar Malaysia
Taj Yasin mengatakan, pameran telah memberikan dampak nyata bagi sejumlah pelaku UMKM. Salah satunya produk jamu yang mendapatkan peluang kerja sama dengan mitra dari Malaysia.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan pameran bukan sekadar ruang promosi dan transaksi, tetapi juga dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujarnya.
Ia berharap UMKM yang sebelumnya hanya menguasai pasar lokal dapat berkembang ke tingkat nasional hingga internasional.
UMKM Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi Jateng
Taj Yasin menegaskan penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan. Ia juga mengapresiasi peran organisasi perangkat daerah (OPD) dalam memberikan pendampingan, termasuk membantu pelaku UMKM yang ingin mengembangkan pasar ekspor.
Menurutnya, sektor UMKM telah terbukti memiliki daya tahan tinggi ketika menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19. Karena itu, penyelenggaraan pameran ke depan diharapkan tidak hanya mampu mendatangkan pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi dan pembelian produk UMKM.
Pameran UMKM Diikuti 221 Stan
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan pameran UMKM tahun ini mengusung konsep zonasi tematik untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung sekaligus memperluas ruang promosi bagi pelaku usaha.
Total terdapat 221 stan pameran UMKM, terdiri atas: 35 stan Kranasda Expo, 50 stan komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan UMKM binaan Bank Jateng, dan 6 mobil pelayanan OPD teknis.
Selain pameran produk, berbagai kegiatan pendukung turut digelar, mulai dari lomba memasak ikan, job fair yang melibatkan 40 perusahaan, lomba mural, lomba menggambar, hingga lomba stan terbaik.
Pengunjung juga disuguhi hiburan musik dan nonton bareng film-film lawas setiap malam.
Transaksi Hari Ketiga Capai Sekitar Rp300 Juta
Antusiasme pengunjung turut berdampak pada transaksi. Pada hari pertama, omzet Dekranasda Expo tercatat sekitar Rp200 juta, kemudian sekitar Rp165 juta pada hari kedua. Sementara hingga Sabtu sore atau hari ketiga, transaksi mencapai sekitar Rp300 juta.
Secara keseluruhan, hingga menjelang penutupan, transaksi penjualan dari rangkaian pameran mencapai Rp1,165 miliar.
Selain itu, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus membantu mendongkrak penjualan produk UMKM.
Pameran UMKM Diharapkan Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Desy berharap pameran UMKM tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, mitra bisnis, pemerintah, dan pasar yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Dengan jumlah pengunjung lebih dari 15 ribu orang dan transaksi mencapai Rp1,165 miliar, Pameran UMKM HUT ke-81 Jawa Tengah menunjukkan potensi besar sektor usaha kecil dan menengah sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
*Ikuti media sosial kami.
