SELAMA ini, perayaan kelulusan sekolah identik dengan aksi corat-coret seragam sekolah, namun hal ini tidak berlaku bagi siswa SMP Sultan Agung Kawunganten, Kabupaten Cilacap, yang justru memilih mendonasikan seragam sekolahnya untuk adik kelas.
Para siswa kelas IX sekolah tersebut mengubah kebiasaan yang umum dilakukan para pelajar saat merayakan kelulusan. Alih-alih merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret seragam atau konvoi kendaraan, sebanyak 133 siswa kelas IX memilih menyumbangkan seragam dan perlengkapan sekolah yang masih layak pakai kepada adik kelas mereka.
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangkaian acara tasyakuran kelulusan yang digelar sekolah pada Sabtu (6/6/2026). Seragam, sepatu, dan perlengkapan sekolah yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan oleh siswa kelas VII dan VIII yang membutuhkan.
Kepala SMP Sultan Agung Kawunganten, Gerismanto, S.Pd., mengatakan pihak sekolah sengaja mengarahkan perayaan kelulusan ke kegiatan yang lebih positif dan bernilai sosial.
“Biasanya perayaan kelulusan identik dengan corat-coret seragam atau konvoi kendaraan. Tahun ini kami mengimbau siswa untuk menunjukkan kepedulian dengan mendonasikan pakaian sekolah yang sudah tidak digunakan kepada adik-adik kelas. Alhamdulillah respons siswa dan orang tua sangat baik,” ujarnya.
Menurut Gerismanto, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada para siswa.
“Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kepedulian sosial, berbagi, dan memanfaatkan barang yang masih layak pakai agar memiliki nilai guna lebih panjang,” katanya.
Siswa Nilai Donasi Seragam Lebih Bermanfaat daripada Corat-coret
Salah satu lulusan kelas IX, Wulan Karomah, mengaku ikut menyumbangkan seragam sekolah dan sepatu yang masih dalam kondisi baik. Ia menilai langkah tersebut jauh lebih bermanfaat dibandingkan mengikuti tradisi corat-coret seragam.
“Karena kami sudah lulus, seragam ini sayang jika tidak dipakai lagi. Akhirnya kami sepakat untuk memberikannya kepada adik-adik kelas yang masih membutuhkan,” kata Wulan.
Ia berharap budaya berbagi seperti ini dapat terus dilanjutkan oleh angkatan berikutnya.
“Daripada dicorat-coret, lebih baik disumbangkan karena lebih berguna. Menurut saya, corat-coret bukan budaya yang harus diteruskan,” tambahnya.
Adik Kelas Sambut Antusias Bantuan Seragam Bekas Layak Pakai
Program donasi seragam yang dilakukan siswa kelas IX SMP Sultan Agung Kawunganten tersebut mendapat sambutan positif dari para siswa penerima. Salah satunya Dhea Nathasya, siswi kelas VIII yang memperoleh beberapa seragam dari kakak kelasnya.
“Saya mendapatkan baju batik identitas dan batik perpisahan. Senang sekali karena masih bagus dan bisa dipakai. Selain itu juga menjadi kenangan dari kakak-kakak kelas yang sudah lulus,” ujarnya.
Menurut Dhea, kondisi pakaian yang disumbangkan masih sangat layak digunakan sehingga dapat membantu siswa lain sekaligus mengurangi pemborosan.
Kelulusan Dikemas dengan Nuansa Budaya Jawa yang Kental
Selain aksi sosial berbagi seragam, prosesi tasyakuran kelulusan tahun ini juga menghadirkan suasana budaya Jawa yang kuat. Seluruh guru mengenakan beskap dan kebaya, sementara para siswa tampil menggunakan pakaian tradisional seperti kebaya dan blangkon.
Rangkaian acara dikemas dengan konsep budaya Jawa mulai dari kirab, cucuk lampah hingga panyandra berbahasa Jawa. Acara juga dipandu pembawa acara bersertifikat yang menggunakan bahasa Jawa selama kegiatan berlangsung.
Gerismanto menjelaskan, konsep tersebut selaras dengan visi sekolah yang mengedepankan nilai nasionalis, religius, mandiri, dan berprestasi tanpa meninggalkan kearifan lokal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah tetap menjunjung tinggi budaya Jawa dalam berbagai kegiatan pendidikan. Karena itu seluruh rangkaian acara kelulusan dikemas dengan nuansa budaya lokal yang kuat,” jelasnya.
Lulus 100 Persen, SMP Sultan Agung Kawunganten Dorong Tradisi Positif
Pada tahun ajaran 2025/2026, SMP Sultan Agung Kawunganten mencatatkan kelulusan 100 persen dengan jumlah lulusan sebanyak 133 siswa kelas IX. Saat ini sekolah memiliki total 432 siswa dan menjadi salah satu sekolah swasta dengan jumlah peserta didik terbesar di wilayah Kawunganten.
Pihak sekolah berharap program donasi seragam yang dilakukan pada momen kelulusan bagi siswa kelas IX SMP Sultan Agung Kawunganten ini dapat menjadi tradisi positif yang terus berlanjut setiap tahun. Selain membantu siswa yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi contoh bahwa perayaan kelulusan dapat dilakukan dengan cara yang lebih bermanfaat, edukatif, dan berdampak bagi lingkungan sekitar.
*Ikuti media sosial kami.
