Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Cegah Abrasi, Gus Yasin Ajak Pesantren Jaga Lingkungan Tanam Mangrove
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Cegah Abrasi, Gus Yasin Ajak Pesantren Jaga Lingkungan Tanam Mangrove
Jateng

Cegah Abrasi, Gus Yasin Ajak Pesantren Jaga Lingkungan Tanam Mangrove

Afifah Anis CH
Last updated: 7 Juni 2026 14:00
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Gus Yasin Tanam Mangrove
Wakil GUbernur Jateng Taj Yasin ajak santri tanam mangrove selamatkan lingkungan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Gus Yasin, mengajak kalangan pondok pesantren untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan Pantai dengan tanam mangrove untuk selamatkan pesisir Rembang.

Contents
  • Tanam Mangrove untuk Selamatkan Abrasi Pesisir Jawa Tengah
  • Program Mageri Segoro Libatkan Pesantren dalam Pelestarian Alam
  • Santri Antusias Tanam Ratusan Bibit Mangrove dan Pohon Pesisir
  • Kolaborasi Pemerintah, Pesantren, dan Masyarakat Jadi Kunci Kelestarian Pesisir

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove bersama ratusan santri Pondok Pesantren Al Anwar 4 Sarang di kawasan Pantai Sarang, Desa Temperak, Kabupaten Rembang, Sabtu (6/6/2026).

Tanam Mangrove lebih dari 400 bibit mangrove ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sehingga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran ekologis di lingkungan pesantren sekaligus mendukung perlindungan kawasan pesisir yang rentan terdampak abrasi.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda, termasuk para santri.

“Kita mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Tanam Mangrove untuk Selamatkan Abrasi Pesisir Jawa Tengah

Menurut Gus Yasin, tanam mangrove di wilayah pesisir Jawa Tengah untuk menghadapi tantangan serius berupa abrasi yang berpotensi mengancam ekosistem, lahan produktif, hingga kawasan permukiman masyarakat.

Karena itu, aksi tanam mangrove diperlukan langkah nyata melalui gerakan penghijauan dan penanaman vegetasi pesisir sebagai benteng alami untuk melindungi garis pantai.

“Pesisir Jawa Tengah sarat dengan abrasi. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita menyelamatkan bibir-bibir pantai yang ada di Jawa Tengah,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program Mageri Segoro yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Program ini berfokus pada penguatan kawasan pesisir melalui penanaman vegetasi serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.

Program Mageri Segoro Libatkan Pesantren dalam Pelestarian Alam

Melalui program Mageri Segoro, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk pondok pesantren, untuk menjadi motor penggerak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Gus Yasin menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran ekologis karena mampu menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam kepada para santri.

“Kita ajak bersama-sama mencintai lingkungan. Nanti pondok-pondok pesantren bisa berkolaborasi sehingga muncul kecintaan terhadap ekologi,” ujarnya.

Ia berharap gerakan serupa dapat berkembang di berbagai daerah sehingga semakin banyak komunitas yang terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.

Santri Antusias Tanam Ratusan Bibit Mangrove dan Pohon Pesisir

Semangat menjaga lingkungan terlihat dari antusiasme para santri yang mengikuti kegiatan tanam mangrove tersebut. Mereka berjalan di kawasan berlumpur dan terik matahari untuk menanam berbagai jenis pohon di sepanjang pesisir Pantai Sarang.

Salah satu peserta kegiatan, Konita Tunada, mengaku senang dapat berpartisipasi langsung dalam aksi pelestarian lingkungan bersama teman-teman satu angkatannya.

“Seru sekali karena ini pengalaman baru. Bisa bareng-bareng sama teman satu angkatan. Ini juga bagian dari merayakan wisuda terakhir bersama teman-teman,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menanam sedikitnya 400 bibit mangrove, 50 pohon cemara, dan 200 pohon ketapang.

Berbagai jenis tanaman tersebut diharapkan mampu menjadi pelindung alami kawasan pesisir dari ancaman abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem pantai, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Kolaborasi Pemerintah, Pesantren, dan Masyarakat Jadi Kunci Kelestarian Pesisir

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai upaya menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat untuk menciptakan gerakan pelestarian yang berkelanjutan.

Melalui keterlibatan aktif pesantren dan para santri, program pelestarian pesisir diharapkan tidak hanya mampu mengurangi dampak abrasi, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan.

Gerakan penanaman mangrove di Pantai Sarang menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan, budaya gotong royong, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan demi menjaga masa depan pesisir Jawa Tengah.

*Ikuti media sosial kami.

HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Semarak Gerak Sehat Prolanis Dorong Peserta JKN Hidup Lebih Sehat
MTQ Nasional 2026 di Semarang Bakal Berbeda, Penyandang Tuli Muslim Ikut Tampil untuk Pertama Kali
Bedah Rumah 2026, 30 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Jateng Dibedah Tahun Ini
Dua Embung Berkapasitas 68 Ribu Meter Kubik Diresmikan di Blora, Jateng Bidik Produksi 10 Juta Ton Padi
Taj Yasin Sebut Haul Al Marom Jadi Penggerak Ekonomi, Pedagang Panen Rezeki
TAGGED:gus yasinpesantren selamatkan lingkungansantri tanam mangrovetanam mangrove
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Infrastruktur jalan jadi prioritas Infrastruktur Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas Pemprov Jawa Tengah Tahun 2026
Next Article Soft opening Festival Kopi Dieng 2026 Kopi Pegunungan Didorong Jadi Ikon Banjarnegara, Festival Kopi Dieng 2026 Angkat Potensi Lokal

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.