BERKAT Program JKN BPJS Kesehatan, Muhammad Samsyi Fariji, bocah 8 tahun warga Purworejo bisa kembali tersenyum setelah menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
- Sempat Alami Kejang dan Kehilangan Nafsu Makan
- Kepesertaan JKN Sempat Tidak Aktif, Reaktivasi Berjalan Cepat Berkat Pendampingan
- Apresiasi untuk BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah
- Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Memuaskan
- Tetap Semangat Belajar Meski Harus Menunda Ujian Sekolah
- Program JKN Hadirkan Rasa Aman bagi Keluarga
Di usia yang masih belia, siswa kelas dua sekolah dasar itu tetap bersemangat bercerita kepada siapa pun yang datang menjenguknya, meski tubuhnya tengah berjuang melawan penyakit.
Di balik keceriaannya, Samsyi sempat menghadapi kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Beruntung, berkat dukungan keluarga, pemerintah daerah, dan perlindungan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), ia dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya.
Sempat Alami Kejang dan Kehilangan Nafsu Makan
Ibunda Samsyi, Ainun Jariyah (48), menceritakan kondisi putranya saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. Menurutnya, Samsyi mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup drastis hingga membuat keluarga panik.
“Saat itu Samsyi sampai tidak nafsu makan karena mual dan mengalami kejang,” kata Ainun.
Setelah tiba di rumah sakit, Samsyi segera mendapatkan penanganan medis sehingga kondisinya berangsur membaik.
Kepesertaan JKN Sempat Tidak Aktif, Reaktivasi Berjalan Cepat Berkat Pendampingan
Samsyi merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Namun sebelum menjalani rawat inap, status kepesertaan JKN keluarganya sempat tidak aktif.
Situasi tersebut membuat Ainun diliputi kecemasan karena khawatir tidak mampu menanggung biaya pengobatan putranya.
“Awalnya saya sangat khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Ini adalah pengalaman pertama kami menjalani rawat inap di rumah sakit, jadi rasanya benar-benar bingung,” katanya.
Kekhawatiran itu akhirnya teratasi setelah perangkat desa yang mendampingi keluarga Samsyi segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengurus reaktivasi kepesertaan JKN.
Berkat proses tersebut, Samsyi dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa hambatan administrasi.
Apresiasi untuk BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah
Ainun mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak selama proses pengobatan putranya. Pendampingan tersebut memberikan ketenangan bagi keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit.
“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, serta kepada Pak Camat yang telah membantu mengantarkan kami ke rumah sakit dan mendampingi proses administrasi. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan BPJS Kesehatan menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Memuaskan
Selama mendampingi putranya menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Ainun mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan.
Mulai dari proses administrasi hingga pelayanan medis, seluruhnya berjalan dengan baik sehingga membuat keluarga merasa nyaman.
“Semua pelayanan di sini sangat memuaskan. Mulai dari administrasi, kamar rawat inap, hingga pelayanan dokter dan petugas yang sangat baik dan ramah. Kami merasa nyaman selama di rumah sakit,” katanya.
Tetap Semangat Belajar Meski Harus Menunda Ujian Sekolah
Di tengah proses penyembuhan, Samsyi sebenarnya harus melewatkan salah satu momen penting di sekolah. Sebagai siswa kelas dua sekolah dasar yang dikenal aktif dan rajin belajar, ia seharusnya mengikuti ujian bersama teman-temannya pada pekan ini.
“Seharusnya minggu ini Samsyi sedang mengikuti ujian,” ujar Ainun.
Meski demikian, semangat belajar Samsyi tidak pernah surut. Ia berharap dapat segera pulih agar bisa kembali ke sekolah, berkumpul dengan teman-temannya, dan melanjutkan cita-cita yang ingin diraihnya.
Program JKN Hadirkan Rasa Aman bagi Keluarga
Bagi keluarga Ainun, Program JKN memberikan perlindungan yang sangat berarti ketika menghadapi kondisi kesehatan yang datang tanpa diduga.
Dengan adanya jaminan pembiayaan kesehatan, keluarga dapat lebih fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa dihantui kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.
Kisah Samsyi menjadi gambaran nyata bagaimana Program JKN tidak hanya menghadirkan akses layanan kesehatan yang mudah dan berkualitas, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan medis secara berkelanjutan.
Senyum yang terus menghiasi wajah bocah delapan tahun itu menjadi simbol bahwa di balik setiap layanan kesehatan terdapat harapan baru bagi pasien dan keluarganya untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.
*Ikuti media sosial kami.
