Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Apresiasi BPJS Kesehatan dan Pemda, Program JKN Ringankan Beban Pengobatan Samsyi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Apresiasi BPJS Kesehatan dan Pemda, Program JKN Ringankan Beban Pengobatan Samsyi
Jateng

Apresiasi BPJS Kesehatan dan Pemda, Program JKN Ringankan Beban Pengobatan Samsyi

kaisar
Last updated: 31 Juli 2026 15:07
By kaisar
5 Min Read
Share
Berkat program JKN BPJS Kesehatan, Muhammad Samsyi Fariji, bocah 8 tahun warga Purworejo bisa kembali tersenyum setelah menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo.
Berkat program JKN BPJS Kesehatan, Muhammad Samsyi Fariji, bocah 8 tahun warga Purworejo bisa kembali tersenyum setelah menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo. (dok. BPJS Kesehatan)
SHARE

BERKAT Program JKN BPJS Kesehatan, Muhammad Samsyi Fariji, bocah 8 tahun warga Purworejo bisa kembali tersenyum setelah menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo.

Contents
  • Sempat Alami Kejang dan Kehilangan Nafsu Makan
  • Kepesertaan JKN Sempat Tidak Aktif, Reaktivasi Berjalan Cepat Berkat Pendampingan
  • Apresiasi untuk BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah
  • Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Memuaskan
  • Tetap Semangat Belajar Meski Harus Menunda Ujian Sekolah
  • Program JKN Hadirkan Rasa Aman bagi Keluarga

Di usia yang masih belia, siswa kelas dua sekolah dasar itu tetap bersemangat bercerita kepada siapa pun yang datang menjenguknya, meski tubuhnya tengah berjuang melawan penyakit.

Di balik keceriaannya, Samsyi sempat menghadapi kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Beruntung, berkat dukungan keluarga, pemerintah daerah, dan perlindungan Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), ia dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa terkendala biaya.

Sempat Alami Kejang dan Kehilangan Nafsu Makan

Ibunda Samsyi, Ainun Jariyah (48), menceritakan kondisi putranya saat pertama kali dibawa ke rumah sakit. Menurutnya, Samsyi mengalami penurunan kondisi kesehatan yang cukup drastis hingga membuat keluarga panik.

“Saat itu Samsyi sampai tidak nafsu makan karena mual dan mengalami kejang,” kata Ainun.

Setelah tiba di rumah sakit, Samsyi segera mendapatkan penanganan medis sehingga kondisinya berangsur membaik.

Kepesertaan JKN Sempat Tidak Aktif, Reaktivasi Berjalan Cepat Berkat Pendampingan

Samsyi merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didaftarkan oleh pemerintah daerah. Namun sebelum menjalani rawat inap, status kepesertaan JKN keluarganya sempat tidak aktif.

Situasi tersebut membuat Ainun diliputi kecemasan karena khawatir tidak mampu menanggung biaya pengobatan putranya.

“Awalnya saya sangat khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Ini adalah pengalaman pertama kami menjalani rawat inap di rumah sakit, jadi rasanya benar-benar bingung,” katanya.

Kekhawatiran itu akhirnya teratasi setelah perangkat desa yang mendampingi keluarga Samsyi segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengurus reaktivasi kepesertaan JKN.

Berkat proses tersebut, Samsyi dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan tanpa hambatan administrasi.

Apresiasi untuk BPJS Kesehatan dan Pemerintah Daerah

Ainun mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak selama proses pengobatan putranya. Pendampingan tersebut memberikan ketenangan bagi keluarga yang tengah menghadapi situasi sulit.

“Saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, serta kepada Pak Camat yang telah membantu mengantarkan kami ke rumah sakit dan mendampingi proses administrasi. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga kami,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan BPJS Kesehatan menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Pelayanan Rumah Sakit Dinilai Ramah dan Memuaskan

Selama mendampingi putranya menjalani perawatan di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Ainun mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan.

Mulai dari proses administrasi hingga pelayanan medis, seluruhnya berjalan dengan baik sehingga membuat keluarga merasa nyaman.

“Semua pelayanan di sini sangat memuaskan. Mulai dari administrasi, kamar rawat inap, hingga pelayanan dokter dan petugas yang sangat baik dan ramah. Kami merasa nyaman selama di rumah sakit,” katanya.

Tetap Semangat Belajar Meski Harus Menunda Ujian Sekolah

Di tengah proses penyembuhan, Samsyi sebenarnya harus melewatkan salah satu momen penting di sekolah. Sebagai siswa kelas dua sekolah dasar yang dikenal aktif dan rajin belajar, ia seharusnya mengikuti ujian bersama teman-temannya pada pekan ini.

“Seharusnya minggu ini Samsyi sedang mengikuti ujian,” ujar Ainun.

Meski demikian, semangat belajar Samsyi tidak pernah surut. Ia berharap dapat segera pulih agar bisa kembali ke sekolah, berkumpul dengan teman-temannya, dan melanjutkan cita-cita yang ingin diraihnya.

Program JKN Hadirkan Rasa Aman bagi Keluarga

Bagi keluarga Ainun, Program JKN memberikan perlindungan yang sangat berarti ketika menghadapi kondisi kesehatan yang datang tanpa diduga.

Dengan adanya jaminan pembiayaan kesehatan, keluarga dapat lebih fokus mendampingi proses penyembuhan tanpa dihantui kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.

Kisah Samsyi menjadi gambaran nyata bagaimana Program JKN tidak hanya menghadirkan akses layanan kesehatan yang mudah dan berkualitas, tetapi juga memberikan harapan bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan medis secara berkelanjutan.

Senyum yang terus menghiasi wajah bocah delapan tahun itu menjadi simbol bahwa di balik setiap layanan kesehatan terdapat harapan baru bagi pasien dan keluarganya untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik.

*Ikuti media sosial kami.

Rayakan HUT RI ke-81, Pertamina Gelar Tebus Murah Sembako untuk Bantu Korban Gempa NTT
Sambut Libur Muharram, Pertamina Tambah 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY
2.596 Keluarga di Klaten Resmi Graduasi PKH, Bukti Program Bansos Berhasil
Gaji ASN Jateng Dipastikan Tetap Lancar, Pemprov Ungkap Kondisi Belanja Pegawai
Cegah Banjir dari Rumah, Nawal Yasin Gerakkan Kader PKK Jateng Tanam Pohon
TAGGED:bpjs kesehatankepesertaan atiflayanan kesehatanprogram jkn
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dinsos PPPA Banjarnegara Gelar Forum Konsultasi Publik terkait transparansi pelayanan sosial Perkuat Transparansi Pelayanan Sosial, Dinsos PPPA Banjarnegara Gelar Forum Konsultasi Publik
Next Article Pelantikan pengurus PMI Jateng, Gubernur Minta PMI perkuat respon cepat bencana Ahmad Luthfi Sebut Jateng “Minimarket” Bencana, Minta PMI Perkuat Respons Cepat

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.