Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 2.596 Keluarga di Klaten Resmi Graduasi PKH, Bukti Program Bansos Berhasil
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > 2.596 Keluarga di Klaten Resmi Graduasi PKH, Bukti Program Bansos Berhasil
Jateng

2.596 Keluarga di Klaten Resmi Graduasi PKH, Bukti Program Bansos Berhasil

Afifah Anis CH
Last updated: 30 Juni 2026 15:39
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten
2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEBANYAK 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi lulus dari program bantuan sosial. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendampingan dan pemberdayaan ekonomi mampu mengantarkan keluarga miskin menuju kemandirian.

Contents
  • Modal Usaha dari PKH Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi
  • Gubernur: Graduasi PKH Bukti Program Pemberdayaan Berjalan Efektif
  • Kemensos Dorong Bansos Tepat Sasaran dan Berorientasi pada Pemberdayaan

Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten kembali mencatatkan capaian membanggakan. Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) resmi menjalani graduasi atau keluar dari kepesertaan bantuan sosial karena dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Prosesi graduasi yang digelar di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026), menjadi simbol keberhasilan program perlindungan sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah penerima PKH Tahap I Tahun 2026 di Kabupaten Klaten mencapai 54.555 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 992 keluarga memilih mengundurkan diri secara sukarela setelah kondisi ekonominya membaik, sementara 1.604 keluarga lainnya dinyatakan lulus usai mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang membantu mereka mengembangkan usaha produktif.

Keberhasilan ribuan keluarga tersebut menunjukkan bahwa bantuan sosial dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan taraf hidup apabila disertai pendampingan yang berkelanjutan dan pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran.

Modal Usaha dari PKH Jadi Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi

Salah satu peserta graduasi mandiri, Sri Giatmi, warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, mengaku telah menjadi penerima manfaat PKH sejak 2013. Selama menerima bantuan, dana tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan gizi anak-anaknya.

Tidak hanya itu, sebagian bantuan juga disisihkan sebagai tambahan modal usaha hingga kini mampu menopang perekonomian keluarga melalui usaha berjualan jamu keliling.

“Alhamdulillah sekarang kondisi ekonomi keluarga sudah lebih baik. Saya berharap keluarga yang sudah mampu juga berani graduasi agar bantuan bisa dialihkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Sri Giatmi.

Cerita serupa datang dari Tri Suwiyem, warga Kecamatan Klaten Tengah. Berkat dukungan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi dari Kementerian Sosial, usaha bakso yang dijalaninya kini berkembang lebih pesat.

Bantuan berupa peralatan usaha dinilai mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menambah penghasilan keluarga.

“Semoga usaha kami terus berkembang sehingga ekonomi keluarga semakin meningkat,” katanya.

Gubernur: Graduasi PKH Bukti Program Pemberdayaan Berjalan Efektif

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai graduasi ribuan keluarga di Kabupaten Klaten menjadi indikator bahwa program pemberdayaan masyarakat telah berjalan sesuai tujuan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa penerima manfaat tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, melainkan telah mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri.

“Graduasi ini menjadi bukti mereka telah mandiri. Harapannya, kehidupan mereka ke depan semakin sejahtera,” kata Luthfi.

Ia menegaskan, penanggulangan kemiskinan memerlukan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, dunia usaha, hingga masyarakat.

Menurut Luthfi, sinergi lintas sektor tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen pada 2025.

“Semua pihak harus bergerak bersama agar masyarakat miskin dan miskin ekstrem bisa naik kelas menjadi keluarga yang mandiri,” tegasnya.

Kemensos Dorong Bansos Tepat Sasaran dan Berorientasi pada Pemberdayaan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan.

Ia menilai keterbukaan serta pemutakhiran data masyarakat miskin menjadi faktor penting agar berbagai program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

“Hari ini kita melihat bahwa kolaborasi yang baik mampu menghasilkan keluarga-keluarga yang berdaya. Mereka tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri,” ujar Agus.

Menurutnya, keberhasilan 2.596 keluarga di Kabupaten Klaten menjadi bukti bahwa bantuan sosial bukan sekadar program pemberian bantuan, tetapi juga dapat menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi apabila dibarengi dengan pendampingan, pelatihan, serta pengembangan usaha produktif.

Dengan capaian tersebut, Kabupaten Klaten menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi program perlindungan sosial yang mampu mendorong keluarga penerima manfaat naik kelas dan keluar dari lingkaran kemiskinan secara berkelanjutan.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami

Kabar OTT Pejabat Klaten Jadi Perhatian, Gubernur Jateng Tunggu Penjelasan KPK
Wagub Jateng: SPMB Harus Transparan, Semua Murid Harus Punya Kesempatan yang Sama
ASN Ayah di Jateng Dapat Flexi Time Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai 14 Juli, Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Beroperasi
TAGGED:bansosbantuan sosialkeluarga harapanpkh
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Warga Binaan Rutan Banjarnegara saat menjalani cek kesehatan gratis 145 Warga Binaan Rutan Banjarnegara Jalani Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Penyakit
Next Article Peringatan HGK PKK Purbalingga Peringatan HKG PKK ke-54, Bupati Fahmi Tegaskan PKK Harus Jadi Garda Terdepan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.