MITIGASI banjir di Jawa Tengah kini digencarkan melalui pendekatan berbasis keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak seluruh kader PKK untuk melakukan gerakan tanam pohon secara masif di halaman rumah, sebagai langkah sederhana yang berdampak besar dalam menekan risiko banjir.
Menurut Nawal, keterlibatan keluarga dalam menjaga lingkungan menjadi kunci penting menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang kerap meningkat saat musim penghujan.
Gerakan Rabu Pon, Tanam Pohon Sekaligus Perkuat Pangan Keluarga
Ajakan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Rabu Pon, program unggulan Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon yang diinisiasi TP PKK Jawa Tengah. Program tanam pohon ini dirancang tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga sebagai langkah nyata mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor.
“Kita ingin memastikan setiap halaman rumah memiliki pohon yang mampu menjadi resapan air,” ujar Nawal.
Gerakan tanam pohon ini sekaligus menjadi tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, agar pelestarian lingkungan dimulai dari lingkup paling dekat dengan masyarakat, yaitu keluarga.
Jawa Tengah Rawan Bencana, Peran Warga Jadi Penentu
Memasuki musim hujan, Nawal mengingatkan bahwa Jawa Tengah termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi yang tinggi. Sepanjang tahun 2025, tercatat 361 bencana dengan total 2.716 kejadian, mulai dari banjir, rob, longsor, pohon tumbang, kebakaran, hingga cuaca ekstrem.
Ia menilai, penanaman pohon di pekarangan rumah memiliki peran strategis dalam menyerap air hujan dan mengurangi limpasan yang berpotensi memicu genangan dan banjir.
“Jika pohon tertanam dengan baik, air hujan tidak langsung mengalir sebagai limpasan, tetapi terserap ke dalam tanah,” jelasnya.
Integrasikan Lingkungan, Siaga Bencana, dan Ketahanan Pangan
Nawal menegaskan, Gerakan Rabu Pon merupakan inovasi TP PKK Jateng yang mengintegrasikan tiga program nasional PKK, yakni Aku Hatinya PKK, PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), serta Ketapang Mas (Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat).
Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Kudus, Nawal didampingi Ketua TP PKK Kudus Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, bersama puluhan kader PKK menanam 200 bibit pohon yang bersumber dari program CSR Djarum Foundation.
Selain penanaman pohon, TP PKK Jateng juga menyalurkan bibit tanaman serta ayam petelur lengkap dengan kandangnya kepada warga, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.
Biopori dan Kepedulian Lingkungan Jadi Langkah Lanjutan
Sebagai penguatan mitigasi banjir, Nawal juga mengajak masyarakat membuat lubang biopori di setiap halaman rumah agar air hujan dapat terserap lebih cepat dan mengalir secara alami.
“Jika gerakan tanam pohon ini dilakukan rumah demi rumah, bahkan hingga ratusan ribu atau jutaan rumah, ini bisa menjadi langkah awal untuk meminimalisir banjir,” tuturnya.
Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil, seperti tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai, agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan sumbatan.
