KABARBANYUMASRAYA.COM – Digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) di Jawa Tengah terus diperluas. Hingga kini, 322.117 kepala keluarga (KK) telah masuk dalam sistem perlindungan sosial digital dengan dukungan 5.994 agen perlindungan sosial (perlinsos).
Keberadaan agen menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab, penerima sasaran utama berada pada kelompok desil 1-4 yang sebagian masih menghadapi keterbatasan perangkat, jaringan, maupun kemampuan menggunakan teknologi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta penguatan agen dilakukan hingga tingkat paling bawah agar digitalisasi tidak justru membuat masyarakat rentan semakin sulit mengakses bantuan sosial.
3.360 Agen Perlinsos Sudah Aktif
Ahmad Luthfi mengatakan dari 5.994 agen yang tersedia, sebanyak 3.360 agen telah aktif membantu masyarakat melakukan pendaftaran dalam sistem.
Hal tersebut disampaikan Luthfi dalam Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik yang digelar secara daring dan dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (8/9/2026).
Menurut Luthfi, keberadaan agen sangat penting karena tidak semua masyarakat sasaran mampu mengakses sistem digital secara mandiri.
“Orang-orang yang tidak punya, orang yang sudah berumur, kadang-kadang handphone saja tidak punya,” kata Luthfi.
Ia menilai aplikasi secanggih apa pun tetap membutuhkan pendamping di lapangan untuk memastikan masyarakat dapat masuk ke sistem dan datanya sesuai kondisi sebenarnya.
“Manakala agennya tidak betul-betul kuat, maka aplikasi apa pun tidak dapat memenuhi standar kebutuhan yang kita perlukan,” ujarnya.
Agen Diminta Sampai Tingkat Desa dan Kelurahan
Pemprov Jateng mendorong perluasan jejaring agen dengan melibatkan berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat. Pemerintah daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Posyandu, kepolisian, hingga unsur kewilayahan dapat dilibatkan untuk membantu proses pendaftaran dan pembaruan data.
Luthfi menegaskan agen tidak menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Peran mereka adalah membantu masyarakat terhubung dengan sistem, termasuk pendaftaran, pengkinian data, dan proses identifikasi.
Digitalisasi Diharapkan Akhiri Masalah Data Bansos
Salah satu tujuan utama digitalisasi perlindungan sosial adalah memperbaiki akurasi data penerima bantuan. Dengan sistem yang dapat diperbarui secara real time dan terverifikasi, warga yang kondisi ekonominya berubah tidak semestinya terus tercatat sebagai penerima bantuan.
Sebaliknya, masyarakat yang baru mengalami penurunan kondisi ekonomi diharapkan dapat mengajukan diri tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan berjenjang.
“Dengan digitalisasi perlinsos ini akan mengurangi masalah warga penerima bantuan sosial hingga bertahun-tahun tanpa pembaruan kondisi,” kata Luthfi.
Ia menegaskan Jawa Tengah mendukung perluasan sistem tersebut, dengan penguatan agen sebagai salah satu syarat penting agar verifikasi data berjalan optimal.
Luhut Dorong Aparat Bergerak Bersama
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan meminta keterlibatan aparat dan unsur masyarakat diperluas hingga tingkat paling bawah.
Lurah, pemerintah daerah, TNI, Polri, Babinsa, Koramil, serta unsur kewilayahan lainnya didorong bekerja bersama membantu masyarakat mengakses sistem perlindungan sosial digital.
Menurut Luhut, pendekatan gotong royong diperlukan agar digitalisasi tidak berhenti pada pembangunan aplikasi, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.
109 Usulan dari 11 Kabupaten/Kota
Pemprov Jawa Tengah sebelumnya telah menyatakan kesiapan mendukung uji coba terbatas digitalisasi bantuan sosial tahap II. Hasil konsolidasi mencatat 109 usulan dari 11 kabupaten/kota, sedangkan 13 kabupaten/kota lainnya masuk dalam daftar usulan pelaksanaan piloting.
Dengan penguatan jaringan agen hingga pelosok, pemerintah berharap sistem perlindungan sosial digital mampu menghasilkan data yang terus diperbarui dan semakin sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Target akhirnya bukan sekadar mempercepat penyaluran bantuan, tetapi memastikan bantuan diberikan kepada orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan sasaran yang tepat.
*Ikuti media sosial kami.
