KABARBANYUMASRAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, telah menyalurkan hampir 9,9 juta liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan. Hingga 23 Oktober 2026, bantuan tersebut menjangkau puluhan ribu keluarga di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menyebutkan pihaknya telah mendistribusikan 1.959 tangki air bersih selama penanganan dampak kekeringan. Total volume air yang disalurkan mencapai 9.889.000 liter.
“Sebanyak 1.959 tangki air bersih atau setara dengan 9.889.000 liter air sudah kita distribusikan,” kata Taryo.
Berdasarkan catatan BPBD, bantuan tersebut telah menjangkau 104 desa di 20 kecamatan. Jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 33.886 kepala keluarga (KK), dengan total 77.454 jiwa.
Besarnya jumlah penerima menunjukkan kekeringan masih berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Meski hujan mulai turun di beberapa wilayah, sebagian warga masih membutuhkan bantuan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
El Nino Perparah Dampak Kekeringan di Cilacap
Taryo menjelaskan, fenomena El Nino yang cukup kuat turut memperburuk kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Situasi tersebut membuat sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan rumah tangga.
Kebutuhan air mencakup berbagai aktivitas harian, mulai dari minum, memasak, mandi, hingga mencuci. Karena itu, pemerintah daerah bersama pihak terkait terus mengupayakan penyaluran bantuan ke wilayah yang masih mengalami kekurangan air.
“El Nino ini cukup kuat, sehingga dampak kekeringan pun sangat dirasakan oleh warga, salah satunya kebutuhan air bersih,” ungkapnya.
BPBD Cilacap memastikan distribusi bantuan akan terus berjalan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih. Taryo menegaskan pihaknya berupaya mengoptimalkan penanganan bersama berbagai pemangku kepentingan.
“Tentunya kami dari BPBD Cilacap dan stakeholder terkait, akan terus berupaya maksimal memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang masih membutuhkan,” lanjut Taryo.
PMI dan Pertamina Ikut Bantu Distribusi Air Bersih
Taryo mengakui volume bantuan yang telah disalurkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak. Kendati demikian, bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi kesulitan masyarakat selama menghadapi musim kering.
“Walaupun kita tahu bantuan air ini tidak sepenuhnya mencukupi, tapi setidaknya bisa meringankan beban warga yang membutuhkan air bersih,” pungkasnya.
Penanganan kekeringan di Cilacap juga melibatkan sejumlah lembaga dan pihak swasta. Selain pemerintah daerah melalui BPBD, dukungan bantuan air bersih datang dari Palang Merah Indonesia (PMI), Pertamina, Lazismu Cilacap, serta sejumlah pihak lainnya.
Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan penyaluran air bersih, terutama ke desa-desa yang masih mengalami keterbatasan sumber air.
Melalui kerja sama tersebut, BPBD Cilacap berupaya memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
