Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Inklusi Keuangan, Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Inklusi Keuangan, Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening
NasionalBerita

Inklusi Keuangan, Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening

Afifah Anis CH
Last updated: 8 September 2026 16:39
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Inklusi keuangan, Presiden minta warga punya rekening
Presiden dalam Rapat koordinasi bersama menteri terkait inklusi keuangan dan meminta warga punya rekening. (dok. Setneg RI)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh masyarakat Indonesia memiliki rekening perbankan resmi sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan. Pemerintah menugaskan BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menyiapkan infrastruktur pembukaan rekening bagi warga.

Contents
  • Inklusi Keuangan Indonesia Sudah Capai 93,62 Persen
  • Data Dukcapil Jadi Basis Pembukaan Rekening
  • Rekening Warga Disiapkan untuk Penyaluran Bantuan Pemerintah

Arahan tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta. Tak hanya itu, kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat sistem penyaluran bantuan sosial dan berbagai program pemerintah agar lebih terintegrasi serta tepat sasaran.

Inklusi Keuangan Indonesia Sudah Capai 93,62 Persen

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut mempertimbangkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

Berdasarkan data terbaru, tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 93,62 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan berada di angka 63,57 persen.

Airlangga menilai capaian tersebut relatif baik jika dibandingkan dengan standar negara-negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Sebetulnya angka ini adalah angka yang relatif baik. Jadi kalau dibandingkan dengan OECD, misalnya standar literasi keuangan OECD berada di kisaran 63 persen,” ujar Airlangga seusai rapat di Istana Kepresidenan.

Data Dukcapil Jadi Basis Pembukaan Rekening

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan menggunakan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sebagai basis pembukaan rekening.

Data tersebut akan dipadankan dengan sistem pembayaran terintegrasi milik Bank Indonesia. Integrasi ini diharapkan membuat proses pembukaan dan pemanfaatan rekening masyarakat lebih terstruktur.

Selain memperluas kepemilikan rekening, pemerintah juga mendorong peningkatan transaksi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Langkah tersebut menjadi bagian dari akselerasi ekosistem pembayaran nontunai di tengah semakin luasnya penggunaan layanan keuangan digital.

Rekening Warga Disiapkan untuk Penyaluran Bantuan Pemerintah

Airlangga mengatakan rekening yang terintegrasi nantinya tidak hanya berfungsi sebagai sarana akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Rekening tersebut juga dapat digunakan sebagai instrumen penyaluran berbagai bantuan sosial dan insentif pemerintah.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berharap penyaluran program dapat dilakukan secara lebih efisien dan tepat sasaran.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat inklusi keuangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan formal.

*Ikuti media sosial kami.

Halaman Kantor Gubernur Jateng Jadi Pasar Tiban, Ratusan UMKM Buka Stand Produk Lokal
Tahfidz Kian Diapresiasi, Santri Kendal Terima Bisyarah dari Wagub Jateng
Ramai Pajak Kendaraan Naik: Gelombang Protes dan Adaptasi Kebijakan Pusat
Jateng Masih Puncak Musim Hujan, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026
Gubernur Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Boleh Ada RS di Jateng Tolak Pasien PBI JK
TAGGED:bantuan pemerintahinklusi keuanganpenyaluran bantuanrekening masyarakat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Siap olah sampah jadi listrik, GUbernur Targetkan PSEL Semarang selesai Desember Sampah 1.000 Ton per Hari Bakal Diolah Jadi Energi Listrik, PSEL Semarang Ditargetkan Selesai Desember
Next Article 322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok 322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok

Berita Terbaru

Selam
Tim Selam Banyumas Raih 8 Medali di Porprov Jateng 2026, Ini Daftar Atletnya
Banyumas Jateng
BPBD
BPBD Cilacap Salurkan 9,8 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Cilacap
Tiga perusahaan menyatakan minat investasi di Purbalingga melalui Business Forum 2026. Rencana usaha mencakup industri sayuran beku, perdagangan, dan cincau.
Tiga Perusahaan Lirik Investasi di Purbalingga, Siap Kembangkan Usaha di Tiga Kecamatan
Purbalingga
Peraih medali emas Porprov Jateng 2026 cabor selam
Selam Kolam Tambah Emas untuk Banjarnegara, Kini Koleksi 5 Emas di Porprov Jateng 2026
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.