Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Banjarnegara

Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama

Afifah Anis CH
Last updated: 10 Februari 2026 12:09
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
soal stunting
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menegaskan stunting bukan hanya persoalan ekonomi. Dalam Pramusrenbang Tematik Stunting 2026, ia mendorong aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan perbaikan pola asuh serta pola makan anak. (dok. kominfo)
SHARE

MASALAH stunting di Kabupaten Banjarnegara masih menjadi tantangan serius. Meski berbagai program telah dijalankan, angka prevalensinya masih tergolong tinggi. Kondisi ini mendorong Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana untuk menegaskan bahwa penanganan stunting tidak boleh berhenti pada wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

Contents
  • Bupati Amalia Dorong Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
  • Banjarnegara Masuk 10 Besar Stunting Tertinggi di Jawa Tengah
  • Stunting Tak Selalu Soal Ekonomi, Pola Asuh dan Gizi Jadi Penentu
  • Kecamatan Batur Jadi Sorotan, Ekonomi Baik Tapi Stunting Tinggi
  • Pemkab Banjarnegara Tegaskan Komitmen, Kurangi Seremonial Perbanyak Aksi

Penegasan tersebut disampaikan saat Bupati Amalia membuka Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrenbang) Tematik Stunting Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026.

Bupati Amalia Dorong Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

Dalam arahannya, Bupati Amalia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menurunkan angka stunting secara signifikan. Ia menilai, pembahasan kasus dan penanganannya selama ini masih terlalu banyak berkutat pada teori dan kegiatan seremonial.

“Melalui Pramusrenbang Tematik ini, saya berharap kita benar-benar memilih aksi. Kita sudah cukup lama berbicara teori, sekarang saatnya fokus pada langkah konkret di lapangan,” katanya.

Menurutnya, masyarakat menunggu kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan sekadar program di atas kertas.

Banjarnegara Masuk 10 Besar Stunting Tertinggi di Jawa Tengah

Keseriusan Pemkab Banjarnegara diperkuat dengan data yang masih mengkhawatirkan. Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, dr. Latifa Hesty Purwaningtyas, menyampaikan bahwa berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Banjarnegara berada di 10 besar daerah dengan prevalensi stunting tertinggi di Jawa Tengah, yakni 20,6 persen.

Meski terdapat perbedaan dengan data lokal yang menunjukkan angka lebih rendah, pemerintah daerah memilih bersikap waspada dan tetap fokus pada penanganan riil dan berkelanjutan.

Stunting Tak Selalu Soal Ekonomi, Pola Asuh dan Gizi Jadi Penentu

Bupati Amalia menegaskan bahwa stunting tidak selalu berkaitan dengan kemiskinan. Pola asuh dan pola makan anak justru menjadi faktor penentu utama.

Ia mencontohkan pengalamannya sendiri dalam mendampingi tumbuh kembang anak dengan menekankan pemenuhan protein hewani, seperti ikan dan telur.

“Kuncinya memang di protein. Jangan sampai anak hanya makan nasi dengan kuah saja, tapi kebutuhan gizinya tidak terpenuhi,” ujarnya.

Kecamatan Batur Jadi Sorotan, Ekonomi Baik Tapi Stunting Tinggi

Secara khusus, Bupati Amalia menyoroti Kecamatan Batur. Meski secara ekonomi tergolong cukup baik, wilayah ini justru mencatat angka stunting tertinggi di Banjarnegara. Kondisi tersebut menjadi bukti bahwa kasus ini bukan semata persoalan ekonomi.

“Saya pernah ke Desa Sumberrejo, melihat anak kelas 6 SD tingginya sama dengan anak kelas 2 SD. Ini akibat pola asuh, anak lebih sering mengonsumsi junk food dibanding makanan bergizi,” katanya.

Pemkab Banjarnegara Tegaskan Komitmen, Kurangi Seremonial Perbanyak Aksi

Melalui Pramusrenbang Tematik ini, Bupati Amalia berharap Banjarnegara tidak hanya unggul dalam perencanaan, tetapi juga disiplin dalam pelaksanaan program.

“Kurangi seremonial, perbanyak aksi nyata. Masyarakat berharap pemerintah hadir secara langsung dan memberikan dampak,” ujarnya.

Tak Sekadar Kompetisi, MKKS Cup X Perkuat Persaudaraan Antar Kepala Sekolah se-Banyumas Raya
Sedimen Waduk Mrica Disulap Jadi Batu Bata, PLN Indonesia Power Dorong Ekonomi Warga
Pembinaan WBP di Rutan Banjarnegara Dimulai dari Kerapihan Rambut, Ini Tujuannya
Lahan Sempit Rutan Banjarnegara Hasilkan 4 Kg Cabai
Misi Banjarnegara di Porprov Jateng 2026: Matangkan Keberangkatan Kontingen, Bidik 7 Besar
TAGGED:pola asuh anakstunting
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article barista SMAN 1 Sigaluh Dari Bangku Sekolah ke Mesin Espresso, Siswa SMAN 1 Sigaluh Disiapkan Jadi Barista Profesional
Next Article blank spot pendidikan Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.