Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
Jateng

Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati

Afifah Anis CH
Last updated: 10 Februari 2026 14:02
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
blank spot pendidikan
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan tidak ada rencana pendirian SMA Negeri di Margoyoso, Pati. Pemprov Jateng memprioritaskan Tambakromo dan Jaken yang masih masuk wilayah blank spot pendidikan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

TERKAIT rencana pendirian SMA Negeri di wilayah blank spot pendidikan di Kabupaten Pati, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak merencanakan pembangunan SMA Negeri di Margoyoso, tetapi pembangunan akan dilakukan pada wilayah blank spot pendidikan.

Contents
  • Audiensi Digelar Menyusul Keresahan Sekolah Swasta
  • Gus Yasin Tegaskan Sosialisasi Bukan dari Pemprov Jateng
  • Tambakromo dan Jaken Masuk Wilayah Blank Spot Pendidikan
  • Disdik Jateng Tegaskan Margoyoso Tidak Direkomendasikan
  • Pemprov Jateng Akan Cek Surat Resmi dari Pemkab Pati

Pemprov Jateng memprioritaskan pendirian sekolah menengah atas negeri di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, dua wilayah yang dinilai masih kekurangan akses pendidikan menengah, dan wilayah tersebut masuk pada wilayah blank spot.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah terkait dengan akan dilakukannya pembangunan SMA di Kabupaten Pati.

Audiensi Digelar Menyusul Keresahan Sekolah Swasta

Audiensi ini digelar sebagai respons atas keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta di Margoyoso, menyusul beredarnya informasi sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut.

Perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa Margoyoso sejatinya telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Saat ini, terdapat sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA yang aktif beroperasi.

“Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. Kami berharap perhatian pemerintah lebih diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Birhad, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso.

Gus Yasin Tegaskan Sosialisasi Bukan dari Pemprov Jateng

Menanggapi keresahan tersebut, Gus Yasin menegaskan bahwa sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Margoyoso bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Jadi yang sosialisasi itu dari kabupaten, bukan dari kami,” tegasnya.

Ia pun meminta agar sosialisasi tersebut tidak dilanjutkan, karena Pemprov Jateng tidak memiliki rencana pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.

Tambakromo dan Jaken Masuk Wilayah Blank Spot Pendidikan

Menurut Gus Yasin, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah blank spot pendidikan di Kabupaten Pati, sehingga dibutuhkan penguatan akses pendidikan menengah.

Wilayah tersebut adalah Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, yang masuk kategori blank spot pendidikan.

“Sampaikan ke kabupaten agar tidak melanjutkan sosialisasi. Kita tidak punya rencana di Margoyoso, tetapi di Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.

Gus Yasin juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan kejelasan administrasi atas informasi yang telah beredar di masyarakat.

Disdik Jateng Tegaskan Margoyoso Tidak Direkomendasikan

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Disdik Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menegaskan bahwa berdasarkan basis data Disdik Jateng, hanya ada dua kecamatan di Kabupaten Pati yang masuk kategori blank spot pendidikan, yakni Tambakromo dan Jaken.

“Di database kami, Kabupaten Pati ada dua kecamatan yang menjadi blank spot pendidikan, yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.

Pemprov Jateng Akan Cek Surat Resmi dari Pemkab Pati

Sebagai tindak lanjut, Disdik Provinsi Jawa Tengah akan mengecek apakah telah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di Margoyoso.

“Jika ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Jika belum ada, fokus kami tetap pada Tambakromo dan Jaken,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Komite II DPD RI Kagum Terobosan Jawa Tengah di Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan
Perang Obor Jepara, Tradisi Warisan Leluhur Tegalsambi Kembali Jadi Magnet Wisata Budaya
UHC Awards 2026: Dukungan Daerah Menggema Nasional, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan
ASN Ayah di Jateng Dapat Flexi Time Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Gus Yasin Soroti Kerusakan Hutan Usai Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet
TAGGED:blank spot pendidikansekolah baru
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article soal stunting Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Next Article gerakan shalawat Gus Yasin Disebut Inspirator Gerakan Shalawat di Jawa Tengah, Gema Spiritual Kian Menguat

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.