TERKAIT rencana pendirian SMA Negeri di wilayah blank spot pendidikan di Kabupaten Pati, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak merencanakan pembangunan SMA Negeri di Margoyoso, tetapi pembangunan akan dilakukan pada wilayah blank spot pendidikan.
Pemprov Jateng memprioritaskan pendirian sekolah menengah atas negeri di Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, dua wilayah yang dinilai masih kekurangan akses pendidikan menengah, dan wilayah tersebut masuk pada wilayah blank spot.
Penegasan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menerima audiensi Paguyuban Madrasah Aliyah se-Kecamatan Margoyoso di Ruang Rapat Wakil Gubernur Jawa Tengah terkait dengan akan dilakukannya pembangunan SMA di Kabupaten Pati.
Audiensi Digelar Menyusul Keresahan Sekolah Swasta
Audiensi ini digelar sebagai respons atas keresahan masyarakat dan pengelola sekolah swasta di Margoyoso, menyusul beredarnya informasi sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di wilayah tersebut.
Perwakilan paguyuban menyampaikan bahwa Margoyoso sejatinya telah memiliki lembaga pendidikan menengah yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas. Saat ini, terdapat sembilan Madrasah Aliyah, lima SMK, dan satu SMA yang aktif beroperasi.
“Margoyoso sudah memiliki banyak lembaga pendidikan menengah. Kami berharap perhatian pemerintah lebih diarahkan pada penguatan kualitas. Sekolah dan madrasah di Margoyoso siap berkolaborasi untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Birhad, perwakilan Paguyuban Madrasah Aliyah Margoyoso.
Gus Yasin Tegaskan Sosialisasi Bukan dari Pemprov Jateng
Menanggapi keresahan tersebut, Gus Yasin menegaskan bahwa sosialisasi rencana pendirian SMA Negeri di Margoyoso bukan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Jadi yang sosialisasi itu dari kabupaten, bukan dari kami,” tegasnya.
Ia pun meminta agar sosialisasi tersebut tidak dilanjutkan, karena Pemprov Jateng tidak memiliki rencana pembangunan SMA Negeri di Kecamatan Margoyoso.
Tambakromo dan Jaken Masuk Wilayah Blank Spot Pendidikan
Menurut Gus Yasin, berdasarkan data dan perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, masih terdapat wilayah blank spot pendidikan di Kabupaten Pati, sehingga dibutuhkan penguatan akses pendidikan menengah.
Wilayah tersebut adalah Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken, yang masuk kategori blank spot pendidikan.
“Sampaikan ke kabupaten agar tidak melanjutkan sosialisasi. Kita tidak punya rencana di Margoyoso, tetapi di Tambakromo dan Jaken,” ujarnya.
Gus Yasin juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memastikan kejelasan administrasi atas informasi yang telah beredar di masyarakat.
Disdik Jateng Tegaskan Margoyoso Tidak Direkomendasikan
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Atas Disdik Provinsi Jawa Tengah, Kusno, menegaskan bahwa berdasarkan basis data Disdik Jateng, hanya ada dua kecamatan di Kabupaten Pati yang masuk kategori blank spot pendidikan, yakni Tambakromo dan Jaken.
“Di database kami, Kabupaten Pati ada dua kecamatan yang menjadi blank spot pendidikan, yaitu Kecamatan Tambakromo dan Kecamatan Jaken,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Kecamatan Margoyoso tidak direkomendasikan untuk pendirian SMA Negeri baru.
Pemprov Jateng Akan Cek Surat Resmi dari Pemkab Pati
Sebagai tindak lanjut, Disdik Provinsi Jawa Tengah akan mengecek apakah telah ada surat resmi dari Pemerintah Kabupaten Pati terkait usulan pendirian SMA Negeri di Margoyoso.
“Jika ada surat dari Kabupaten Pati, kami akan memberikan jawaban tertulis sesuai arahan Bapak Wakil Gubernur. Jika belum ada, fokus kami tetap pada Tambakromo dan Jaken,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
