Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Pembinaan WBP di Rutan Banjarnegara Dimulai dari Kerapihan Rambut, Ini Tujuannya
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Pembinaan WBP di Rutan Banjarnegara Dimulai dari Kerapihan Rambut, Ini Tujuannya
Banjarnegara

Pembinaan WBP di Rutan Banjarnegara Dimulai dari Kerapihan Rambut, Ini Tujuannya

Afifah Anis CH
Last updated: 29 Juli 2026 17:09
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
Kerapihan rambut menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan Rutan Banjarnegara
Seorang warga binaan saat melakukan potong rambut yang menjadi bagian dari pembinaan di Rutan Banjarnegara. (dok. RUtan Banjarnegara)
SHARE

PROGRAM pembinaan di Rutan Kelas IIB Banjarnegara tidak hanya menjaga kerapihan penampilan, tetapi juga menanamkan disiplin, kebersihan, dan tanggung jawab sebagai bekal warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Contents
  • Pembinaan Karakter Melalui Kebiasaan Positif
  • Dukung Keamanan dan Pembinaan Berkelanjutan

Disiplin tidak selalu dibangun melalui aturan yang besar. Di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarnegara, pembentukan karakter warga binaan justru dimulai dari kebiasaan sederhana, salah satunya menjaga kerapihan rambut secara rutin.

Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang terus diperkuat oleh Rutan Banjarnegara. Selain menjaga penampilan tetap rapi, kegiatan tersebut bertujuan membangun budaya hidup bersih, tertib, dan disiplin di lingkungan pemasyarakatan.

Seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti pemotongan rambut sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menariknya, proses cukur rambut dilakukan oleh sesama warga binaan yang memiliki keterampilan sebagai tukang cukur dengan pengawasan langsung petugas, sehingga seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan aman, tertib, dan sesuai standar operasional.

Pembinaan Karakter Melalui Kebiasaan Positif

Pelaksana Harian Kepala Rutan Kelas IIB Banjarnegara, Suparno, mengatakan pembinaan karakter tidak selalu dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu membentuk sikap disiplin dan rasa tanggung jawab.

“Kerapihan bukan hanya mencerminkan penampilan, tetapi juga menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab. Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, kami berharap warga binaan terbiasa menerapkan pola hidup tertib, bersih, dan disiplin sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujar Suparno.

Ia menjelaskan, menjaga rambut tetap rapi memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar aspek estetika. Rambut yang terawat membantu menjaga kebersihan diri, mengurangi potensi gangguan kesehatan kulit kepala, sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh penghuni rutan.

Selain itu, pembiasaan menjaga penampilan juga menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kepatuhan terhadap aturan, meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan pribadi, serta memperkuat tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Dukung Keamanan dan Pembinaan Berkelanjutan

Dari sisi keamanan, penampilan warga binaan yang rapi dan seragam turut memudahkan petugas dalam proses identifikasi maupun pengawasan sehari-hari. Kondisi tersebut dinilai mampu mendukung efektivitas pelaksanaan pembinaan sekaligus menjaga situasi rutan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Selama pelaksanaan kegiatan, proses pemotongan rambut berlangsung lancar tanpa mengganggu agenda pembinaan lainnya. Seluruh tahapan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.

Rutan Kelas IIB Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.

Melalui kebiasaan sederhana seperti menjaga kerapihan rambut, kebersihan, dan disiplin, diharapkan setiap warga binaan mampu membangun karakter yang lebih baik sehingga siap kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Pembinaan yang dimulai dari hal-hal sederhana tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem pemasyarakatan modern yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter, peningkatan kualitas hidup, dan keberhasilan proses reintegrasi sosial warga binaan.

*Ikuti media sosial kami.

Warga Resah Balap Liar dan Knalpot Brong, Satlantas Banjarnegara Amankan 17 Motor
Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu
Ratusan Pendekar Muda Banjarnegara Berebut Tiket Popda di Kejurda Pencak Silat Pelajar 2026
Milad ke-5 YKPB Banjarnegara: Pejuang Lingkungan Diajak Buka Puasa Bersama di Pendopo Dipayudha
Wakhid Jumali Pimpin PKB Banjarnegara Periode 2026-2031, Targetkan 10 Kursi DPRD
TAGGED:pembinaanRutan Banjarnegarawarga binaan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Bupati Fahmi saat meninjau rumah korban kebakaran di Kutasari Bupati Fahmi Salurkan Bantuan Pribadi Rp8 Juta untuk Korban Kebakaran di Kutasari
Next Article Gubernur Jateng saat mengunjungi sekolah roboh di Grobogan, dia meminta pendataan sekolah rawan roboh di Jateng Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Roboh

Berita Terbaru

Reses
Reses di Cilacap, David Ishaq Aryadi Serap Aspirasi Warga dan Paparkan Program Pembangunan
Cilacap Jateng
GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.