Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kopi hingga Carica Jadi Andalan, Dieng Disiapkan Jadi Wisata Berbasis Pengalaman
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Kopi hingga Carica Jadi Andalan, Dieng Disiapkan Jadi Wisata Berbasis Pengalaman
Banjarnegara

Kopi hingga Carica Jadi Andalan, Dieng Disiapkan Jadi Wisata Berbasis Pengalaman

Afifah Anis CH
Last updated: 22 September 2026 17:44
By Afifah Anis CH
5 Min Read
Share
Wisata Dieng Banjarnegara disiapkan berbasis pengalaman melalui GI Tourism. Wisatawan bisa menikmati kopi, carica, purwaceng hingga melihat proses produksi.
Wisata Dieng Banjarnegara disiapkan berbasis pengalaman melalui GI Tourism. Wisatawan bisa menikmati kopi, carica, purwaceng hingga melihat proses produksi. (KBR)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Kawasan wisata Dieng, Kabupaten Banjarnegara, mulai diarahkan tidak sekadar menawarkan panorama alam. Wisatawan nantinya dapat masuk lebih dekat ke kehidupan masyarakat, melihat proses produksi komoditas lokal, bertemu petani, hingga mencicipi dan membeli produk khas dari kawasan Dieng.

Contents
  • Kopi, Carica dan Purwaceng Dieng Jadi Produk Unggulan
  • Wisatawan Bisa Datang Langsung ke Kebun Kopi
  • Kualitas Produk Indikasi Geografis Harus Dijaga
  • Kopi Dieng Tembus Pasar Singapura hingga Australia
  • GI Tourism Hubungkan Alam, Budaya dan Produk Lokal

Konsep tersebut dikembangkan melalui program Geographical Indication (GI) Tourism atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG) yang digagas Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI.

Dieng menjadi salah satu kawasan percontohan karena memiliki kombinasi potensi alam, budaya, aktivitas masyarakat, serta produk lokal yang telah mendapat perlindungan Indikasi Geografis.

Kopi, Carica dan Purwaceng Dieng Jadi Produk Unggulan

Tiga produk utama yang menjadi bagian dari pengembangan GI Tourism Dieng adalah Kopi Arabika Pegunungan Dieng, Carica Dieng, dan Purwaceng Dieng.

Direktur Merek dan Indikasi Geografis DJKI Kementerian Hukum RI, Fajar Sulaeman, mengatakan konsep GI Tourism dirancang untuk memperluas pengalaman wisatawan.

Wisatawan tidak hanya melihat produk sebagai oleh-oleh, tetapi dapat mengetahui asal-usul, proses produksi, hingga bertemu langsung dengan petani dan pelaku usaha.

“Selama ini masyarakat hanya mengetahui produknya. Ke depan, kita ingin wisatawan bisa datang ke tempat ini, melihat prosesnya, bertemu dengan petani dan pelaku usaha, hingga membeli produk tersebut,” kata Fajar saat mengunjungi kebun kopi di Desa Babadan, Kecamatan Pagentan, Banjarnegara, Selasa (22/9/2026).

Menurut Fajar, GI Tourism merupakan program lintas sektor yang melibatkan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Hukum.

Wisatawan Bisa Datang Langsung ke Kebun Kopi

Salah satu potensi yang tengah dikembangkan adalah wisata kopi. Kopi Arabika Pegunungan Dieng disebut telah memiliki pasar hingga mancanegara, termasuk Australia, Singapura, dan Malaysia.

“Produk kopi arabika ini sudah bisa dijual ke Australia, Singapura, Malaysia. Pembelinya sudah ada. Yang perlu kita dorong adalah bagaimana mereka bisa datang langsung ke tempat ini,” ujarnya.

Konsep tersebut diharapkan memperluas manfaat ekonomi pariwisata. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat destinasi, tetapi juga menjangkau petani dan pelaku usaha di kawasan produksi.

Selain kopi, sejumlah komoditas lain seperti tembakau dan kentang merah juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis produk lokal.

Kualitas Produk Indikasi Geografis Harus Dijaga

Pengembangan GI Tourism juga dibarengi dengan upaya menjaga kualitas produk yang telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis.

Fajar mengatakan konsistensi mutu dan karakter produk menjadi bagian penting untuk mempertahankan kepercayaan konsumen. Karena itu, petani didorong aktif dalam organisasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG).

“Reputasi ini yang paling penting. Kita ingin membangun kepercayaan konsumen ketika mereka membeli kopi Pegunungan Dieng,” ujarnya.

Ketua MPIG Kopi Arabika Pegunungan Dieng, Turno, mengatakan pengembangan wisata berbasis kopi membuka peluang baru bagi masyarakat.

Menurutnya, budidaya kopi di kawasan Dieng selama ini juga diarahkan untuk mendukung konservasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Selama ini budidaya kopi kita mulai dari konservasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sekarang dengan adanya program dari DJKI dan GI Tourism, jalur wisata kopi semakin berkembang,” kata Turno.

Kopi Dieng Tembus Pasar Singapura hingga Australia

Di Desa Babadan, luas perkebunan kopi mencapai sekitar 50 hektare. Sementara total perkebunan kopi di Kabupaten Banjarnegara diperkirakan sekitar 1.000 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan.

Produktivitas kopi rata-rata berada di kisaran 700–800 kilogram per hektare per tahun. Pemasarannya juga telah menjangkau pasar luar negeri, antara lain Singapura, Malaysia, dan Australia.

Dalam proses budidaya, petani lebih banyak menggunakan pupuk organik seperti pupuk kandang dan limbah pengolahan kopi. Pupuk kimia digunakan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan unsur tertentu tanaman.

Dari sisi cita rasa, Kopi Arabika Pegunungan ini memiliki karakter khas, antara lain rasa gula Jawa, fruity, dan rempah-rempah.

“Karakteristiknya ada rasa gula Jawa, fruity, kemudian rempah-rempah. Itu yang menjadi ciri khas kopi Banjarnegara atau kopi Dieng,” ujar Turno.

GI Tourism Hubungkan Alam, Budaya dan Produk Lokal

Melalui program GI Tourism, kebun kopi dan sentra produk lokal di kawasan Dieng diarahkan menjadi bagian dari jalur wisata.

Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga dapat melihat proses produksi, berinteraksi dengan petani, serta mencicipi dan membeli produk langsung dari kawasan asalnya.

Konsep ini diharapkan membuat wisata Dieng berkembang dari sekadar wisata panorama menjadi pengalaman yang menghubungkan alam, budaya, produk lokal, dan ekonomi masyarakat.

*Ikuti media sosial kami.

Satpol PP Banjarnegara Monitoring Kafe dan Karaoke, Pastikan Patuh Jam Operasional Ramadan
APBD Banjarnegara 2026 Turun Jadi Rp2,15 Triliun, PAD Digenjot
Konsistensi Kualitas dan Kolaborasi Lintas Generasi Jadi Kunci Kesuksesan Kopi Senggani
Pemkab Banjarnegara Verifikasi 21 Gedung KDKMP, Pastikan Siap Digunakan
PLN IP UBP Mrica Perluas Pasar UMKM, Kopi Lokal Banjarnegara Ikut Pameran di Jakarta
TAGGED:banjarnegaraCarica DiengGI Tourism DiengKopi Arabika Pegunungan DiengPurwaceng Diengwisata berbasis pengalaman Diengwisata diengwisata kopi Dieng
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Libatkan TNI-Polri dan BNNK Purbalingga, Rutan Banjarnegara Razia Kamar Warga Binaan
Next Article Petugas saat panen cabai di lahan sempit RUtan Banjarnegara Lahan Sempit Rutan Banjarnegara Hasilkan 4 Kg Cabai

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.