KABARBANYUMASRAYA.COM – Kopi lokal Banjarnegara mendapat kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas melalui partisipasi Paguyuban Mrica Corner dalam InPower Fest 2.0 di Kantor Pusat PLN Indonesia Power, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Dalam festival UMKM yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PLN Indonesia Power tersebut, kopi Sengkuyung menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan kepada konsumen. Produk ini merupakan hasil budidaya petani lokal yang dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat oleh PLN Indonesia Power (PLN IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica.
Kopi Sengkuyung hadir dengan varian Arabika dan Robusta. Produk tersebut tidak hanya membawa potensi pertanian Banjarnegara, tetapi juga merepresentasikan upaya menghubungkan pengembangan ekonomi masyarakat dengan pelestarian lingkungan di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu.
Partisipasi Mrica Corner dalam kegiatan tersebut menjadi langkah untuk memperkuat promosi, memperluas akses pemasaran, dan meningkatkan peluang usaha bagi kelompok masyarakat binaan UBP Mrica, khususnya kopi lokal Banjarnegara.
Tanam 253.761 Pohon Kopi untuk Dukung Konservasi DAS Serayu
Pengembangan Kopi lokal Banjarnegara tidak terlepas dari upaya konservasi lingkungan yang dilakukan PLN IP UBP Mrica di kawasan hulu DAS Serayu.
Sejak 2012 hingga 2026, UBP Mrica telah melakukan penanaman sebanyak 253.761 pohon kopi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.000 pohon ditanam sepanjang 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan lingkungan, memperkuat fungsi konservasi kawasan hulu, dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.
Budidaya kopi diarahkan agar memberikan manfaat ganda. Selain mendukung upaya pelestarian kawasan hulu, kegiatan tersebut membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
Hasil budidaya kemudian dikembangkan menjadi produk yang dapat dipasarkan melalui Mrica Corner. Dengan pendekatan ini, kegiatan konservasi tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga dihubungkan dengan pengembangan usaha dan akses pasar bagi masyarakat.
Kopi Sengkuyung menjadi salah satu contoh produk yang menghubungkan potensi pertanian lokal dengan upaya pemberdayaan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Mrica Corner Buka Peluang Pasar bagi Produk UMKM
Selain Kopi Sengkuyung, Paguyuban Mrica Corner turut memasarkan berbagai produk lain dari mitra binaan PLN IP UBP Mrica dalam InPower Fest 2.0.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi sarana promosi sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan usaha masyarakat kepada calon konsumen yang lebih luas.
Dukungan pemasaran menjadi aspek penting dalam pemberdayaan UMKM. Produk yang berkualitas membutuhkan akses pasar agar dapat berkembang, meningkatkan nilai tambah, dan memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha.
Melalui Mrica Corner, UBP Mrica berupaya menghubungkan proses produksi mitra binaan dengan peluang pemasaran. Langkah tersebut diharapkan membantu usaha masyarakat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
PLN IP UBP Mrica Dorong UMKM Lebih Mandiri
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Wasis Jati Waskitho, mengatakan bahwa perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kami ingin mitra binaan tidak hanya mampu memproduksi barang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya secara lebih luas. Melalui Mrica Corner, kami berupaya membuka akses pasar, memperkuat nilai tambah produk lokal, dan mendorong UMKM agar semakin mandiri serta berdaya saing,” jelas Wasis.
Ia juga menilai Kopi Sengkuyung menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung upaya konservasi di kawasan hulu DAS Serayu.
“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Sengkuyung menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung upaya konservasi di hulu DAS Serayu,” ujar Wasis.
Menurutnya, pengembangan Mrica Corner merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang saling mendukung antara kegiatan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kopi Lokal Jadi Penghubung Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan
Partisipasi dalam InPower Fest 2.0 diharapkan memperkuat pengenalan kopi lokal yang merupakan produk UMKM binaan PLN IP UBP Mrica sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pemasaran yang lebih luas.
Melalui pengembangan Kopi Sengkuyung, potensi pertanian kopi lokal Banjarnegara diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi petani dan masyarakat yang terlibat.
Di sisi lain, budidaya kopi lokal yang terintegrasi dengan upaya konservasi menjadi bagian dari pendekatan untuk menjaga kelestarian kawasan hulu DAS Serayu, yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan sumber daya air dan operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
PLN IP UBP Mrica pun terus mendorong pengembangan mitra binaan melalui pembinaan usaha, penguatan pemasaran, dan promosi produk lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian UMKM sekaligus membangun keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelestarian lingkungan di Banjarnegara.
