Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dieng Terpilih Jadi Pilot Project GI Tourism Pertama di Indonesia, Ini Potensinya
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Dieng Terpilih Jadi Pilot Project GI Tourism Pertama di Indonesia, Ini Potensinya
BanjarnegaraNasional

Dieng Terpilih Jadi Pilot Project GI Tourism Pertama di Indonesia, Ini Potensinya

Afifah Anis CH
Last updated: 31 Agustus 2026 11:26
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Dieng ditetapkan sebagai pilot project nasional pertama Geographical Indication Tourism (GI Tourism) atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG)
Dieng ditetapkan sebagai pilot project nasional pertama Geographical Indication Tourism (GI Tourism) atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG) (dok.kominfo)
SHARE

BANJARNEGARA, KABARBANYUMASRAYA – Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, mencatat sejarah baru dalam pengembangan pariwisata berbasis kekayaan lokal. Dieng ditetapkan sebagai pilot project nasional pertama Geographical Indication Tourism (GI Tourism) atau pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG).

Contents
  • GI Tourism Ubah Wisatawan Jadi Bagian dari Cerita Produk Lokal
  • Tiga Produk Indikasi Geografis Jadi Kekuatan Dieng
  • Bupati Banjarnegara Dukung GI Tourism Dieng
  • DJKI Serahkan Bukti Permohonan Merek

Program yang dikembangkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM tersebut diarahkan untuk mengubah produk khas daerah menjadi pengalaman wisata yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Pengembangan GI Tourism Dieng menjadi bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) 2026, termasuk Festival Kopi Dieng yang digelar Sabtu (29/8/2026).

GI Tourism Ubah Wisatawan Jadi Bagian dari Cerita Produk Lokal

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan, Utilisasi dan Pengawasan Indikasi Geografis DJKI, Irma Mariana, mengatakan program tersebut tidak sekadar bertujuan melindungi produk melalui sertifikat Indikasi Geografis.

Lebih dari itu, wisatawan akan diajak mengenal langsung cerita, proses produksi, lingkungan geografis, hingga masyarakat yang berada di balik produk tersebut.

“Ini merupakan upaya mengubah sebuah produk indikasi geografis menjadi pengalaman yang pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokalnya,” kata Irma dalam kegiatan IP Talks & Coffee di Festival Kopi Dieng.

Melalui konsep tersebut, wisatawan tidak hanya datang, membeli produk, lalu pulang. Mereka dapat mengunjungi kebun, melihat proses produksi, berinteraksi dengan petani, sekaligus memahami karakter dan budaya yang membentuk produk khas Dieng.

Pengalaman itu diharapkan menciptakan cerita personal bagi wisatawan sekaligus meningkatkan nilai jual produk lokal.

Tiga Produk Indikasi Geografis Jadi Kekuatan Dieng

Dieng memiliki modal kuat untuk mengembangkan GI Tourism karena kawasan ini mempunyai lanskap geografis dan produk khas yang saling berkaitan. Tiga produk unggulan yang telah memiliki Indikasi Geografis yakni Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng Dieng.

Ketiganya memiliki karakteristik yang terbentuk dari kondisi alam Dieng, mulai dari iklim, tanah, kelembapan hingga budaya masyarakat setempat.

DJKI juga mendorong agar pengembangan kekayaan intelektual di Dieng tidak berhenti pada produk IG. Perlindungan dapat diperluas ke hak cipta dan kekayaan intelektual lainnya, termasuk event budaya, seni pertunjukan dan gastronomi lokal.

Bupati Banjarnegara Dukung GI Tourism Dieng

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana mengapresiasi terpilihnya Dieng sebagai lokasi pertama pengembangan GI Tourism nasional. Program tersebut menjadi peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui potensi lokal yang dimiliki Dieng.

“Banjarnegara yang tadinya tidak masuk dalam daftar, pada akhirnya terpilih menjadi yang pertama untuk GI Tourism. Ini semua dituntun oleh niat bersama untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Amalia.

Ia juga menilai cerita di balik produk menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya tarik wisata. Kopi, misalnya, tidak hanya dinilai dari rasa, tetapi juga dari proses panjang yang melibatkan petani dan karakter wilayah tempat kopi tersebut tumbuh.

Amalia menegaskan Pemkab Banjarnegara akan terus mendukung pengembangan potensi lokal yang dapat membawa produk daerah semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

DJKI Serahkan Bukti Permohonan Merek

Dalam rangkaian kegiatan Festival Kopi Dieng, DJKI turut menyerahkan surat tanda bukti permohonan merek Festival Kopi Dieng kepada Project Manager Festival Kopi Dieng, Alif Zen Fahmi.

Surat tanda bukti permohonan merek kolektif Kopi Pegunungan Dieng dan Dieng Culture Festival juga diserahkan kepada Alif Faozi.

Langkah tersebut memperkuat ekosistem kekayaan intelektual di Dieng, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan potensi budaya, produk lokal dan pariwisata sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.

*Ikuti media sosial kami.

Konsumsi BBM dan LPG Naik Saat Mudik Lebaran 2026, Pertamina Pastikan Stok Aman hingga Arus Balik
Rutan Banjarnegara Rujuk Warga Binaan ke Poli Paru, Didiagnosis PPOK
Atasi Antrean Jantung dan Stroke, Kemenkes Genjot Pemerataan Dokter Spesialis hingga Daerah
PLN IP UBP Mrica Perluas Pasar UMKM, Kopi Lokal Banjarnegara Ikut Pameran di Jakarta
Ayo Datang! Pembukaan MTQ Nasional XXXI di Semarang Dimeriahkan Opick dan Rekor MURI
TAGGED:diengdieng jadi yang pertamagi tourism pertamakopi diengpotensi lokal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Sekda Jateng ajak ASN ikut sukseskan MTQ Nasional 2026 Sekda Jateng Ajak ASN Ramaikan MTQ Nasional XXXI, Digelar 11-19 September 2026
Next Article BPK mulai lakukan pemeriksaan rutin di Jateng, Taj Yasin minta OPD siapkan data Taj Yasin Buka Pintu Pemeriksaan BPK di Jateng, OPD Diminta Siapkan Data

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.