Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jateng Kembangkan Wisata BOKOR, Rawapening Run Heritage Jadi Andalan Sport Tourism
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jateng Kembangkan Wisata BOKOR, Rawapening Run Heritage Jadi Andalan Sport Tourism
Jateng

Jateng Kembangkan Wisata BOKOR, Rawapening Run Heritage Jadi Andalan Sport Tourism

Reza Sanjaya
Last updated: 18 Oktober 2026 15:13
By Reza Sanjaya
5 Min Read
Share
Rawapening Run Heritage 2026, aglomerasi wisata BOKOR, wisata Ambarawa, sport tourism Jawa Tengah, wisata Rawa Pening, Benteng Fort Willem
Rawapening Run Heritage 2026, aglomerasi wisata BOKOR, wisata Ambarawa, sport tourism Jawa Tengah, wisata Rawa Pening, Benteng Fort Willem. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pengembangan kawasan wisata Borobudur-Kopeng-Rawa Pening (Wisata BOKOR) melalui konsep aglomerasi pariwisata. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengembangkan sport tourism atau wisata olahraga melalui ajang Rawapening Run Heritage 2026 di kawasan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Contents
  • BOKOR Perkuat Daya Tarik Wisata Jawa Tengah
  • Benteng Fort Willem I Jadi Titik Start dan Finis
  • Rawapening Run Heritage Jadi Momentum Pelestarian Rawa Pening

Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wisata alam, sejarah, dan budaya di sekitar Rawa Pening. Selain menarik kunjungan wisatawan, penyelenggaraan ajang lari tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi destinasi wisata Jawa Tengah secara terpadu.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara terintegrasi agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dalam satu rangkaian perjalanan.

Dengan pendekatan aglomerasi, sejumlah objek wisata yang memiliki karakter berbeda dapat dikemas menjadi paket perjalanan yang saling melengkapi. Strategi ini diharapkan memperpanjang lama kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi.

“Kita penginnya juga bagaimana pengembangan pariwisata itu menjadi paket-paket pariwisata dalam bentuk aglomerasi,” kata Sumarno seusai peluncuran dan konferensi pers Road to Rawapening Run Heritage di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

BOKOR Perkuat Daya Tarik Wisata Jawa Tengah

Pengembangan aglomerasi wisata BOKOR menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan destinasi unggulan dan memperluas pengalaman wisatawan selama berada di Jawa Tengah.

Melalui konsep wisata Bokor tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya mengunjungi satu objek wisata, tetapi juga menjelajahi destinasi lain yang berada dalam satu kawasan perjalanan.

Rawapening Run Heritage menjadi salah satu kegiatan yang dapat mendukung strategi tersebut. Ajang lari ini menawarkan pengalaman berolahraga sekaligus menikmati panorama alam dan menelusuri jejak sejarah Ambarawa.

Sumarno menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai dapat memperkenalkan potensi wisata Rawa Pening dan Ambarawa kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk pengunjung dari luar Jawa Tengah.

Menurutnya, perpaduan olahraga, alam, dan sejarah memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan lari pada umumnya.

Benteng Fort Willem I Jadi Titik Start dan Finis

Kawasan Ambarawa memiliki beragam daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari perjalanan wisata. Beberapa di antaranya adalah Danau Rawa Pening, Benteng Fort Willem I, Museum Kereta Api Ambarawa, serta kawasan bersejarah Palagan Ambarawa.

Keberadaan destinasi tersebut menjadi modal untuk mengembangkan wisata berbasis pengalaman atau experience tourism, yang memadukan aktivitas rekreasi dengan pengenalan sejarah dan kekayaan lokal.

“Ini tentu saja vibe-nya sangat berbeda,” ujar Sumarno saat menggambarkan pengalaman berlari di kawasan yang menyuguhkan perpaduan bentang alam dan bangunan bersejarah.

Rawapening Run Heritage 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 November 2026, dengan titik mulai dan finis di Benteng Fort Willem I, Kabupaten Semarang.

Panitia menyiapkan tiga kategori lomba, yakni 5 kilometer, 10 kilometer, dan 21 kilometer. Ajang tersebut menyediakan kuota sebanyak 1.500 peserta yang menyasar pelari lokal, nasional, komunitas, hingga keluarga.

Pendaftaran peserta mulai dibuka pada 17 Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian peluncuran dan konferensi pers kegiatan tersebut.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah diharapkan dapat memperluas promosi wisata Ambarawa sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha kuliner, penginapan, transportasi, dan produk lokal.

Rawapening Run Heritage Jadi Momentum Pelestarian Rawa Pening

Di balik peluang pengembangan wisata, Pemprov Jawa Tengah juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan Rawa Pening. Danau tersebut masih menghadapi persoalan pendangkalan dan pencemaran yang membutuhkan perhatian serta keterlibatan berbagai pihak.

Sumarno mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Rawa Pening juga mengalami kerusakan, baik dari sisi pendangkalan maupun dari sisi pencemaran,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga danau tersebut, termasuk melalui kampanye lingkungan yang dapat disuarakan oleh komunitas pelari dan peserta Rawapening Run Heritage.

Menurutnya, Rawa Pening bukan sekadar destinasi wisata, melainkan bagian dari ekosistem yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Karena itu, promosi wisata perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Mari kita sama-sama suarakan bagaimana kita menjaga Rawa Pening,” pungkas Sumarno.

Melalui pengembangan aglomerasi wisata BOKOR dan penyelenggaraan Rawapening Run Heritage 2026, Jawa Tengah berharap potensi wisata alam dan sejarah Ambarawa semakin dikenal luas. Pada saat yang sama, kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kepedulian bersama untuk menjaga Rawa Pening agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Sensus Ekonomi 2026 Jateng Tembus 81 Persen, Wagub Taj Yasin Minta Pendataan Dipercepat
Ahmad Luthfi Pasang Badan Lindungi Sawah Jateng, Alih Fungsi Lahan Ditegaskan Haram
Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Ancaman Siber Meningkat, Sekda Jateng Minta Pengamanan Data Pemerintah Diperketat
Investor Dubai Siapkan Rp5 Triliun untuk Bangun Mini Refinery di Jepara
TAGGED:aglomerasi wisata BOKORBenteng Fort WillemRawapening Run Heritage 2026sport tourism Jawa Tengahwisata Ambarawawisata Rawa Pening
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pelepasan kontingen Kabupaten Banjarnegara menuju Porprov Jateng 2026 Bidik 7 Besar Porprov Jateng 2026, Banjarnegara Targetkan 30 Medali Emas
Next Article Warga Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas yang mencuri burung murai diperiksa petugas Unit Reskrim Polsek Kebasen.(Foto: Polresta Banyumas) Curi 4 Burung Murai Batu Senilai Rp4 Juta, Pemuda di Banyumas Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.