KABARBANYUMASRAYA.COM – Kelelahan setelah mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI 2026 tak lagi menjadi persoalan bagi para kafilah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 20 terapis penyandang disabilitas netra untuk memberikan layanan pijat bugar di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Jateng.
Layanan tersebut bukan sekadar tempat memulihkan stamina. Pemprov Jateng juga menjadikannya sebagai ruang bagi penyandang disabilitas netra untuk menunjukkan keterampilan sekaligus memperoleh penghasilan.
Layanan Pijat Bantu Pulihkan Tenaga Kafilah MTQ
Salah satu kafilah yang merasakan manfaat layanan tersebut adalah Rosyid, peserta cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) asal Sumatera Barat.
Pria 24 tahun itu mengaku tubuhnya pegal setelah perjalanan menuju Semarang dan mengikuti lomba yang mengharuskannya berada di depan laptop selama sekitar delapan jam.
“Adanya layanan pijat ini sangat membantu, bikin fresh lagi,” kata Rosyid saat ditemui di stan pijat MTQ Nasional, Kantor Dinsos Jateng, Selasa (15/9/2026).
Pengalaman serupa disampaikan Zukhrufil Shodri, peserta Tilawah Remaja asal Sumatera Barat. Ia mengikuti pijat selama satu jam dengan tarif Rp50 ribu.
Shodri yang sudah dua kali mengikuti MTQ Nasional menyebut layanan pijat dari 20 terapis yang tersedia tersebut menjadi pengalaman baru selama mengikuti ajang nasional.
“Ini yang pertama ada stan pijat, sehingga terbantu sekali. Kawan-kawan dari provinsi lain biasanya capek luar biasa karena perjalanan yang jauh,” ujarnya.
20 Terapis Netra dari Empat Panti Sosial
Sebanyak 20 terapis penyandang disabilitas netra dilibatkan untuk memulihkan tenaga bagi para kafilah. Mereka berasal dari empat unit pelayanan sosial binaan Pemprov Jateng, yakni:
- PPSDSN Penganthi Temanggung;
- PPSDSN Bhakti Candrasa Surakarta;
- Panti Pelayanan Sosial Lansia Bojongbata Pemalang;
- PPSDSN Pendowo Kudus.
20 terapis memberikan layanan pijat bugar dengan sejumlah teknik, antara lain shiatsu, segment, sport, dan kosmetik.
Salah satu terapis, Agus Setyawan dari PPSDSN Penganthi Temanggung, mengaku senang mendapat kesempatan bersama 20 terapis lain ikut terlibat dalam MTQ Nasional.
Menurut Agus, keterampilan pijat yang dimilikinya merupakan bagian dari pembinaan selama tiga tahun di panti sosial. Selain keterampilan massage, ia juga mendapat pembinaan musik dan olahraga.
“Setelah diajarkan beberapa teknik massage dan keterampilan yang lain, saya merasa senang dan lebih optimis untuk menjalankan hidup, untuk percaya diri,” tuturnya.
Pijat Rp50 Ribu, Sudah Dimanfaatkan Lebih dari 50 Orang
Sekretaris Dinsos Jateng Isriadi Widodo mengatakan, layanan pijat bugar dibuka 13-19 September 2026, setiap hari pukul 14.00-20.00 WIB.
Tersedia tiga kamar untuk pelanggan putra dan dua kamar untuk putri. Tarif yang dikenakan sebesar Rp50 ribu per jam.
Hingga Selasa (15/9/2026), lebih dari 50 orang telah memanfaatkan layanan tersebut.
Isriadi mengatakan program tersebut memiliki dua tujuan, yakni membantu menjaga kebugaran kafilah MTQ sekaligus membuka ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan meningkatkan pendapatan.
“Mudah-mudahan dengan kesempatan ini semakin banyak pasien yang berdatangan. Kami berharap ini menjadi rezeki berkah bagi saudara-saudara kita yang netra,” katanya.
Pemprov Jateng Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas
Program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jateng memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas secara produktif.
Selain pada MTQ Nasional, para penyandang disabilitas binaan Dinsos Jateng juga dilibatkan dalam sejumlah bazar, pameran, dan kegiatan publik lainnya.
Isriadi berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi para penyandang disabilitas netra setelah menyelesaikan proses rehabilitasi sosial.
“Harapannya nanti para penyandang netra ini setelah menjalani proses rehabilitasi sosial di dalam panti, mereka bisa hidup mandiri di keluarga dan masyarakat,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
