BEKASI – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua lokasi dry port di Batang dan Kendal untuk memperkuat sistem logistik kawasan industri serta menekan biaya distribusi. Untuk itu, Gubernur Ahmad Luthfi tak ingin Jateng hanya jadi penonton arus container.
Langkah ini menjadi bagian strategi pemerintah di tengah pertumbuhan kawasan industry serta meningkatnya arus kontainer menuju Jakarta dan Surabaya. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mendorong pembangunan dry port atau pelabuhan darat sebagai salah satu strategi memperkuat jaringan logistik sekaligus meningkatkan daya saing industri daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan fasilitas tersebut mulai terwujud dalam dua tahun ke depan. Untuk mematangkan konsepnya, Luthfi bersama jajaran terkait melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port di kawasan Jababeka, Kabupaten Bekasi.
Rombongan tersebut melibatkan pengelola Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), serta sejumlah organisasi perangkat daerah.
Bagi Luthfi, kunjungan tersebut bukan sekadar melihat fasilitas dry port yang sudah berjalan. Ia ingin memastikan konsep yang diterapkan di Jawa Tengah nantinya benar-benar mampu mengurai persoalan logistik dan mendukung pertumbuhan kawasan industri.
Sekitar 70 Persen Kontainer Jateng Masih Mengarah ke Jakarta dan Surabaya
Luthfi mengungkapkan, sebagian besar arus kontainer dari Jawa Tengah masih bergantung pada simpul logistik di Jakarta dan Surabaya. “Sekitar 70 persen kontainer di Jawa Tengah pengirimannya masih banyak ke Jakarta dan Surabaya. Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah dry port,” kata Luthfi.
Kondisi tersebut dinilai perlu segera diantisipasi seiring pesatnya perkembangan kawasan industri di Jawa Tengah. Pertumbuhan industri tanpa dukungan sistem logistik yang efisien berpotensi membuat biaya distribusi tetap tinggi. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi daya saing produk industri yang diproduksi di Jawa Tengah.
Karena itu, pembangunan dry port dipandang sebagai bagian penting dari penguatan ekosistem industri, bukan sekadar pembangunan fasilitas logistik baru.
Apa Itu Dry Port dan Mengapa Penting untuk Industri Jateng?
Dry port merupakan terminal logistik yang berada di daratan dan menjalankan sejumlah fungsi yang selama ini identik dengan pelabuhan laut. Fasilitas ini dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat dan penyimpanan kontainer, konsolidasi barang, pemeriksaan kepabeanan, hingga pengurusan dokumen ekspor-impor.
Dengan sistem tersebut, proses logistik dapat dilakukan lebih dekat dengan kawasan industri. Barang tidak harus selalu dibawa ke pelabuhan laut terlebih dahulu untuk menjalani seluruh rangkaian proses administrasi dan penanganan logistik.
Bagi Jawa Tengah, konsep tersebut diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus menciptakan sistem logistik yang lebih terintegrasi.
Dua Lokasi Disiapkan di Batang dan Kendal
Pemprov Jawa Tengah saat ini menyiapkan dua alternatif lokasi pembangunan terminal logistik tersebut. Keduanya memiliki luas sekitar 50 hektare. Lokasi pertama berada di kawasan KITB Batang, sedangkan alternatif lainnya berada di Weleri, Kabupaten Kendal.
Dari dua opsi tersebut, persiapan di KITB Batang disebut telah berjalan lebih maju. Kesepahaman telah dibangun antara PT KAI, Pelindo, KITB, SPJT, dan BUMD Batang.
Tahapan selanjutnya diarahkan pada penyusunan studi kelayakan serta penentuan konsultan perencana.
“Yang sudah kita kerjakan sekarang adalah di KITB, sudah MoU, tapi juga menunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi,” tegas Luthfi.
Belajar dari Cikarang Dry Port yang Layani 500 Perusahaan
Dalam kunjungan tersebut, jajaran Pemprov Jateng mempelajari secara langsung operasional Cikarang Dry Port yang telah beroperasi sejak 2010. Fasilitas tersebut menjadi salah satu simpul penting kegiatan logistik dan ekspor-impor bagi perusahaan industri di kawasan sekitarnya.
Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf mengatakan, saat ini fasilitas tersebut melayani sekitar 500 perusahaan industri. Jangkauan penggunanya pun cukup luas, mulai dari Tangerang, Cikarang, Cikampek hingga Bandung.
Menurut Noor, kekuatan dry port tidak hanya terletak pada fungsi perpindahan barang. Fasilitas penyimpanan atau storage juga menjadi bagian penting dari ekosistem logistik yang ditawarkan.
“Konsep dry port ini mendukung fasilitas lebih luas, termasuk storage. Jababeka juga sedang menyiapkan rencana pembangunan dry port di Weleri, Kendal,” ujarnya.
Rencana tersebut membuka peluang pengembangan sistem logistik yang terintegrasi dengan kawasan industri di Jawa Tengah. Jika terealisasi, pembangunan dry port di Batang dan Kendal diharapkan mampu menciptakan simpul logistik baru di Jawa Tengah.
Arus kontainer dari kawasan industri nantinya tidak harus selalu bergerak menuju Jakarta maupun Surabaya untuk mendapatkan layanan pendukung ekspor-impor.
Keberadaan fasilitas tersebut juga berpotensi memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan efisiensi pengiriman barang. Bagi kawasan industri seperti KITB Batang dan KEK Kendal, sistem logistik yang lebih dekat dan terintegrasi dapat menjadi nilai tambah dalam menarik investasi baru.
Bukan Sekadar Infrastruktur, Dry Port Jadi Strategi Daya Saing Jateng
Pembangunan dry port menjadi bagian dari strategi Pemprov Jawa Tengah untuk mengubah posisi daerah dari sekadar wilayah produksi menjadi kawasan industri yang memiliki dukungan logistik kuat.
Efisiensi logistik akan menjadi semakin penting seiring bertambahnya aktivitas manufaktur, investasi, dan perdagangan.
Karena itu, target pembangunan dalam dua tahun yang disampaikan Ahmad Luthfi menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengelola kawasan industri, BUMD, operator kereta api, hingga pengelola pelabuhan.
Jika berhasil diwujudkan, dry port di Jawa Tengah diharapkan mampu memangkas ketergantungan terhadap simpul logistik Jakarta dan Surabaya, menekan biaya distribusi, serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu basis manufaktur dan industri nasional.
*Ikuti media sosial kami.
