Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Sejarah Baru di MTQ Nasional, Penyandang Tuli Ikut Tartil Al-Qur’an Isyarat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Nasional > Sejarah Baru di MTQ Nasional, Penyandang Tuli Ikut Tartil Al-Qur’an Isyarat
Nasional

Sejarah Baru di MTQ Nasional, Penyandang Tuli Ikut Tartil Al-Qur’an Isyarat

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 15 September 2026 18:18
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
Penyandang tuli saat mengikuti lomba tartil Al-Qur'an dalam MTQ Nasional
Penyandang tuli saat mengikuti lomba tartil Al-Qur'an dalam MTQ Nasional 2026. Ajang ini menjadi pertama kali sepanjang sejarah. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ Nasional) XXXI 2026 di Jawa Tengah mencatat babak baru. Untuk pertama kalinya, penyandang disabilitas sensorik rungu atau tuli mendapat ruang dalam ajang nasional tersebut melalui eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat.

Contents
  • Tartil Al-Qur’an Isyarat Jadi Tradisi Baru MTQ Nasional
  • 28 Peserta dari 9 Provinsi Ikuti Eksibisi
  • Kemenag Gandeng Asosiasi Tuli Muslim Indonesia
  • Komnas Disabilitas: Negara Hadir Penuhi Hak Keagamaan

Eksibisi ini menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan MTQ yang lebih inklusif, sekaligus upaya memperkuat pemenuhan hak beragama bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan berlangsung di MG Setos Hotel Semarang, Selasa (15/9/2026), dengan peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Tartil Al-Qur’an Isyarat Jadi Tradisi Baru MTQ Nasional

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad, menyebut eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat sebagai tradisi baru dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.

Menurutnya, momentum tersebut penting karena MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga harus dapat diikuti seluruh umat Islam, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan.

“Kami berharap ini adalah momentum sejarah yang sangat penting, terutama bagi teman-teman disabilitas. MTQ harus inklusif, MTQ harus bisa diikuti oleh semua kelompok umat Islam,” ujar Abu.

Kementerian Agama selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan eksibisi tersebut. Hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan apakah Tartil Al-Qur’an Isyarat dapat ditetapkan sebagai cabang resmi MTQ pada penyelenggaraan mendatang.

Sejumlah aspek masih perlu disempurnakan, terutama terkait perangkat dan mekanisme musabaqah.

28 Peserta dari 9 Provinsi Ikuti Eksibisi

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Muchlis M Hanafi, mengatakan eksibisi tersebut diikuti 28 peserta putra dan putri.

Mereka merupakan perwakilan dari 14 komunitas Tuli Muslim yang berasal dari sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Jambi.

Muchlis menegaskan, layanan keagamaan harus diberikan secara adil dan tidak boleh membedakan kelompok masyarakat.

“Eksibisi ini menjadi tahap pengenalan, pengujian, dan penyempurnaan, sebelum tartil Al-Qur’an isyarat dipertimbangkan menjadi cabang resmi dalam MTQ,” katanya.

Para peserta tampil melalui dua metode, yakni kitabah dan tilawah. Penilaian dilakukan dewan hakim yang terdiri dari unsur tuli dan nontuli yang memahami pedoman serta metode Al-Qur’an Isyarah.

Kemenag Gandeng Asosiasi Tuli Muslim Indonesia

Penyelenggaraan eksibisi ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Agama dengan Asosiasi Tuli Muslim Indonesia (ATMI).

ATMI terlibat dalam aspek teknis, termasuk penyusunan pedoman penilaian hingga mekanisme pelaksanaan musabaqah.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Tartil Al-Qur’an Isyarat dapat berlangsung sesuai kebutuhan peserta tuli.

Komnas Disabilitas: Negara Hadir Penuhi Hak Keagamaan

Komisioner Komisi Nasional Disabilitas RI, Deka Kurniawan, mengapresiasi langkah Kementerian Agama menghadirkan ruang bagi penyandang disabilitas dalam MTQ Nasional.

Menurutnya, negara memiliki kewajiban memastikan penyandang disabilitas memperoleh akses yang setara terhadap layanan keagamaan.

“MTQ ke-XXXI di Semarang ini menjadi pembuktian nyata bahwa negara betul-betul hadir memenuhi hak penyandang disabilitas,” terang Deka.

Ia menilai kesempatan bagi penyandang disabilitas sensorik rungu dan wicara untuk mengikuti kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar dan hak asasi warga negara.

Eksibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat di MTQ Nasional XXXI 2026 pun menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa penyelenggaraan MTQ di Indonesia mulai membuka ruang yang lebih luas bagi semua umat Islam untuk berpartisipasi secara setara.

*Ikuti media sosial kami.

Tetap Kuliah di Tengah Kekhawatiran Pascagempa, 224 Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Kos
MTQ Nasional 2026 di Semarang Bakal Berbeda, Penyandang Tuli Muslim Ikut Tampil untuk Pertama Kali
Alma Esbeye Meriahkan MTQ Nasional 2026, Ribuan Warga Padati Masjid Agung Semarang
Piala Dunia 2026 Tayang di TVRI, Sekda Jateng Ingin Sepak Bola Kampung Hidup Lagi
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka 24 Jam untuk Kafilah MTQ
TAGGED:disabilitasmtq nasionalpenyandang tuli baca tartil al quransejarah barutartil al quran
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wagub Taj Yasin saat Queen Latifa Hospital Semarang. Dorong Rumah Sakit Jateng Tingkatkan Layanan untuk Medical Tourism Speling Jangkau 18 Juta Warga, Taj Yasin Bidik Penguatan Medical Tourism Jateng
Next Article Waspada longsor, Polres Banjarnegara bersama BPBD gelar simulasi Waspada Longsor! 250 Warga Banjarnegara Ikuti Simulasi Bencana Jelang Musim Hujan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.