KABARBANYUMASRAYA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara mendorong para penerima zakat atau mustahik agar tidak terus bergantung pada bantuan. Melalui pelatihan usaha produktif, mereka dibekali keterampilan dan modal awal untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri.
Program Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif tersebut digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Rabu (16/9/2026), dan diikuti 60 mustahik.
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali berharap program tersebut menjadi langkah awal bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga hingga suatu saat mampu berubah status dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.
“Semoga ke depannya tidak menjadi mustahik lagi, tapi menjadi muzaki,” kata Wakhid.
Baznas Ikut Dorong Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
Wakhid mengapresiasi program Baznas karena dinilai ikut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah. Jika dikelola secara produktif, dana tersebut juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Persoalan kemiskinan dan pengangguran membutuhkan kolaborasi. Pemkab tidak bisa melakukan sendiri, membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya seperti Baznas ini,” ujarnya.
Ia meminta peserta tidak berhenti setelah memperoleh keterampilan dari pelatihan. Pengetahuan tersebut harus diterapkan menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan.
Peserta juga didorong meningkatkan kualitas produk, mengembangkan kemampuan berwirausaha, serta memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran.
60 Mustahik Belajar Empat Jenis Usaha
Wakil Ketua Baznas Banjarnegara Suhardi Ahmad menjelaskan, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal untuk langsung memulai usaha.
Sebanyak 60 peserta dibagi menjadi empat kelompok keterampilan. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang.
Empat bidang yang diberikan meliputi:
- Pembuatan dawet ayu
- Usaha fried chicken
- Pembuatan roti kering
- Pelatihan barista kopi
Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga menerima bantuan peralatan yang dapat digunakan sebagai modal awal untuk menjalankan usaha.
“Peserta selain mendapatkan ilmu serta keterampilan juga memperoleh bantuan alat agar setelah pelatihan bisa dilanjutkan dengan membuka usaha,” ujar Suhardi.
20 Mustahik Dapat Bantuan Kambing
Program pemberdayaan Baznas Banjarnegara tidak berhenti pada pelatihan usaha. Sebanyak 20 mustahik juga menerima bantuan ternak kambing.
Setiap penerima memperoleh satu pasang kambing yang terdiri dari satu ekor jantan dan satu ekor betina.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus aset produktif bagi penerima manfaat.
Dengan menggabungkan pelatihan keterampilan, bantuan peralatan usaha, dan bantuan ternak, Baznas Banjarnegara berupaya menciptakan model pemberdayaan yang tidak hanya bersifat konsumtif.
Zakat Didorong Jadi Modal Kemandirian Ekonomi
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.
Melalui keterampilan dan dukungan modal awal, para mustahik diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.
Target akhirnya bukan sekadar membuat penerima bantuan memiliki usaha, tetapi membuka jalan agar mereka mampu meningkatkan taraf hidup hingga kelak dapat menjadi muzaki, yakni pihak yang menunaikan zakat.
Dengan pola pemberdayaan tersebut, zakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi pijakan bagi mustahik untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.
*Ikuti media sosial kami.
