KABARBANYUMASRAYA.COM – Komunitas Batik Kalikajar di Wonosobo membuktikan usaha berbasis keluarga mampu membuka peluang ekonomi bagi perempuan. Tak hanya memberdayakan ibu rumah tangga, produk batiknya kini telah menembus pasar Jepang, Hong Kong, hingga Amerika Serikat.
Kreativitas perempuan di Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, terus dikembangkan melalui usaha ekonomi kreatif berbasis keluarga. Komunitas Batik Kalikajar menjadi salah satu penggerak yang membuka ruang bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan aktivitas di rumah.
Upaya tersebut sejalan dengan program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga) yang diluncurkan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin di kawasan Wisata Jalisu, Desa Butuh Kidul, Kecamatan Kalikajar.
Batik Kalikajar Libatkan Perempuan Berbagai Usia
Ketua Komunitas Batik Kalikajar, Aksana Rizky Amalia, mengatakan pemberdayaan dilakukan dengan memberikan keterampilan membatik kepada perempuan dari berbagai kelompok usia.
Tidak ada batasan usia untuk bergabung. Selama memiliki minat dan kemauan mengembangkan ekonomi kreatif, perempuan di Kalikajar dapat terlibat dalam proses produksi.
“Tidak membandingkan usia, baik yang baru lulus SMA maupun ibu-ibu, asalkan memiliki minat dan tekad untuk memajukan ekonomi kreatif di Kalikajar,” ujar Rizky.
Keterampilan yang diberikan meliputi pembuatan pola hingga pewarnaan. Sebagian proses produksi dapat dikerjakan di rumah sehingga anggota tetap bisa menjalankan peran dalam keluarga.
Produksi dari Rumah, Kualitas Tetap Dikontrol
Meski sebagian pekerjaan dibawa pulang, proses produksi Batik Kalikajar tetap mengikuti standar komunitas. Anggota terlebih dahulu mendapatkan pelatihan sebelum menerima pekerjaan untuk diselesaikan di rumah.
Sistem target dan penyetoran hasil produksi juga diterapkan secara berkala. Pola tersebut membuat aktivitas produksi lebih teratur sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.
“Jadi mereka bisa mencari uang, tetapi tetap bisa menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan melayani keluarga dengan penuh kasih sayang,” kata Rizky.
Batik Kalikajar Tembus Pasar Mancanegara
Perkembangan usaha membuat produk Batik Kalikajar tidak hanya dikenal di berbagai daerah di Indonesia. Pesanan juga datang dari luar negeri, termasuk Jepang, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Di pasar domestik, produknya telah menjangkau sejumlah wilayah seperti Sumatera, Sulawesi, dan Bali.
Salah satu pintu promosi Batik Kalikajar adalah Festival Balon yang rutin digelar di kawasan Kembaran, Kalikajar. Pengunjung festival yang datang ke stan batik kemudian mengenal produk dan motif yang ditawarkan.
Dari aktivitas promosi tersebut, sejumlah wisatawan bahkan tertarik memesan batik untuk dibawa ke luar negeri.
Setiap Pesanan Bisa Memiliki Motif Eksklusif
Salah satu keunggulan Batik Kalikajar adalah konsep motif yang dapat dibuat sesuai permintaan pelanggan.
Rizky mengatakan motif yang telah dipesan secara khusus tidak akan dibuat ulang untuk pelanggan lain. Dengan demikian, pemesan mendapatkan batik dengan karakter yang lebih personal.
“Kalau seseorang sudah memesan motif tertentu, misalnya motif kopi atau motif lainnya, kita tidak akan membuatkan motif yang sama untuk orang lain,” jelasnya.
Konsep tersebut menjadi nilai tambah karena setiap kain dapat menjadi identitas tersendiri bagi pemiliknya.
Kapulaga Dorong Ekonomi Warga di Kawasan Jalisu
Pengembangan usaha berbasis keluarga juga terlihat di kawasan Wisata Jalisu. Sejumlah warga membuka usaha kuliner dan kafe yang melayani wisatawan yang menikmati panorama Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Puluhan lapak usaha warga di kawasan tersebut kemudian menjadi bagian dari pengembangan Kapulaga sebagai sentra kelompok usaha berbasis keluarga.
Jalisu sendiri merupakan akses jalan yang berada di lereng Gunung Sumbing dan menghubungkan kawasan Kalikajar dengan wilayah Kaliangkrik hingga Nepal Van Java di Kabupaten Magelang.
Keberadaan akses tersebut turut membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, usaha batik, kuliner, dan produk kreatif lokal diharapkan dapat tumbuh secara beriringan.
Melalui Kapulaga, pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi keluarga diharapkan tidak hanya menghasilkan tambahan pendapatan, tetapi juga memperkuat potensi ekonomi kreatif lokal Wonosobo.
*Ikuti media sosial kami.
