KABARBANYUMASRAYA.COM – Bau menyengat dari bangkai ikan sapu-sapu yang mati akibat mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana, Pati, dikeluhkan warga. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memerintahkan bangkai ikan segera dievakuasi dan dikubur menggunakan alat berat.
Keluhan warga terkait bau menyengat dari ribuan bangkai ikan sapu-sapu di sekitar Bendung Karet Sungai Juana, Kabupaten Pati, mendapat respons Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meminta bangkai ikan yang mati akibat kondisi sungai mengering segera ditangani agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin mengatakan, pihaknya telah mengecek langsung lokasi dan berdialog dengan warga serta perangkat desa.
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Segera Dikubur
Menurut Urip, terdapat dua persoalan utama yang disampaikan masyarakat. Selain terganggu bau bangkai ikan, warga juga berharap aliran air dari waduk kembali dialirkan ke sungai untuk mendukung kebutuhan pertanian.
“Intinya, masyarakat mengharapkan sungai ada air kembali sehingga bisa dimanfaatkan dan juga menghilangkan dampak bau dari ikan sapu-sapu,” kata Urip.
Untuk mengatasi bau, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati sepakat segera memindahkan dan mengubur ikan di lahan kosong sekitar Bendung Karet. Penanganan tersebut membutuhkan alat berat untuk menggali lokasi penguburan. Prosesnya diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan.
“Ada lahan kosong. Bangkai nanti dikubur agar bau tidak lagi mengganggu,” ujarnya.
Warga Minta Aliran Air Kembali Dibuka
Selain persoalan bau, warga berharap air dari waduk dapat kembali dialirkan ke Sungai Juana. Aliran tersebut dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian di sekitar lokasi.
Urip mengatakan persoalan pengaturan aliran air membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan instansi yang memiliki kewenangan. Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar kebutuhan air pertanian masyarakat dapat terpenuhi.
Bendung Karet Sungai Juana Pernah Mengering
Sekretaris Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan, Luwito Kito, mengatakan mengeringnya Bendung Karet Sungai Juana bukan kali pertama terjadi.
Kondisi serupa pernah terjadi pada 2024. Warga berharap penanganan ikan yang mati segera dilakukan agar bau tidak semakin mengganggu dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan maupun kesehatan.
“Permintaan kami, air dialirkan lagi untuk pertanian dan bau bangkai ikan tertangani,” ujar Luwito.
Pemerintah berharap langkah penguburan bangkai ikan dan koordinasi terkait aliran air dapat segera mengatasi keluhan warga sekaligus menjaga aktivitas pertanian di sekitar Sungai Juana.
*Ikuti media sosial kami.
