PENGUATAN kolaborasi ekonomi terus digencarkan, bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan kolaborasi ekonomi lintas daerah melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Tengah–Jawa Timur, yang digelar di PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan ini melibatkan 218 pelaku usaha dari kedua provinsi dan membidik potensi transaksi hingga Rp867,289 miliar per tahun. Berdasarkan hasil temu bisnis, total nilai transaksi diproyeksikan mencapai Rp4,339 triliun dalam lima tahun ke depan.
Misi Dagang Momentum Perluas Pasar IKM dan UMKM
Forum temu bisnis tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Turut hadir jajaran OPD, perbankan, Bank Indonesia, OJK, serta asosiasi pengusaha dari kedua provinsi.
Menurut Gus Yasin, misi dagang ini menjadi momentum penting bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring usaha lintas provinsi.
“Potensi unggulan Jawa Timur diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Sebaliknya, produk unggulan Jawa Tengah bisa menjadi referensi pengembangan di Jawa Timur,” ujarnya.
IKM Jawa Tengah Sumbang Lebih dari Separuh Nilai Transaksi
Dalam misi dagang ini, kontribusi IKM binaan Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp455,69 miliar per tahun atau sekitar 52,47 persen dari total transaksi. Dalam proyeksi lima tahun, nilainya mencapai Rp2,28 triliun.
Taj Yasin mencatat sejumlah transaksi besar telah tercatat di sektor strategis seperti kopi, gula, dan komoditas pangan, dengan nilai tahunan bahkan melampaui Rp100 miliar.
“Ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar. Pemerintah berperan memastikan peluang tersebut terus tumbuh dan berkelanjutan,” katanya.
Khofifah: Hingga Siang Transaksi Capai Rp2,9 Triliun
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa misi dagang ke Jawa Tengah ini menjadi langkah awal yang sangat positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.
“Ini pertama kalinya kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp2,9 triliun,” ujar Khofifah.
Dari total tersebut, Jawa Timur mencatat penjualan sebesar Rp2,658 triliun, pembelian dari Jawa Tengah Rp184 miliar, serta investasi senilai Rp96 miliar di Jawa Tengah.
Khofifah menjelaskan, investasi Jawa Timur di Jawa Tengah salah satunya ditujukan untuk mendukung program nasional ketahanan pangan, mengingat keterbatasan lahan sawah berkelanjutan di Jawa Timur.
“Karena lahan pertanian pangan berkelanjutan di Jawa Timur sudah terbatas, maka investasi dilakukan di Jawa Tengah,” katanya.
Komoditas yang diperdagangkan meliputi kayu, telur, ikan, cengkeh, dan tembakau, sementara Jawa Timur menjual beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori.
Peternakan dan Perikanan Jadi Sektor Dominan
Khofifah menyebut, transaksi terbesar terjadi di sektor:
- Peternakan: Rp1,1 triliun
- Perikanan: Rp378 miliar
“Ini menjadi starting point yang sangat baik bagi kerja sama Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ekonomi kedua provinsi bersifat tanpa sekat.
“Jawa Timur dan Jawa Tengah itu borderless. Tidak ada batas untuk tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” katanya.
Sejumlah transaksi strategis tercatat dalam misi dagang ini, antara lain:
- Kerja sama penyediaan 1.800 ton jagung lokal kuning antara PT Sidoagung Farm Magelang dan CV Ukirsari Jaya Agro Tuban
- Pembelian beras oleh Indomaret dan Indogrosir Jateng senilai Rp126,5 miliar
- Transaksi produk perikanan UD Dwi Manunggal Semarang senilai Rp142,8 miliar
- Industri hasil tembakau PT PSPM Semarang senilai Rp192 miliar
- Kerja sama komoditas gula senilai Rp105 miliar antara PT Indoacidatama Karanganyar dan PT Sinergi Gula Nusantara
Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Jawa Timur, serta komitmen transaksi perdagangan dari delapan pelaku usaha, organisasi, OPD, dan asosiasi pengusaha kedua provinsi.
*Ikuti media sosial kami.
