Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > 322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok
Jateng

322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok

Afifah Anis CH
Last updated: 8 September 2026 16:50
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok
322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlinsos Digital, Agen Diminta Jangkau Pelosok. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) di Jawa Tengah terus diperluas. Hingga kini, 322.117 kepala keluarga (KK) telah masuk dalam sistem perlindungan sosial digital dengan dukungan 5.994 agen perlindungan sosial (perlinsos).

Contents
  • 3.360 Agen Perlinsos Sudah Aktif
  • Agen Diminta Sampai Tingkat Desa dan Kelurahan
  • Digitalisasi Diharapkan Akhiri Masalah Data Bansos
  • Luhut Dorong Aparat Bergerak Bersama
  • 109 Usulan dari 11 Kabupaten/Kota

Keberadaan agen menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab, penerima sasaran utama berada pada kelompok desil 1-4 yang sebagian masih menghadapi keterbatasan perangkat, jaringan, maupun kemampuan menggunakan teknologi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta penguatan agen dilakukan hingga tingkat paling bawah agar digitalisasi tidak justru membuat masyarakat rentan semakin sulit mengakses bantuan sosial.

3.360 Agen Perlinsos Sudah Aktif

Ahmad Luthfi mengatakan dari 5.994 agen yang tersedia, sebanyak 3.360 agen telah aktif membantu masyarakat melakukan pendaftaran dalam sistem.

Hal tersebut disampaikan Luthfi dalam Rapat Perluasan Uji Coba Perlindungan Sosial Digital Berbasis Infrastruktur Digital Publik yang digelar secara daring dan dipimpin Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, Selasa (8/9/2026).

Menurut Luthfi, keberadaan agen sangat penting karena tidak semua masyarakat sasaran mampu mengakses sistem digital secara mandiri.

“Orang-orang yang tidak punya, orang yang sudah berumur, kadang-kadang handphone saja tidak punya,” kata Luthfi.

Ia menilai aplikasi secanggih apa pun tetap membutuhkan pendamping di lapangan untuk memastikan masyarakat dapat masuk ke sistem dan datanya sesuai kondisi sebenarnya.

“Manakala agennya tidak betul-betul kuat, maka aplikasi apa pun tidak dapat memenuhi standar kebutuhan yang kita perlukan,” ujarnya.

Agen Diminta Sampai Tingkat Desa dan Kelurahan

Pemprov Jateng mendorong perluasan jejaring agen dengan melibatkan berbagai unsur yang dekat dengan masyarakat. Pemerintah daerah, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Posyandu, kepolisian, hingga unsur kewilayahan dapat dilibatkan untuk membantu proses pendaftaran dan pembaruan data.

Luthfi menegaskan agen tidak menentukan seseorang berhak menerima bantuan atau tidak. Peran mereka adalah membantu masyarakat terhubung dengan sistem, termasuk pendaftaran, pengkinian data, dan proses identifikasi.

Digitalisasi Diharapkan Akhiri Masalah Data Bansos

Salah satu tujuan utama digitalisasi perlindungan sosial adalah memperbaiki akurasi data penerima bantuan. Dengan sistem yang dapat diperbarui secara real time dan terverifikasi, warga yang kondisi ekonominya berubah tidak semestinya terus tercatat sebagai penerima bantuan.

Sebaliknya, masyarakat yang baru mengalami penurunan kondisi ekonomi diharapkan dapat mengajukan diri tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan berjenjang.

“Dengan digitalisasi perlinsos ini akan mengurangi masalah warga penerima bantuan sosial hingga bertahun-tahun tanpa pembaruan kondisi,” kata Luthfi.

Ia menegaskan Jawa Tengah mendukung perluasan sistem tersebut, dengan penguatan agen sebagai salah satu syarat penting agar verifikasi data berjalan optimal.

Luhut Dorong Aparat Bergerak Bersama

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan meminta keterlibatan aparat dan unsur masyarakat diperluas hingga tingkat paling bawah.

Lurah, pemerintah daerah, TNI, Polri, Babinsa, Koramil, serta unsur kewilayahan lainnya didorong bekerja bersama membantu masyarakat mengakses sistem perlindungan sosial digital.

Menurut Luhut, pendekatan gotong royong diperlukan agar digitalisasi tidak berhenti pada pembangunan aplikasi, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.

109 Usulan dari 11 Kabupaten/Kota

Pemprov Jawa Tengah sebelumnya telah menyatakan kesiapan mendukung uji coba terbatas digitalisasi bantuan sosial tahap II. Hasil konsolidasi mencatat 109 usulan dari 11 kabupaten/kota, sedangkan 13 kabupaten/kota lainnya masuk dalam daftar usulan pelaksanaan piloting.

Dengan penguatan jaringan agen hingga pelosok, pemerintah berharap sistem perlindungan sosial digital mampu menghasilkan data yang terus diperbarui dan semakin sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Target akhirnya bukan sekadar mempercepat penyaluran bantuan, tetapi memastikan bantuan diberikan kepada orang yang tepat, dalam kondisi yang tepat, dan dengan sasaran yang tepat.

*Ikuti media sosial kami.

Rekor Nasional! 73 Persen Tanah Wakaf di Jawa Tengah Sudah Bersertifikat
KUR Perumahan Tertinggi di Indonesia, Jawa Tengah Catat Penyaluran Rp4,96 Triliun
Hari Jadi Jateng ke-81 di Boyolali: Bazar Murah, Job Fair, hingga 4.500 Porsi Soto dan Nasi Tumpang
Pantau Langsung ke Lapangan, Gubernur Jateng Pastikan THR Buruh Cair H-7 Lebaran
Jateng Bidik Investasi India, Tawarkan Ekonomi Hijau hingga Industri Medis Bernilai Strategis
TAGGED:bantuan sosialgubernur luthfiperlindungan sosialperlinsos
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Inklusi keuangan, Presiden minta warga punya rekening Inklusi Keuangan, Prabowo Dorong Semua Warga Punya Rekening
Next Article Gubernur Ahmad Luthfi tegaskan Jateng masih surplus beras hingga 1,5 juta ton Jateng Surplus Beras Hingga 1,5 Juta Ton, Tapi Harga Mulai Naik, Ini Langkah Pemprov

Berita Terbaru

Selam
Tim Selam Banyumas Raih 8 Medali di Porprov Jateng 2026, Ini Daftar Atletnya
Banyumas Jateng
BPBD
BPBD Cilacap Salurkan 9,8 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Cilacap
Tiga perusahaan menyatakan minat investasi di Purbalingga melalui Business Forum 2026. Rencana usaha mencakup industri sayuran beku, perdagangan, dan cincau.
Tiga Perusahaan Lirik Investasi di Purbalingga, Siap Kembangkan Usaha di Tiga Kecamatan
Purbalingga
Peraih medali emas Porprov Jateng 2026 cabor selam
Selam Kolam Tambah Emas untuk Banjarnegara, Kini Koleksi 5 Emas di Porprov Jateng 2026
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.