BANJARNEGARA – Suasana malam di Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (22/8/2026) malam, berubah menjadi panggung parade hantu. Puluhan warga berkostum pocong, tuyul, genderuwo, dan berbagai karakter menyeramkan turun ke jalan dalam Gerak Jalan Gayeng Horor untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bukan suasana mencekam yang muncul, aksi para peserta justru mengundang gelak tawa warga. Kostum unik, riasan menyeramkan, yel-yel, hingga tingkah spontan peserta membuat sepanjang rute gerak jalan dipenuhi kemeriahan.
Warga Purwanegara Padati Jalan Sejak Malam
Antusiasme masyarakat Purwanegara dan sekitarnya terlihat sejak sekitar pukul 19.00 WIB. Warga berdatangan dan memenuhi sejumlah titik di sepanjang rute. Sebagian berdiri di tepi jalan, sementara lainnya duduk menunggu rombongan peserta melintas.
Begitu barisan peserta muncul, suasana langsung riuh. Warga berlomba mengabadikan momen menggunakan telepon seluler, terutama saat melihat peserta dengan kostum hantu yang dianggap paling unik dan menghibur.
Irma, salah seorang warga, mengatakan Gerak Jalan Gayeng Horor menjadi kegiatan yang selalu dinantikan karena digelar dua tahun sekali. “Meski kostumnya menyeramkan, gerakan dan yel-yelnya justru lucu, unik, dan bikin tertawa,” ujarnya.
Setiap RT Tampilkan Kreativitas
Kepala Desa Purwanegara, Renda Sabita Noris, mengatakan konsep Gerak Jalan Gayeng Horor memang berbeda dari gerak jalan pada umumnya. Kegiatan digelar malam hari dengan peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing RT.
Setiap kelompok diberi ruang untuk memilih karakter hantu sekaligus menyiapkan kostum dan penampilan sekreatif mungkin.
Menurut Renda, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan sebagai hiburan. Ada pesan sosial yang ingin disampaikan melalui konsep unik tersebut.
Ia menjelaskan, setiap manusia memiliki hawa nafsu yang dapat mendorong pada perilaku buruk. Melalui simbol “hantu” yang dikeluarkan ke jalan, masyarakat diajak melakukan refleksi agar dapat mengendalikan sisi negatif dalam diri.
Bukan Sekadar Hiburan, Perkuat Gotong Royong
Selain menjadi hiburan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Persiapan kostum dan penampilan membuat warga di masing-masing RT harus bekerja sama dan bergotong royong.
Renda berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat pentingnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Momen hari kemerdekaan ini kami ingin mengajak semua untuk tetap bersatu, bergotong royong membangun desa, dan menjaga kesatuan bangsa,” katanya.
Gerak Jalan Gayeng Horor pun menjadi lebih dari sekadar parade kostum. Di balik penampilan pocong, tuyul, genderuwo, dan karakter lainnya, tersimpan pesan tentang kreativitas, kebersamaan, gotong royong, serta semangat warga Purwanegara dalam merayakan kemerdekaan.
Malam itu, jalan desa berubah menjadi panggung terbuka. Para “hantu” turun ke jalan, bukan untuk menakuti, tetapi untuk menghibur sekaligus memeriahkan HUT ke-81 RI di Desa Purwanegara.
*Ikuti media sosial kami.
