DUA PULIH Empat Tahun mengabdi sebagai perawat di RS Emanuel Banjarnegara memberikan pengalaman berharga bagi Lia Fitriani (45) terkait program JKN dalam mendampingi pasien menghadapi berbagai kondisi kesehatan.
Dari ribuan pasien yang pernah dirawatnya di RS Emanuel, satu perubahan paling nyata yang ia rasakan adalah hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dinilai berhasil membuka akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurut Lia, Program JKN telah mengubah cara masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Kini, banyak pasien tidak lagi menunda berobat karena khawatir terhadap tingginya biaya pengobatan, termasuk mereka yang membutuhkan terapi jangka panjang akibat penyakit kronis.
Program JKN Dinilai Meringankan Beban Masyarakat Kurang Mampu
Perawat RS Emanuel yang berasal dari Sokaraja Kidul, Kabupaten Banyumas, itu menilai Program JKN menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan dampak nyata terhadap pemerataan pelayanan kesehatan.
Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, keberadaan JKN memberikan kepastian perlindungan sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan tanpa terbebani biaya yang besar.
“Menurut saya, Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu. Program ini memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, JKN memberikan jaminan perlindungan kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani biaya yang besar,” ujar Lia.
Ia mengatakan, jaminan kesehatan menjadi kebutuhan penting karena risiko sakit dapat dialami siapa saja tanpa bisa diprediksi.
Prinsip Gotong Royong Jadi Kekuatan Program JKN
Lia juga menyoroti nilai gotong royong yang menjadi fondasi utama penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, iuran yang dibayarkan peserta setiap bulan bukan sekadar bentuk perlindungan pribadi, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama peserta yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Dengan kita membayar iuran JKN secara rutin, meskipun dalam keadaan sehat, sebenarnya kita ikut membantu pembiayaan perawatan masyarakat lain yang sedang sakit atau membutuhkan penanganan medis. Terlebih bagi masyarakat yang kondisi finansialnya sedang kesulitan. Prinsip gotong royong inilah yang membuat Program JKN menjadi sangat berarti,” ungkapnya.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberlangsungan Program JKN bergantung pada kepatuhan seluruh peserta dalam memenuhi kewajibannya membayar iuran secara rutin.
Edukasi Penting agar Pasien Penyakit Kronis Tetap Berobat Rutin
Sebagai tenaga kesehatan, Lia tidak hanya bertugas memberikan pelayanan medis, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan JKN.
Edukasi tersebut dilakukan saat memberikan pelayanan di rumah sakit maupun dalam berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Menurut Lia, kepemilikan jaminan kesehatan menjadi sangat penting, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit lainnya yang membutuhkan kontrol kesehatan secara berkala.
“Kami rutin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta Program JKN. Salah satu contoh yang sering kami sampaikan adalah penanganan penyakit kronis yang memerlukan kontrol kesehatan secara berkala serta pengobatan yang berkesinambungan. Apabila pasien tidak rutin mengonsumsi obat atau menghentikan pengobatan karena terkendala biaya, kondisi kesehatannya dapat semakin memburuk dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Dengan adanya Program JKN, pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur sehingga peluang untuk mengendalikan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih besar,” jelasnya.
Ia mengakui, sejak Program JKN berjalan, semakin banyak pasien penyakit kronis yang mampu menjalani terapi secara konsisten sehingga kondisi kesehatan mereka lebih stabil dan kualitas hidup meningkat.
Mobile JKN Permudah Layanan, Pojok JKN Jadi Sarana Edukasi Digital
Selain mendorong masyarakat menjaga keaktifan kepesertaan JKN, Lia juga aktif memperkenalkan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN.
Ia bahkan menjadi bagian dari tim yang mengedukasi masyarakat sejak aplikasi tersebut pertama kali diperkenalkan.
“Saat awal Mobile JKN diluncurkan, pemanfaatannya memang masih sedikit. Karena itu kami membuat terobosan dengan menempatkan petugas khusus di area pelayanan melalui Pojok JKN. Di sana masyarakat kami bantu mengunduh aplikasi, melakukan registrasi, sekaligus kami edukasi berbagai fitur yang tersedia,” katanya.
Melalui Pojok JKN, masyarakat diperkenalkan berbagai layanan digital, mulai dari kartu peserta digital, perubahan data kepesertaan, perpindahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga pemanfaatan antrean online.
Menurut Lia, layanan digital tersebut kini semakin diminati karena membuat proses administrasi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
Komitmen Tenaga Kesehatan Sukseskan Program JKN
Di penghujung wawancara, Lia menegaskan komitmennya bersama tenaga kesehatan lainnya untuk terus mendukung keberhasilan Program JKN melalui pelayanan yang profesional, edukasi berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Ia berharap Program JKN terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan biaya.
“Kami sebagai tenaga kesehatan berkomitmen untuk terus menyukseskan Program JKN dengan memberikan pelayanan yang terbaik, mengedukasi masyarakat agar memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta, serta mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN. Harapan kami, Program JKN dapat terus memberikan manfaat yang semakin luas sehingga seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah, dan berkesinambungan,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
