RUTAN Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan terbatas, Rutan Banjarnegara menebar sebanyak 5.000 benih ikan lele ke dalam kolam bioflok yang berada di area bedeng peternakan.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan uji coba budidaya ikan sebelumnya, sekaligus menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang untuk tetap produktif dan berdaya guna.
Lele Sangkuriang Dipilih, Targetkan Panen Lebih Optimal
Kepala Rutan Banjarnegara, Dodik Harmono, menjelaskan bahwa benih yang ditebar merupakan lele jenis Sangkuriang, yang dikenal memiliki ketahanan tubuh yang baik serta pertumbuhan lebih cepat dibandingkan jenis lele lainnya.
Sebanyak 5.000 ekor benih tersebut ditempatkan ke dalam lima kolam terpal bioflok yang telah dipersiapkan sesuai standar kebersihan dan kualitas air.
“Penebaran benih dilakukan dengan memperhatikan kondisi kolam dan kualitas air agar pertumbuhan lele sejak awal bisa maksimal,” katanya.
Pemilihan lele Sangkuriang diharapkan mampu menghasilkan panen yang optimal dan berkelanjutan, sekaligus memberikan pengalaman keterampilan bagi warga binaan.
Keberhasilan Panen Jadi Motivasi Pengembangan Berkelanjutan
Menurut Dodik, penambahan kolam dan penebaran benih baru ini tidak lepas dari keberhasilan budidaya bioflok sebelumnya yang menghasilkan panen memuaskan. Capaian tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan sektor perikanan sebagai bagian dari program ketahanan pangan Rutan Banjarnegara.
“Alhamdulillah, panen sebelumnya cukup memuaskan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian warga binaan melalui budidaya perikanan,” ujarnya.
Rutan Banjarnegara Dorong UMKM dan Ketahanan Pangan
Program budidaya lele berbasis bioflok ini mendapat dukungan dari Sisa Hasil Usaha (SHU) Inkopasindo, yang dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif di lingkungan rutan.
Selain perikanan, Rutan Banjarnegara juga mengembangkan berbagai sektor lain, seperti peternakan ayam petelur serta budidaya sayuran meliputi cesim, kangkung, kacang tanah, dan kacang panjang.
“Ini adalah bentuk optimalisasi lahan terbatas agar tetap bernilai produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Selaras Program Aksi Kemenimipas
Program ketahanan pangan yang dijalankan Rutan Banjarnegara sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional, pemberdayaan warga binaan, serta pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.
Melalui langkah ini, Rutan Banjarnegara tidak hanya mencetak hasil panen, tetapi juga menanamkan keterampilan, harapan, dan masa depan yang lebih mandiri bagi warga binaan.
*Ikuti media sosial kami.
