KABARBANYUMASRAYA.COM – Pelatihan ekonomi produktif yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara mulai menunjukkan hasil. Nuhwanto, warga Desa Kaliurip, Kecamatan Madukara, berhasil mengembangkan keterampilan pertukangan kayu menjadi usaha mebel yang kini mempekerjakan tiga orang.
Nuhwanto merupakan alumni pelatihan pertukangan kayu Baznas Banjarnegara pada 2024. Dua tahun setelah mengikuti pelatihan, ia mengembangkan usaha bernama Seniki Pernik Kayu Banjarnegara.
Tak hanya menjadi pelaku usaha mebel, Nuhwanto kini dipercaya Baznas sebagai instruktur pelatihan pertukangan kayu untuk membagikan pengalaman kepada peserta baru.
Berawal dari Pelatihan Baznas, Kini Punya Usaha Mebel
Produk yang dihasilkan dari usaha mebel Nuhwanto cukup beragam, mulai dari meja makan, kusen, pintu, talenan, tatakan masak berbahan limbah kayu hingga kandang merpati.
Salah satu produk yang saat itu memasuki tahap akhir pengerjaan adalah kandang anak domba Batur untuk pelanggan dari Tangerang.
“Dulu saya ikut pelatihan pertukangan kayu Baznas tahun 2024. Dari pelatihan itu saya bisa mengembangkan keterampilan dan memberanikan diri membuka usaha mebel. Alhamdulillah sekarang usaha mulai berkembang,” kata Nuhwanto.
Peralatan yang diterimanya melalui program Baznas menjadi salah satu modal awal untuk memulai dan mengembangkan usaha.
Pesanan Meluas hingga Tangerang
Perkembangan usaha membuat pemasaran produk Nuhwanto tidak lagi terbatas di Banjarnegara. Ia memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produknya kepada calon pelanggan di berbagai daerah.
Pesanan kini datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Sragen, Boyolali, Jakarta, Bekasi hingga Tangerang.
“Alhamdulillah produk kami diminati pasar. Pemasaran semakin luas, tak lagi terbatas di Banjarnegara,” ujarnya.
Meningkatnya permintaan juga membuat Nuhwanto membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, tiga orang membantu proses produksi di bengkelnya.
Alumni Pelatihan Kini Jadi Instruktur
Nuhwanto merupakan satu dari 20 peserta pelatihan pertukangan kayu Baznas Banjarnegara pada 2024. Perjalanan usahanya dinilai menjadi salah satu contoh keberlanjutan program pemberdayaan ekonomi.
Nurul Aini wakil ketua Baznas Banjarnegara mengatakan keberhasilan Nuhwanto menunjukkan bahwa pelatihan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemandirian ekonomi, selama peserta memiliki kemauan untuk belajar dan mengembangkan keterampilannya.
“Pak Nuhwanto bisa menjadi inspirasi. Beliau bisa membuka lapangan kerja, jadi selaras dengan misi Baznas yang semula mustahik menjadi muzaki,” kata Nurul Aini.
Kini, pengalaman Nuhwanto juga dimanfaatkan untuk membantu peserta baru. Ia dipercaya menjadi instruktur dan berbagi keterampilan yang sebelumnya diperoleh dari pelatihan Baznas.
Baznas Banjarnegara Lanjutkan Program Pemberdayaan
Program pemberdayaan ekonomi Baznas Banjarnegara terus berlanjut pada 2026. Tahun ini, pelatihan usaha ekonomi produktif digelar dalam empat bidang, yakni pembuatan dawet ayu, fried chicken, roti kering dan barista kopi.
Masing-masing bidang diikuti 15 peserta sehingga total terdapat 60 peserta.
Selain pelatihan, Baznas Banjarnegara juga memberikan bantuan peralatan serta menyalurkan bantuan ternak kambing kepada 20 mustahik. Setiap penerima mendapatkan sepasang kambing, terdiri dari satu jantan dan satu betina.
Program tersebut diarahkan untuk membantu penerima manfaat membangun sumber penghasilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Kisah Nuhwanto menunjukkan bahwa perjalanan dari mustahik menuju muzaki tidak berlangsung instan. Pelatihan menjadi langkah awal, sementara keterampilan, keberanian berusaha dan konsistensi menjadi modal untuk mengembangkan usaha hingga mampu membuka lapangan pekerjaan.
*Ikuti media sosial kami.
