SEMARANG – Halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah berubah menjadi pusat aktivitas UMKM dan menjajakan aneka produk lokal selama peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah. Lebih dari 100 tenant UMKM dari berbagai daerah memamerkan sekaligus menjual produk lokal unggulan dari berbagai daerah hingga 22 Agustus mendatang.
Tak hanya pelaku usaha dari Jawa Tengah, pameran ini juga menghadirkan UMKM dari Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Lampung. Produk yang ditawarkan beragam, mulai kuliner, fesyen, kerajinan, makanan dan minuman, hingga produk kreatif.
Pameran UMKM Jateng Jadi Ruang Promosi dan Perluasan Pasar Produk Lokal
Pameran tersebut tidak sekadar menjadi tempat transaksi. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk lokal, membangun jejaring bisnis, sekaligus membuka peluang pasar baru.
Sejumlah OPD Pemprov Jateng, BUMD, BUMN, perusahaan swasta, lembaga mitra, serta provinsi yang bekerja sama dengan Jawa Tengah turut ambil bagian dalam pengembangan UMKM di Jawa Tengah, khususnya produk lokal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, produk lokal UMKM menjadi salah satu kekuatan utama ekonomi daerah. Jumlah UMKM di Jawa Tengah kini hampir mencapai 4,8 juta unit yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Menurut Luthfi, besarnya jumlah UMKM harus diimbangi pembinaan yang konsisten, termasuk dalam akses permodalan, pemasaran, peningkatan kualitas produk, dan kemasan.
“Kami ingin mereka bisa berdaya guna sehingga ekonomi kerakyatan bisa berkembang,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah mendorong UMKM tidak sekadar bertahan sebagai usaha kecil, tetapi mampu naik kelas, memperluas pasar, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hampir 200 Ribu UMKM Sudah Mendapat Pembinaan
Upaya penguatan UMKM terus dilakukan Pemprov Jateng. Data Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah mencatat 199.781 UMKM telah mendapatkan pembinaan pada Triwulan I 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1.001 UMKM dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
UMKM yang mendapat pembinaan juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 1,38 juta tenaga kerja tercatat terserap melalui UMKM binaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berdampak pada pertumbuhan usaha, tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
Hari Jadi Jateng Diisi Job Fair hingga Konser
Pameran UMKM menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah dengan tema “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan berbagai kegiatan disiapkan untuk melibatkan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Selain pameran UMKM pada 20–22 Agustus, Pemprov Jateng menggelar job fair pada 20–21 Agustus di Kantor Disnakertrans Jawa Tengah.
Kemudian pada 22 Agustus digelar Fun Run 8,1K, pertunjukan musik, konser KLa Project di kawasan PRPP, serta Jateng Bersholawat di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Pengunjung Bisa Berburu Produk Khas Berbagai Daerah
Pameran UMKM juga menjadi kesempatan masyarakat untuk mengenal produk khas berbagai daerah dalam satu lokasi. Salah seorang pengunjung, Safina Tunajati, mengaku tertarik datang karena bisa menemukan beragam produk daerah, khususnya kuliner.
Menurutnya, mencicipi makanan khas dari berbagai wilayah menjadi pengalaman menarik sekaligus menghadirkan kembali kenangan terhadap cita rasa daerah.
“Menarik sekali, bisa merasakan dan menikmati produk-produk dari berbagai daerah,” ujarnya.
Pameran UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Jateng pun menjadi gambaran bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada industri besar. UMKM dari desa hingga kota turut menjadi penggerak ekonomi, pencipta lapangan kerja, dan bagian penting dari pertumbuhan Jawa Tengah.
*Ikuti media sosial kami.
