PURBALINGGA —Melalui program TMMD Sengkuyung Tahap III 2026, pemerintah bersama TNI dan masyarakat membuka jalan baru sepanjang 230 meter sebagai jalur alternatif yang lebih aman sekaligus diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa.
Kekhawatiran warga Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, Purbalingga, terhadap jalan yang kerap dilanda longsor kini mendapat solusi seiring selesainya program TMMD yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan membangun jalan baru sebagai jalur alternatif dari ancaman longsor.
Pembukaan jalan baru sebagai jalur alternatif menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Danasari. Jalan tersebut memiliki panjang 230 meter dengan lebar lima meter. Pembangunannya dilakukan sebagai alternatif bagi masyarakat karena jalur lama beberapa kali mengalami longsor.
Kondisi tersebut sebelumnya membuat warga khawatir, terutama ketika harus melintasi jalan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria mengatakan, pembangunan jalan baru merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang kemudian dibahas bersama pemerintah daerah dan TNI.
“Pembukaan jalan baru sesuai dengan permintaan masyarakat. Karena di jalan yang lama sering terjadi longsor, sehingga ada kekhawatiran masyarakat mengajukan kepada pemda. Kemudian kita musyawarahkan sehingga kita tentukan sasaran TMMD dilaksanakan di Danasari,” katanya.
Dengan tersedianya jalur baru, masyarakat kini memiliki alternatif akses transportasi yang diharapkan lebih aman sekaligus mempermudah mobilitas sehari-hari.
TMMD Danasari Rampungkan Seluruh Sasaran 100 Persen
Letkol Inf Aries Ika Satria memastikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik dalam program TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Danasari telah selesai 100 persen. Selain pembukaan jalan, pembangunan fisik juga meliputi drainase sepanjang 230 meter, talud sepanjang 30 meter dengan tinggi 4,7 meter, serta empat unit gorong-gorong.
Program TMMD juga menyentuh kebutuhan hunian masyarakat melalui rehabilitasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pembangunan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan mendukung aktivitas warga.
Bupati Purbalingga Dorong Warga Rawat Hasil TMMD
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengapresiasi kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD.
Menurut Fahmi, pembangunan yang dilakukan melalui TMMD menjadi bentuk nyata gotong royong dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Luar biasa pembangunan fisik dan nonfisik yang sudah dilaksanakan. Harapannya, hasil pembangunan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Purbalingga, khususnya warga Danasari dan sekitarnya,” kata Fahmi.
Ia menilai keberadaan jalan baru tidak sekadar memberikan kemudahan akses. Infrastruktur tersebut juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.
Karena itu, Fahmi meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu lama.
“Semoga hasil TMMD yang telah terbangun bisa dijaga dan dirawat dengan baik sehingga pemanfaatan dari hasil-hasil TMMD ini bisa untuk jangka panjang,” ujarnya.
Selain Bangun Jalur Alternatif, Juga ada Penyuluhan hingga Kesadaran Hukum
TMMD di Danasari tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, khususnya pembangunan jalan baru sebagai jalur alternatif warga dari ancaman longsor. Program nonfisik juga diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Berbagai penyuluhan melibatkan unsur TNI, Polri, kejaksaan, serta sejumlah organisasi perangkat daerah. Materi yang disampaikan mencakup kesadaran hukum, wawasan kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat TMMD tidak hanya terlihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kapasitas dan kesadaran masyarakat. Terlebih, keberadaan jalan baru sebagai jalur alternatif ini juga dapat meningkatkan perekonomian warga.
Jalan Baru Diharapkan Dongkrak Ekonomi Warga Danasari
Bagi masyarakat Danasari, akses jalan baru tidak hanya sebagai jalur alternatif, tetapi juga memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas. Infrastruktur yang lebih baik akan memudahkan mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi barang dan hasil usaha.
Kodim 0702/Purbalingga berharap jalan baru tersebut dapat menjadi penghubung yang memperlancar transportasi dan pada akhirnya mendorong perputaran ekonomi desa.
“Semoga ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, menghubungkan jalan transportasi sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan baik yang tentunya akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III, pembangunan di Desa Danasari kini meninggalkan sejumlah fasilitas baru yang diharapkan dapat terus memberikan manfaat.
Jalan baru 230 meter bukan hanya menjadi solusi atas akses lama yang rawan longsor, tetapi juga menjadi jalur baru bagi mobilitas, aktivitas ekonomi, dan harapan warga Danasari menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
*Ikuti media sosial kami.
