Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol, Warisan Pesantren dari Era Perjuangan Diponegoro
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol, Warisan Pesantren dari Era Perjuangan Diponegoro
Jateng

Taj Yasin Apresiasi Tradisi Keilmuan Watucongol, Warisan Pesantren dari Era Perjuangan Diponegoro

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 16 Agustus 2026 12:35
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Wakil GUbernur saat hadiri Akhirussanah Pesantren Watucongol Magelang.
Wakil GUbernur saat hadiri Akhirussanah Pesantren Watucongol Magelang. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

MAGELANG – Lebih dari dua abad bertahan, Pondok Pesantren Darussalam Watucongol di Magelang terus menjaga tradisi pendidikan Islam melalui pengajian Al-Qur’an dan Dalailul Khairat sebagai warisan keilmuan sejak lebih dari 200 tahun lalu.

Contents
  • Taj Yasin Soroti Tradisi Al-Qur’an dan Dalailul Khairat
  • Pemerintah Senang Tradisi Pesantren Watucongol Tetap Tumbuh
  • Watucongol dan Jejak Perjuangan Pangeran Diponegoro
  • Gus Mad: Mengasuh Santri adalah Menjalankan Amanah
  • Tradisi Keilmuan Watucongol Diharapkan Terus Berlanjut

Tradisi keilmuan yang diwariskan Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Kabupaten Magelang, tetap hidup di tengah perubahan zaman. Berdiri sejak sekitar 1820, pesantren yang memiliki kaitan sejarah dengan perjuangan Pangeran Diponegoro itu hingga kini terus mempertahankan pendidikan agama dan amalan keislaman secara turun-temurun.

Keberlangsungan tradisi tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Menurutnya, konsistensi pesantren dalam menjaga tradisi keagamaan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membentuk generasi yang memiliki dasar keilmuan dan spiritualitas.

Taj Yasin Soroti Tradisi Al-Qur’an dan Dalailul Khairat

Taj Yasin secara khusus menyoroti tradisi pembacaan Al-Qur’an dan Dalailul Khairat yang masih rutin dilakukan di lingkungan pesantren Watucongol ini.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar amalan rutin, tetapi bagian dari proses membangun lingkungan keilmuan yang dapat mengantarkan seseorang menjadi alim apabila dijalankan secara konsisten.

“Di dalam khataman Al-Qur’an, ada Dalailul Khairat. Ini mengantarkan banyak orang menjadi alim. Sebabiyah yang pertama adalah Al-Qur’an, kemudian Dalailul Khairat,” kata Taj Yasin.

Ia menilai keberadaan tradisi keagamaan yang dilakukan secara istiqamah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pendidikan pesantren. Pembacaan Dalailul Khairat, lanjutnya, bahkan disusun berdasarkan pembagian hari sehingga lebih mudah diamalkan secara rutin.

“Dalailul Khairat dibagi dari Senin, Selasa sampai kembali Senin lagi. Ini meringankan wiridan supaya kita bisa istiqamah,” ujarnya.

Pemerintah Senang Tradisi Pesantren Watucongol Tetap Tumbuh

Taj Yasin mengatakan pemerintah daerah turut merasa senang melihat majelis ilmu dan kegiatan keagamaan di pesantren Watucongol masih berjalan dengan baik. Ia berharap tradisi serupa tidak hanya bertahan di Watucongol, tetapi juga terus berkembang di berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Atas nama pemerintah, saya senang kalau pengajian-pengajian seperti ini masih berjalan di wilayah Jawa Tengah,” katanya.

Menurutnya, keberadaan pesantren menjadi bagian penting dalam menjaga pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter masyarakat.

Watucongol dan Jejak Perjuangan Pangeran Diponegoro

Pondok Pesantren Darussalam Watucongol memiliki sejarah panjang yang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan perjuangan melawan kolonialisme. Pesantren tersebut didirikan oleh Kiai Abdurrauf bin Hasan Tuqa sekitar tahun 1820. Sosok pendirinya dikenal sebagai salah satu senopati atau panglima Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa.

Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas Watucongol. Dari lingkungan perjuangan, pesantren kemudian berkembang sebagai pusat pendidikan dan kehidupan keagamaan masyarakat.

Kementerian Agama juga mencatat para pendiri Pesantren Darussalam sebagai ulama sekaligus mujahid yang terlibat dalam perjuangan melawan kolonialisme. Warisan itu kini diteruskan melalui pendidikan pesantren, pengajian, serta berbagai tradisi keagamaan yang melibatkan generasi muda.

Gus Mad: Mengasuh Santri adalah Menjalankan Amanah

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Timur Watucongol, KH Aly Qoishor Ahmad Abd Haq atau Gus Mad, menegaskan keberlangsungan pesantren tidak terlepas dari amanah para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada pesantren.

Bagi Gus Mad, tanggung jawab tersebut harus dijalankan dengan penuh pengabdian. Mengasuh santri bukan semata-mata pekerjaan yang berorientasi pada imbalan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan masyarakat.

Ia menggambarkan posisi pengasuh sebagai pihak yang menjalankan tugas dari orang tua santri.

“Jenenge wong akon niku hakikine juragan sing dikon jenenge kuli. Dadi mboten kyai tapi kuli,” ujarnya.

Ungkapan tersebut, menurut Gus Mad, menggambarkan kerendahan hati sekaligus kesediaan para pengasuh untuk mengabdikan diri dalam mendidik santri.

Tradisi Keilmuan Watucongol Diharapkan Terus Berlanjut

Lebih dari dua abad perjalanan Watucongol menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya bertahan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah sosial dan keagamaan masyarakat Magelang.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi membaca Al-Qur’an, Dalailul Khairat, pengajian, dan pendidikan pesantren terus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Taj Yasin berharap warisan keilmuan tersebut tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan begitu, sejarah panjang Watucongol tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi terus hidup melalui pendidikan dan pengabdian para santri serta pengasuhnya.

*Ikuti media sosial kami.

Puncak HUT ke 27, Ribuan Pelari Meriahkan Sriboga Run 5K di Jantung Kota Semarang
Muscab HIMNI Jadi Momentum Konsolidasi Masyarakat Nias di Jawa Tengah
Pesilat Muda Banjarnegara Siap Harumkan Nama Indonesia
Waspada WhatsApp Palsu Catut Nama Sekda Kebumen, Modusnya Minta Uang
Sekda Ajak ASN Jadi Bapak Asuh Bagi 62 Penerima Beasiswa ke Korsel
TAGGED:dalail khairatpenghafal quranpesantren darussalam watucongolpesantren sejak era diponegorowatucongol
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Penutupan kegitaan TMMD yang berhasil membangun jalan baru sebagai jalur alternatif warga TMMD Danasari Tuntas, Jalan Baru 230 Meter Jadi Jalur Alternatif dari Ancaman Longsor
Next Article Lepas peserta IRR, bupati bidik atlet sepeda Purbalingga tertaraf internasional 98 Peserta Ikuti IRR di Purbalingga, Bidik Lahirnya Atlet Sepeda Kelas Nasional hingga Internasional

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.