Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal
Jateng

Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal

Afifah Anis CH
Last updated: 6 Agustus 2026 17:56
By Afifah Anis CH
6 Min Read
Share
Wagub Jateng buka Festival untuk tingkatkan omzet UMKM
Wagub Jateng buka Festival untuk tingkatkan omzet UMKM. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG, KABARBANYUMASRAYA – Festival Jawa Tengah Syariah (FAJAR) 2026 kembali menjadi motor penggerak, dongkrak omzet UMKM, pengembangan ekonomi dan industri halal di Jawa Tengah.

Contents
  • Pemprov Jateng Bangun Ekosistem Halal dari Hulu hingga Hilir
  • Bank Indonesia Perkuat Halal Value Chain sebagai Mesin Pertumbuhan Baru
  • Festival Dongkrak Omzet UMKM Naik Hingga Lima Kali Lipat
  • FAJAR 2026 Hadirkan Halal Experience hingga Layanan Sertifikasi Halal

Tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, festival ini juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, bahkan mampu mendongkrak omzet UMKM peserta hingga beberapa kali lipat.

Digelar di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026, FAJAR 2026 menghadirkan berbagai inovasi untuk memperkuat rantai nilai industri halal (halal value chain), meningkatkan literasi ekonomi syariah, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, penyelenggaraan Festival Jawa Tengah Syariah merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah, termasuk meningkatkan omzet UMKM.

“Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia sudah lama untuk menumbuhkan ekonomi syariah, gelaran ini juga akan meningkatkan omzet UMKM” ujar Taj Yasin.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, pengembangan ekonomi syariah akan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah pada 2027, sejalan dengan penguatan ekonomi berkelanjutan dan pengembangan destinasi wisata ramah muslim.

Pemprov Jateng Bangun Ekosistem Halal dari Hulu hingga Hilir

Gus Yasin menjelaskan, penguatan industri halal tidak hanya dilakukan pada sisi pemasaran, tetapi juga menyentuh seluruh rantai produksi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengembangkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Halal di Kabupaten Magelang, rumah potong ayam di Kabupaten Jepara yang bekerja sama dengan pondok pesantren, hingga pengembangan kawasan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Menurutnya, keberadaan kawasan kuliner bersertifikat halal, fasilitas ibadah yang nyaman, serta pelayanan yang ramah muslim akan menjadi nilai tambah bagi sektor pariwisata Jawa Tengah, khususnya dalam menarik wisatawan dari negara-negara Timur Tengah.

“Kalau kita bicara pariwisata yang ramah muslim, salah satunya adalah kawasan food court yang memiliki sertifikat halal, ada keterjaminannya, kemudian tempat ibadahnya juga bagus,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa tujuan utama ekonomi syariah bukan hanya meningkatkan transaksi bisnis, melainkan menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha.

“FAJAR 2026 juga merangkul UMKM. Saya senang karena tumbuhnya bersama-sama,” tambahnya.

Bank Indonesia Perkuat Halal Value Chain sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M. Noor Nugroho menjelaskan, FAJAR 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain.”

Tema tersebut menitikberatkan pada penguatan literasi ekonomi syariah sekaligus pembangunan rantai nilai halal mulai dari proses produksi hingga produk siap dipasarkan kepada konsumen.

Penguatan tersebut dilakukan melalui sertifikasi rumah potong hewan, rumah potong unggas, penggilingan, hingga pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

“Kalau sisi supply dan demand ini bertemu, mudah-mudahan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” ujar Noor Nugroho.

Festival Dongkrak Omzet UMKM Naik Hingga Lima Kali Lipat

Manfaat penyelenggaraan FAJAR 2026 dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Bahkan, melalui kegiatan ini diakui dapat mendongkrak omzet UMKM.

Roni Abdul Ghoni, pemilik Toros Farm Sulaimaniyah asal Magelang, mengaku rutin mengikuti Festival Jawa Tengah Syariah selama empat tahun terakhir karena terbukti mampu memperluas jangkauan pasar produknya.

Menurutnya, pada hari biasa omzet penjualan hanya berkisar Rp1 juta hingga Rp2 juta per hari. Namun selama mengikuti festival, pendapatannya dapat meningkat menjadi Rp5 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Festival seperti ini sangat membantu omzet UMKM terus meningkat karena produk kami semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aris Agung Nugroho, pelaku usaha Dawet Ayu Durian Pak Sarjohadi asal Banjarnegara. Ia mengaku telah empat kali mengikuti FAJAR dan berharap kegiatan serupa terus digelar sebagai media promosi produk lokal.

“Kami berharap event seperti ini terus berlanjut,” katanya.

FAJAR 2026 Hadirkan Halal Experience hingga Layanan Sertifikasi Halal

Memasuki penyelenggaraan tahun kedelapan, FAJAR menghadirkan sejumlah program baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan meningkatkan omzet UMKM.

Salah satunya adalah Inspirational Talk, yang menghadirkan pelaku usaha dan organisasi perangkat daerah untuk berbagi praktik terbaik dalam mengembangkan pariwisata ramah muslim di Jawa Tengah.

Pengunjung juga dapat menikmati area Halal Experience yang diisi 18 tenant kuliner halal dan sembilan stan edukasi, termasuk Halal Value Chain Hub yang menyediakan konsultasi serta pendampingan pengurusan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Selain itu tersedia Financial Hub yang memberikan layanan konsultasi keuangan, perlindungan konsumen, edukasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, aplikasi pembukuan SIAPIK, hingga berbagai layanan edukasi dari Bank Indonesia.

Festival juga menghadirkan Sustainable Hub yang mengangkat konsep fesyen berkelanjutan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi syariah yang ramah lingkungan.

Festival Jawa Tengah Syariah 2026 berlangsung hingga 9 Agustus 2026 dan menjadi puncak rangkaian Road to Festival Jawa, sebelum berlanjut ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober mendatang.

*Ikuti media sosial kami.

Hadapi Lonjakan Pemudik Lebaran, Pemprov Jateng Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Dijaga
Porprov XVII Jateng 2026 Siap Digelar, ‘Si Sakti’ Hadirkan Hasil Pertandingan Real-Time dan Transparan
Kunjungan Kehormatan Diraja Brunei Buka Babak Baru Investasi Strategis di Jateng
Dekranasda Jateng Bakal Bawa Produk Unggulan ke Makassar
UHC Awards 2026: Dukungan Daerah Menggema Nasional, Ratusan Kepala Daerah Terima Penghargaan
TAGGED:fajar 2026festivalomzet umkmpelaku usahasertifikat halal
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Persiapan jelang MTQ Nasional di Jateng MTQ Nasional 2026 di Semarang Bakal Berbeda, Penyandang Tuli Muslim Ikut Tampil untuk Pertama Kali
Next Article Triana Widodo alias Wiwid Cebong siap mengenakan seragam Organisasi SOKSI di Kantor DPP Partai Golkar di Jakarta. Wiwid Cebong Siapkan Penguatan SOKSI hingga Desa, Perkuat Basis Partai Golkar Jelang Pemilu 2029

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.