SEMARANG, KABARBANYUMASRAYA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ Nasional) XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah dipastikan menjadi penyelenggaraan yang berbeda dari edisi-edisi sebelumnya.
- Majelis Kode Etik Dewan Hakim Diluncurkan untuk Pertama Kalinya
- Penyandang Tuli Muslim Dapat Kesempatan Tampil di MTQ Nasional
- Seminar Internasional Hadirkan Akademisi dan Pakar Al-Qur’an Dunia
- Pemprov Jateng Matangkan Persiapan, Simpang Lima Jadi Pusat Kegiatan
- Panitia Targetkan MTQ Nasional 2026 Berkesan Lewat Pelayanan Ramah
Selain menandai kembalinya Jawa Tengah sebagai tuan rumah setelah 47 tahun, ajang nasional tersebut akan menghadirkan sejumlah inovasi bersejarah, mulai dari pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim hingga eksibisi cabang khusus penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Kementerian Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan pelaksanaan MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12–19 September 2026.
Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ secara nasional.
“Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman,” ujar Muchlis saat Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Jawa Tengah setelah hampir lima dekade menjadi kesempatan untuk menghadirkan standar baru dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.
Majelis Kode Etik Dewan Hakim Diluncurkan untuk Pertama Kalinya
Salah satu terobosan terbesar pada MTQ Nasional XXXI adalah pembentukan Majelis Kode Etik Dewan Hakim, yang akan diperkenalkan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah MTQ Nasional.
Lembaga ini dibentuk sebagai mekanisme pengawasan terhadap para dewan hakim agar proses penilaian berlangsung lebih objektif, profesional, transparan, dan berintegritas.
Keberadaan majelis tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan peserta maupun masyarakat terhadap kualitas perhakiman dalam setiap cabang perlombaan.
Penyandang Tuli Muslim Dapat Kesempatan Tampil di MTQ Nasional
Inovasi lainnya adalah hadirnya eksibisi Cabang Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW) yang menjadi sejarah baru dalam penyelenggaraan MTQ Nasional.
Cabang tersebut dapat diselenggarakan setelah diterbitkannya Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat, sehingga membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang tuli muslim untuk ikut berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.
“Ini cabang baru untuk tuli muslim yang akan dieksibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah,” kata Muchlis.
Seminar Internasional Hadirkan Akademisi dan Pakar Al-Qur’an Dunia
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, MTQ Nasional XXXI juga akan menghadirkan seminar internasional yang melibatkan akademisi, ulama, dan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Agama agar MTQ berkembang menjadi ruang diskusi ilmiah dan pengembangan keilmuan Islam yang memiliki daya saing di tingkat internasional.
Sebanyak 37 provinsi dipastikan mengikuti MTQ Nasional XXXI, dengan satu-satunya pengecualian berasal dari Provinsi Papua Pegunungan.
Pemprov Jateng Matangkan Persiapan, Simpang Lima Jadi Pusat Kegiatan
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno memimpin rapat koordinasi bersama panitia pusat dan daerah yang melibatkan 15 bidang kepanitiaan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai jadwal.
Salah satu fokus utama adalah penataan kawasan Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional. Penataan dilakukan secara bertahap mengingat kawasan tersebut masih digunakan untuk proyek revitalisasi dan rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Panitia menargetkan proses penataan venue secara menyeluruh dimulai pada 18 Agustus 2026 setelah seluruh agenda kenegaraan selesai.
Panitia Targetkan MTQ Nasional 2026 Berkesan Lewat Pelayanan Ramah
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan bahwa keberhasilan MTQ Nasional tidak hanya diukur dari kelancaran acara maupun prestasi para peserta.
Menurutnya, pelayanan yang ramah kepada seluruh tamu, kafilah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kesan positif selama penyelenggaraan berlangsung.
“Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah,” ujarnya.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan diawali dengan Malam Ta’aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta’aruf pada pagi hari tanggal 12 September, kemudian Opening Ceremony pada malam harinya di Lapangan Simpang Lima Semarang.
Untuk menyemarakkan perhelatan tersebut, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung, seperti Festival Rebana, Lomba Kaligrafi, hingga upaya pencatatan rekor menyanyikan Mars MTQ dengan peserta terbanyak yang ditargetkan melibatkan sekitar 100 ribu peserta secara luring maupun daring.
*Ikuti media sosial kami.
