KUDUS, KABARBANYUMASRAYA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendapat apresiasi atas berbagai terobosan pembangunan yang dinilai memberi dampak langsung kepada masyarakat, hingga dijuluki pendobrak kemajuan Jateng.
Berkat itu juga, GUbernur Jateng mendapatkan penghargaan Special Achievement Award dan disebut sebagai sosok “Pendobrak Kemajuan Jawa Tengah dalam ajang Radar Kudus Award 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Ahmad Luthfi sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan Ahmad Luthfi yang dinilai berani mendorong inovasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga penguatan investasi, dan menjadi pendobrak kemajuan di Jawa Tengah.
Direktur Jawa Pos Radar Kudus, Baehaqi, mengatakan penghargaan diberikan kepada figur yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga keberanian untuk menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kebijakan yang dirasakan masyarakat.
Menurut Baehaqi, keberhasilan pembangunan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran ataupun kelengkapan fasilitas. Kemauan, ketekunan, kreativitas, dan keberanian melakukan perubahan justru menjadi faktor penting dalam menghadirkan sebuah prestasi.
“Prestasi tidak mesti lahir dari kemewahan, tidak harus didukung dengan dana besar, tidak pula dengan fasilitas yang bergelimang. Prestasi sering kali muncul dari kesunyian dan keprihatinan, dari hati dan pikiran yang paling dalam, dari tekad serta kemauan keras, serta dari pikiran yang cerdas,” ujar Baehaqi.
Program Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan
Sejumlah program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi pertimbangan dalam pemberian penghargaan kepada Ahmad Luthfi.
Di antaranya Sekolah Kemitraan, Sekolah Vokasi, serta Speling atau Dokter Spesialis Keliling. Program-program tersebut dinilai menjadi bentuk inovasi pemerintah daerah karena berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat.
Radar Kudus Institute juga menilai sejumlah terobosan tersebut memiliki karakter inovatif karena belum banyak diterapkan secara luas di daerah lain.
Selain sektor pendidikan dan kesehatan, perkembangan iklim investasi di Jawa Tengah turut menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kinerja pembangunan selama kepemimpinan Ahmad Luthfi.
“Atas berbagai pertimbangan tersebut, kiranya tidak berlebihan apabila Jawa Pos Radar Kudus mempersembahkan Special Achievement Award kepada Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ahmad Luthfi, sebagai sang Pendobrak Kemajuan Jawa Tengah,” kata Baehaqi.
Ahmad Luthfi: Kepala Daerah Harus Berani Berinovasi
Menerima penghargaan tersebut, Ahmad Luthfi mengatakan tantangan pembangunan daerah saat ini semakin kompleks.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan fiskal daerah, perubahan ekonomi, hingga dinamika geopolitik global membuat pemerintah daerah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas birokrasi.
Dibutuhkan keberanian untuk mencari pendekatan baru dan melahirkan kebijakan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.
“Tidak hanya gubernur, bupati, maupun wali kota, harus mempunyai terobosan-terobosan kreatif untuk membangun wilayah,” tegas Luthfi.
Ia menambahkan, setiap daerah di Jawa Tengah mempunyai potensi dan persoalan yang berbeda. Karena itu, kebijakan pembangunan tidak bisa menggunakan pendekatan yang seragam.
Kepala daerah, kata Luthfi, harus mampu membaca kekuatan wilayah masing-masing dan mengembangkannya menjadi sumber pertumbuhan baru, tanpa mengabaikan program prioritas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Investasi Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Tengah
Dalam kesempatan tersebut, Luthfi juga menyoroti pentingnya investasi sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.
Ia menyebut kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah masih berada di kisaran 15 persen. Kondisi tersebut menjadi alasan pemerintah perlu terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat investasi dengan menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.
Pemprov Jawa Tengah terus mendorong penyederhanaan dan kemudahan perizinan, kepastian hukum, stabilitas keamanan, kesiapan kawasan industri, serta ketersediaan tenaga kerja terampil.
Upaya menarik investor juga akan diperkuat melalui Central Java Investment Business Forum (CJIBF) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemerintah Jawa Tengah dengan calon investor dari berbagai negara sekaligus membuka peluang kerja sama investasi di sejumlah sektor potensial.
Dorong Collaborative Government Antar Daerah
Luthfi menegaskan pembangunan Jawa Tengah tidak boleh hanya bertumpu pada satu atau dua wilayah yang selama ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, setiap kabupaten dan kota mempunyai keunggulan yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru.
“Seluruh kabupaten dan kota memiliki potensi masing-masing. Yang harus kita bangun adalah semangat collaborative government. Tidak ada daerah yang menonjol sendiri. Semua harus tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya.
Konsep tersebut, lanjut Luthfi, diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Jawa Tengah.
Kolaborasi antardaerah juga dinilai penting untuk menghubungkan berbagai potensi, mulai dari industri, pertanian, pariwisata, UMKM, pendidikan, hingga sektor jasa.
Ahmad Luthfi Ingatkan Media Jaga Akurasi Informasi
Selain membahas pembangunan dan investasi, Ahmad Luthfi turut menyoroti posisi strategis media massa di tengah derasnya arus informasi digital.
Ia mengatakan media menghadapi tantangan besar berupa disinformasi, hoaks, ujaran kebencian, hingga kampanye hitam yang dapat dengan cepat menyebar melalui berbagai platform digital.
Karena itu, media dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan berita yang dipublikasikan memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Media adalah salah satu alat pemersatu bangsa,” kata Luthfi.
Ia mengingatkan insan pers agar tetap menjalankan proses jurnalistik secara disiplin dengan mengedepankan prinsip check, recheck, dan final check.
Menurutnya, media memiliki dua posisi penting sekaligus, yakni sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik dan sebagai kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media maupun institusi pemerintah.
Radar Kudus Award 2026 Berikan Apresiasi untuk Kepala Daerah
Pada malam penganugerahan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan penghargaan Radar Kudus Award 2026 kepada sejumlah kepala daerah dari Kabupaten Kudus, Blora, Rembang, Pati, Jepara, dan Grobogan.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai inovasi dan kinerja pemerintah daerah di Jawa Tengah.
Ajang tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang dijalankan.
Lebih jauh, keberhasilan pembangunan diukur dari kemampuan pemerintah menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, membuka peluang ekonomi, dan menciptakan perubahan yang benar-benar dirasakan warga.
Bagi Ahmad Luthfi, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas kinerja pemerintah provinsi. Apresiasi itu juga menjadi dorongan agar berbagai terobosan pembangunan di Jawa Tengah terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.
*Ikuti media sosial kami.
